Minyak Goreng Alternatif Yang Lebih Sehat Dari Minyak Kelapa Sawit

Minyak Goreng Alternatif Yang Lebih Sehat Dari Minyak Kelapa Sawit

Kebanyakan masyarakat Dunia dan khususnya Indonesia sangat menyukai makanan yang digoreng dengan Minyak Goreng. Umumnya minyak yang digunakan adalah minyak kelapa sawit karena memang dibudidayakan secara masif di Indonesia. Tapi seperti kita ketahui bersama bahwa minyak kelapa sawit tidaklah sehat dan masih banyak alternatif lainnya. Sebelum kita membahas Minyak Goreng alternatif yang lebih sehat dari minyak kepala sawit, kita harus mengenal sedikit seluk beluk mengenai industri minyak.

Hingga saat ini terdapat banyak sekali opsi pilihan minyak goreng seperti :

  • Minyak Almond
  • Minyak Alpukat
  • Minyak Canola
  • Minyak Kelapa(bukan sawit)
  • Minyak Jagung
  • Minyak Biji Kapas
  • Minyak Biji Flax
  • Minyak Biji Anggur
  • Minyak Ganja
  • Minyak Kacang Macademia
  • Minyak Biji Mustard
  • Minyak Zaitun
  • Minyak Kacang
  • Minyak Biji Wuluh
  • Minyak Kulit Beras
  • Minyak Kesumba
  • Minyak Wijen
  • Minyak Kacang Kedelai
  • Minyak Biji Bunga Matahari
  • Minyak Biji Teh
  • Minyak Kacang Walnut

Daftar minyak diatas semuanya berasal dari sumber Nabati, walaupu sebenarnya juga terdapat minyak yang bersumber dari hewan seperti minyak Babi atau disebut “lard”, tapi tidak akan kita bahas kali ini karena tidak sehat dan juga tidak halal.

Dalam memilih minyak goreng, kita harus memberhatikan Titik Asap, kadar lemak jenuh, kadar lemak tak jenuh, serta kandungan omega 3. Kita juga harus memperhatikan metode penyaringan jika informasi tersebut tersedia dalam kemasan. Dalam proses pembuatannya, minyak goreng ada yang melalui proses penyaringan dan tidak. Dalam proses penyaringan terdapat berbagai istilah sebagai berikut,

  • Penyulingan. Dengan cara dipanaskan pada suhu tinggi.
  • Degumming. Dengan cara mengalirkan air panas pada minyak sehingga mengangkat bahan bahan yang tidak larut dalam minyak.
  • Netralisasi. Dengan cara mencampurkan minyak dengan natrium hidroksida atau natrium karbonat untuk mengeluarkan asam lemak bebas, fosfolipid, pigmen, dan lilin.
  • Pemutihan. Dengan cara melakukan filter kembali dengan carbon aktif serta proses pemanasan.
  • Dewaxing. Dengan cara mendinginkan sehingga zat padat yang terbentuk bisa dibuang.
  • Penghilang bau. Dengan cara memberikan uap panas sehingga bau tidak sedap menjadi hilang.
  • Penambahan pengawet. Umumnya BHA dan BHT ditambahkan agar membuat minyak menjadi awet karena ketidakstabilan minyak setelah melalui proses penyaringan.

Tidak semua jenis minyak cocok untuk digunakan menggoreng makanan, karena rasa dan aromanya tidak semua netral. Contohnya saja minyak wijen yang hanya cocok jika digunakan sedikit saja sebagai pemberi aroma, misalnya pada nasi goreng atau capcay.

Titik Asap sangatlah penting untuk diperhatikan, semakin tinggi semakin bagus karena tidak akan merubah warna dan rasa. Selain itu minyak jika mencapai titik asap maka akan berasap dan bahkan terbakar, hal ini sangat berbahaya. Oleh karena itu penting agar anda selalu melihat dan memantau langsung proses menggoreng didapur.

Sangat tidak disarankan menggunakan minyak dalam jumlah banyak untuk menggoreng dengan teknik deep-fry. Lebih baik gunakan sedikit minyak atau panggang makanan anda dan oleskan sedikit minyak, ini akan menjadi opsi lebih sehat dibandingkan deep-fry. Berikut adalah daftar minyak alternatif yang lebih sehat dan bisa digunakan untuk memasak:

Minyak Alpukat

Minyak alpukat memiliki Titik Asap tertinggi, yaitu 271 °C sehingga cocok digunakan untuk menggoreng dan menumis. Diambil dari buah Alpukat menjadikan harganya cukup mahal.

MINYAK BIJI ANGGUR

Minyak biji anggur diambil dari biji anggur yang umumnya dihasilkan oleh industri Wine(Minuman Anggur beralkohol). Walaupun memiliki titik asap yang rendah, tapi memiliki kandungan Omega 6 paling tinggi serta memiliki rasa yang enak dan manis, menjadikannya sangat cocok untuk marinasi dan campuran salad.

MINYAK BIJI FLAX

Minyak biji Flax(flaxseed) memiliki titik asap sangat rendah dan hanya cocok untuk campuran salad saja. Namun memiliki Kandungan Omega 3 dan potassium yang sangat tinggi.

Minyak Ganja

Sangat disayangkan pemerintahan Indonesia masih melarang Minyak Ganja untuk beredar, padahal Minyak Ganja memiliki kadar lemak Polyunsaturated paling tinggi. Selain itu minyak ganja memiliki segudang manfaat seperti bisa membuat awet muda. Namun lebih baik anda lupakan untuk menggunakan Minyak Ganja jika anda tidak ingin masuk penjara.

MINYAK KELAPA PERAWAN(VCO)

Minyak Kelapa(VCO) sangatlah luar biasa karena bisa menjadi obat luka bakar paling ampuh serta mampu menyembuhkan penyakit berat. Penggunaan VCO cocok untuk sebagian jenis makanan asia karena aromanya masih sangat kental akan wangi kelapa. VCO tidak cocok dijadikan sebagai minyak goreng karena dapat merubah rasa makanan.

MINYAK JAGUNG

Minyak jagung memiliki warna yang agak kekuningan dan memiliki rasa yang cukup netral sehingga cocok digunakan untuk menggoreng, dan menumis.

Minyak Canola

Minyak Canola merupakan pilihan yang baik untuk kesehatan jantung karena bisa digunakan untuk banyak tujuan.

MINYAK ZAITUN

Minyak Zaitun adalah minyak yang disebutkan dalam Al-Qur’an(kitab suci umat Islam) dan Hadist, serta mendapatkan banyak keberkahan karenanya. Minyak Zaitun memiliki Kandungan lemak tak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan lemak jenuh. Minyak zaitun juga memiliki banyak kandungan polifenol yang baik bagi kesehatan jantung.

Minyak Zaitun dipercaya dapat mengobati beberapa penyakit serta menyuburkan rambut. Dalam masakan Minyak Zaitun cocok untuk menumis(sedikit) dan untuk campuran Salad. Minyak Zaitun tidak cocok untuk menggoreng karena akan merubah rasa makanan, serta memiliki titik asap yang rendah.

MINYAK BIJI SAWI(MUSTARD)

Siapa sangka Sawi juga memiliki biji yang kaya akan manfaat seperti baik untuk kesehatan jantung bahkan memiliki anti bakteri dan anti jamur. Selain itu Minyak Biji Mustard juga memiliki titik asap yang tinggi.

Kiat memasak dengan minyak sehat

  • Minyak jenis apa pun kualitasnya akan mulai menurun begitu mencapai titik asapnya. Jadi, jika Anda secara tidak sengaja membiarkan minyak Anda berasap atau terbakar, buanglah dan gunakan minyak yang baru.
  • Jika minyak yang anda gunakan “bau”, maka jangan digunakan. Ketika minyak disimpan terlalu lama, minyak bisa teroksidasi atau menjadi tengik. Buanglah.
  • Selalu gunakan minyak hanya sekali, lalu Buanglah.
  • Beli minyak goreng dalam wadah yang lebih kecil untuk menghindari pemborosan, dan simpan di tempat yang gelap dan dingin agar tahan lebih lama.

Sekarang kita sudah semakin sadar akan manfaat minyak minyak nabati lainnya selain minyak kelapa sawit yang sering kita konsumsi. Walau bagaimanapun memang Minyak dari sumber hewani memiliki rasa yang lebih enak.

Summary
Minyak Goreng Alternatif Yang Lebih Sehat Dari Minyak Kelapa Sawit
Article Name
Minyak Goreng Alternatif Yang Lebih Sehat Dari Minyak Kelapa Sawit
Description
Banyak sekali alternatif minyak goreng yang lebih sehat dari minyak kelapa sawit. Contohnya saja Minyak Apukat, Minyak Almond, Minyak Jagung, Minyak Canola.
Author
Publisher Name
Cairo Food
Publisher Logo

Related Posts

Leave a comment