Apakah Benar Makan Dan Minum Sambil Berdiri Berbahaya?

Tidak dapat dipungkiri banyak orang yang makan dan minum sambil berdiri karena berbagai alasan personal, seperti menghemat waktu, banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan, serta acara pesta tertentu yang mempersilahkan tamu undangan untuk makan berdiri.

Namun sebagian orang lainnya tetap memaksakan untuk makan dan minum sambil duduk karena dianggap makan dan minum sambil berdiri tidak sopan atau kurang etis. Jika anda termasuk orang yang memiliki prinsip demikian, maka anda telah melakukan hal yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan. Hal ini dikarenakan makan dan minum sambil berdiri memang lebih beresiko mengalami masalah kesehatan, dibandingkan makan dan minum sambil duduk secara perlahan.

Dampak Buruk Makan Dan Minum Sambil Berdiri

Anda pasti sudah sering mendengar bahwa orang tua sering melarang anaknya untuk makan dan minum sambil berdiri. Hal ini bukan hanya sekedar nasihat biasa karena ternyata kebiasaan ini tergolong kebiasaan buruk yang berbahaya bagi kesehatan. Mengonsumsi makanan dan minuman sambil berdiri akan membuat seseorang makan lebih cepat, sehingga makanan yang masuk akan sulit dicerna dan tidak diserap secara maksimal oleh tubuh. Tak hanya itu, ada sejumlah dampak buruk lainnya yang membuat makan dan minum sambil berdiri tergolong berbahaya.

Gangguan Sistem Pencernaan

Ketika kita makan dan minum sambil berdiri maka secara langsung berdampak pada sistem pencernaan. Pasalnya kinerja sistem pencernaan dipengaruhi oleh posisi tubuh ketika mengonsumsi makanan. Makan sambil berdiri akan membuat lambung mengosongkan isi perut terlalu cepat.

Alhasil lambung tidak punya waktu yang cukup untuk memecah zat-zat dalam makanan, yang membuat nutrisi tidak dapat dicerna dan diserap oleh usus. Hal ini membuat seseorang rentan mengalami diare, sembelit, nyeri, begah hingga perut buncit.

Berdampak Pada Ginjal

Ketika makan dan minum sambil berdiri, maka bahan makanan yang masuk tidak dapat disaring lagi dan langsung menuju ke kandung kemih. Ketika cairan berada di kandung kemih terlalu cepat, maka terjadi pengendapan di saluran ureter. Lama-kelamaan limbah-limbah yang mengendap di ureter akan memicu penyakit batu ginjal yang berbahaya.

Padahal seharusnya jika makan dan minum sambil duduk, air yang masuk akan disaring oleh sfringer yaitu struktur maskular yang bisa terbuka dan tertutup untuk mengeluarkan urin. Ini yang menjadi jalan penyaringan dan penyaluran air yang kita minum yang berada di ginjal. Kebiasaan ini juga membuat kotoran yang terkandung pada air akan mengendap di kantong empedu, sehingga memicu gangguan pada organ ginjal.

Perut Kembung

Makanan dan minuman yang masuk ke tubuh saat posisi berdiri tidak terserap dan tercerna dengan baik sehingga menyebabkan perut kembung. Perut kembung sangat tidak nyaman dan menimbulkan rasa nyeri sekaligus membuat bentuk perut yang terlihat membesar. Hal ini juga diperparah dengan fakta bahwa ketika makan dan minum sambil berdiri akan memperbanyak udara yang masuk ke sistem pencernaan.

Proses ini mengakibatkan perut menjadi kembung dan terasa sesak. Perut kembung sebenarnya termasuk proses biologis yang dapat dialami oleh siapapun, sehingga sering dianggap hal biasa. Padahal perut kembung bisa berlangsung lama bahkan disertai gejala lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ketika perut kembung terjadi, seseorang juga akan cenderung lebih sering mengeluarkan gas dan mungkin mengalami mual dan muntah. Pada kasus yang jarang terjadi, perut kembung juga mengindikasikan masalah kesehatan yang lebih serius seperti batu empedu, kanker perut, penumpukan cairan di perut (asites).

Terlalu Banyak Makan

Saat makan dan minum sambil berdiri maka proses pengosongan lambung menjadi lebih cepat. Ini yang membuat anda mungkin tidak menyadari bahwa ketika makan dalam posisi ini, anda akan mengunyah makanan menjadi lebih cepat. Akibatnya lambung mengirimkan sinyal ke otak agar anda mengonsumsi lebih banyak makanan lagi.

Hal ini membuat anda tidak bisa mengendalikan nafsu makan, sehingga membuat anda terus menambah kalori dan tidak dapat mampu menahan rasa lapar atau haus yang berlebihan. Padahal, makan secara perlahan dan dilakukan sambil duduk akan membuat anda lebih peka terhadap rasa kenyang dan lezat dari makanan. Oleh sebab itu, orang yang sedang diet perlu mengetahui bahwa makan sambil duduk adalah kebiasaan yang wajib dilakukan untuk memaksimalkan pengendalian nafsu makan.

Tersedak

Makan dan minum sambil berdiri lebih mungkin menyebabkan seseorang tersedak. Apalagi jika makan dengan tergesa-gesa hingga membuat anda lupa untuk mengunyah dengan benar. Meskipun tersedak terlihat sebagai sesuatu yang biasa, namun sebenarnya tersedak dapat menimbulkan komplikasi yang dapat mengancam nyawa. Ketika seseorang tersedak mungkin membuat seseorang mengalami ganguan berbicara dan bernapas, hingga terganggunya pasokan oksigen di dalam tubuh.

Menaikkan Asam Lambung

Ternyata tidak hanya tidur setelah makan yang dapat menaikkan asam lambung. Kebiasaan lain yang juga buruk bagi kesehatan dan menyebabkan naiknya asam lambung adalah makan dan minum sambil berdiri. Hal ini paling mungkin terjadi pada penderita GERD.

Bagi penderita GERD, resiko kenaikkan asam lambung ke kerongkongan akan mejadi lebih besar apabila pengosongan lambung berlangsung sangat cepat. Sehingga makan dan minum sambil berdiri sangat tidak dianjurkan. Ketika asam lambung naik, maka membuat seseorang sesak napas, bau mulut, sakit tenggorokan, hingga menyebabkan terancamnya nyawa.

Saraf Menjadi Tegang

Bila seseorang makan dan minum dalam keadaan duduk, maka tubuh akan menjadi lebih rileks dan dapat menikmati setiap santapan yang masuk ke mulut. Akan tetapi sebaliknya jika makan dan minum sambil berdiri, maka akan membuat sistem parasimpatetik menjadi tegang.

Saraf parasimpatetik adalah saraf yang mengontrol homeostasis dan tubuh saat istirahat, dan bertanggung jawab mengatur fungsi istirahat dan cerna di dalam tubuh. Ketika saraf ini menegang maka detak jantung menjadi lebih cepat, otot tubuh menjadi lebih kaku, perut menjadi nyeri, serta lebih banyak energi yang terkuras.

Beresiko Terkena Arthritis

Dampak buruk lainnya dari makan dan minum sambil berdiri adalah gangguan pada sendi, terutama terkena arthritis. Arthritis merupakan peradangan pada sendi yang dapat menimbulkan rasa sakit, bengkak, kaku, dan membuat tubuh sulit menggerakkan tangan dan kaki.

Saat makan dan minum (terutama minum) sambil berdiri, maka air yang masuk tidak tersebar secara merata. Keseimbangan cairan tubuh pun menjadi terganggu dan terjadi penumpukan cairan di sendi-sendi tubuh. Lama-kelamaan penumpukan cairan ini membuat tubuhnya menjadi susah bergerak dan rentan mengalami nyeri sendi.

Menyebabkan Ulser dan Heartburn

Bahaya makan dan minum sambil berdiri ternyata juga mampu mengakibatkan penyakit ulser dan heartburn. Ulser adalah gangguan pada mukosa mulut, sementara heartburn merujuk pada sensasi terbakar di area dada. Ketika air mengalir ke dalam mulut dengan posisi berdiri, maka air akan mengalir dan menciprat pada area kerongkongan dengan cukup keras.

Kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan sensasi terbakar di kerongkongan karena zat asam  yang berbahaya di perut naik ke atas. Selain itu, ulser dan heartburn juga menjadi gejala utama dari penyakit berbahaya lainnya yaitu refluks asam lambung (GERD). Tentu saja hal ini dapat membahayakan nyawa seseorang.

Menyebabkan Sakit Jantung

Dampak dari makan dan minuman sambil berdiri berikutnya mungkin belum banyak yang tahu, yaitu dapat menyebabkan sakit jantung. Ketika minum sambil berdiri, maka akan muncul sifat mendadak terhadap saraf kelana. Saraf kelana merupakan salah satu saraf yang berhubungan dengan jantung.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa ketika minum sambil berdiri saraf parasimpatetik akan aktif. Disaat yang sama respon saraf ini akan berefleksi dengan saraf kelana. Apabila kedua saraf ini berefleksi, maka akan mengganggu ritme detak jantung dan beresiko menyebabkan penyakit jantung lainnya.

Dengan demikian, benar bahwa makan dan minum sambil berdiri berbahaya bagi kesehatan sehingga sebaiknya kebiasaan ini diminimalisir. Atur jadwal bekerja dan waktu untuk makan dan minum, sehingga anda bisa menikmati makanan anda perlahan dan sambil duduk.

Selain hal ini, kebiasaan makan dan minum sambil duduk akan membuat anda lebih puas menikmati makan dan minuman yang ada dihadapan anda. Meski demikian, jika terkadang memang harus memaksakan diri untuk makan dan minum dalam keadaan berdiri karena alasan tertentu (emergency), maka hal tersebut masih bisa ditolerir, bila dibandingkan harus membiarkan diri mengalami dehidrasi atau kelaparan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *