Karakteristik Garam Himalaya Asli dan Palsu

karakteristik garam himalaya asli dan palsu

Pada artikel sebelumnya, kami sudah membahas secara lengkap mengenai apa itu garam himalaya serta manfaatnya bagi kesehatan. Nah pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan informasi terkait hasil percobaan singkat yang telah kami lakukan mengenai karakteristik garam himalaya.

Bahkan, pada percobaan ini kami menemukan garam himalaya palsu yang terindikasi campuran pewarna makanan. Untuk itu penting untuk kamu terus membaca artikel ini lebih lanjut, guna mendapatkan informasi tersebut.

Apa Itu Garam Himalaya ?

bongkahan garam himalaya

Garam Himalaya adalah salah satu garam termurni di dunia. Kemurniannya didapatkan karena garam himalaya tidak melalui banyak proses untuk bisa sampai digunakan oleh konsumen. Garam ini ditemukan dengan kondisi yang bersih dari polutan dan diproses tanpa tambahan zat kimia buatan. Bahkan ia sampai diberi julukan ‘white gold’ karena memiliki nilai yang sangat tinggi.

Sampai saat ini hanya ada 6 wilayah pertambangan yang memproduksi Garam Himalaya. Dan Tambang terbesar di Dunia terletak di Khewra yang disebut mengandung sekitar 6.7 miliar ton garam (setiap tahunnya pertambangan ini memproduksi 400.000 ton garam).

Setiap tambang memproduksi garam dengan karakteristik yang berbeda-beda, misalnya berlumpur, berkerikil, ataupun bercampur dengan tanah. Inilah yang akan kita bahas lebih lanjut, pada penjelasan di bawah.

Karakter Garam Himalaya

GARAM HIMALAYA MURNI

Garam himalaya murni memiliki warna pink yang lembut dan tidak terlalu mencolok dikarenakan mengandung mineral yang alami. Bentuk garam himalaya murni juga sedikit lebih besar dan hampir mirip dengan kristal.

Karena garam himalaya diproduksi lebih dari satu tambang, maka karakteristik garam disetiap pertambangannya pun tentu berbeda, hal ini bisa jadi di pengaruhi oleh suhu, cuaca atau beberapa faktor lain.

garam himalaya yang masih kasar

Contohnya garam himalaya murni yang dihasilkan suatu tambang, biasanya terkandung batu-batu kecil dan kerikil. namun di pertambangan lain, ada yang tercampur dengan tanah, ataupun lumpur. Hal ini sangatlah wajar, mengingat garam ini sudah terbentuk sangat lama di masing-masing pertambangan. Namun batu atau lumpur yang terdapat dalam bongkahan garam himalaya pun tidak terlalu banyak, atau hanya sekitar 0,5-2% dari berat garam.

Kami sudah membuktikan sendiri hal ini, dengan mencoba melarutkan garam himalaya dari berbagai merk, baik lokal maupun import. Awalnya kami mencoba beberapa merek dan grade yang sudah dalam bentuk bubuk halus. Lalu kami membuktikannya lagi dengan mencoba menggunakan garam himalaya dalam bentuk bongkahan garam besar, dan ternyata hasilnya sama. Bisa dilihat dari foto yang kami ambil sebagai bukti bahwa terlihat serpihan batu, pasir dan kerikil didalam bongkahan garam himalaya yang asli.

garam himalaya sebelum dihaluskan

Dan ternyata dalam setiap garam himalaya murni memang terkandung setidaknya 0,5-2% batu, kerikil, pasir maupun lumpur halus. Namun jika kandungan batu ataupun kerikil yang ada dalam garam himalaya sangat banyak atau melebihi garam itu sendiri, maka bisa di pastikan bahwa itu adalah ulah penjual yang tidak bertanggung jawab.

Salah satu cara mudah mengetahui kandungan pasir dalam garam himalaya adalah dengan melarutkannya dalam air yang banyak. Jika kamu hendak melakuan percobaan ini, setidaknya gunakan scala 10:1. Yaitu 10 Liter Air dan 1kg Garam. Akan lebih baik jika menggunakan air panas.

air hasil larutan garam himalaya

Garam Himalaya Yang Telah Diproses

Bagi sebagian orang, karakteristik garam himalaya murni yang disebutkan diatas, seperti bercampur dengan batu dan kerikil mungkin sedikit mengganggu. Sebab jika hendak digunakan langsung dalam masakan, bisa saja batu-batuan tersebut bercampur pada hidangan kita dan tergigit ketika makan sehingga membuat kita tidak nyaman. Apalagi jika yang makan tidak faham, mungkin dia akan menuduh penjual tidak bersih dalam mencuci daging/sayuran/beras. Padahal pasir itu muncul dari garam himalaya.

bongkahan garam himalaya

Sebab itulah, ada kategori Garam Himalaya baru, yaitu Garam Himalaya terproses. Intinya adalah proses pemisahan batu dengan kandungan garam. Yakni dengan cara, melarutkan garam dengan takaran air yang sudah disesuaikan. Setelah itu di lanjutkan dengan penyaringan batu dan kerikil yang terkandung pada garam. Hal ini dilakukan karena batu ataupun kerikil tidak akan bisa larut dengan air. Sehingga ini sedikit memudahkan proses untuk memisahkan garam dengan bebatuan. Setelah sudah tersaring, tahap selanjutnya ialah penguapan, hal ini bisa di lakukan dengan merebus air larutan garam, sampai menguap dan garam membentuk kristal kembali. Namun setelah dilakukan proses, bentuk garam himalaya biasanya menjadi sedikit lebih halus.

Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan kandungan nutrisi yang ada pada garam himalaya tidak berkurang selama proses yang dilakukan. Namun, untuk kualitas rasa ataupun warna baik antara garam himalaya murni dan garam himalaya yang telah di proses, tidak terdapat perbedaan sama sekali, karna dalam prosesnya tidak terdapat campuran sama sekali.

Garam Himalaya Palsu

Dalam percobaan yang kami lakukan, selain menemukan fakta bahwa di dalam garam himalaya terkandung unsur lain, kami juga menemukan garam himalaya yang terindikasi dengan pewarna. Bisa di pastikan garam tersebut palsu, terlihat dari warnanya yang berubah menjadi sangat pekat dan mencolok saat dilarutkan bersama air.

Hal inilah yang harus kita waspadai. Sebab sejak dahulu pemalsuan pada tiap barang ataupun berbagai jenis produk sudah banyak ditemui dan meluas hingga saat ini.

Pemalsuan pada garam himalaya ini mungkin saja akan berdampak pada kesehatan. Apalagi jika pada proses pembuatannya, menggunakan campuran bahan-bahan yang berbahaya untuk tubuh. Bukannya manfaat berlimpah yang kita dapatkan, justru malah sebaliknya yakni efek samping yang membahayakan kesehatan.

Kamu pasti tidak menginginkan hal ini terjadi, bukan? Maka pahamilah ciri-ciri garam himalaya palsu berikut ini, agar kamu tidak tertipu saat membelinya :

  • Garam himalaya palsu memiliki warna yang lebih pekat dan mencolok jika dilarutkan di dalam air. Jika dibandingkan dengan yang asli tentu perbedaan warna airnya sangat terlihat jelas. Hal ini dikarenakan mereka menggunakan pewarna untuk memberikan warna pink pada garam, sebagaimana warna garam himalaya pada umumnya. Untuk mengetesnya kamu bisa mencoba larutkan sedikit garam himalaya mu. Jika airnya berwarna seperti ini, maka bisa dipastikan garam milik mu palsu (Tambahkan gambar air larutan garam palsu)
  • Garam himalaya asli tidak memberikan sedikit pun rasa pahit, karena tidak terdapat bahan aditif di dalamnya. Berbeda dengan himalaya palsu, biasanya terdapat sedikit hint pahit pada garam tersebut yang di hasilkan dari pewarna makanan.
  • Dari segi rasa, himalaya asli juga lebih asin dibandingkan dengan yang palsu.

Lantas Bagaimana Cara Aman Membeli Garam Himalaya Asli?

Agar lebih aman dalam membeli garam himalaya kamu bisa beli dalam bentuk kasar ataupun yang masih berbentuk bongkahan, karena keaslian garam sudah terjamin 100%. Saat ini Cairo Food tidak menjual Garam Himalaya terkait regulasi yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *