3 Perbedaan Makan dengan Tangan VS dengan Sendok

Sempat viral dan trending di media sosial terkait makan nasi padang menggunakan tangan, versus menggunakan sendok. Unggahan dari salah satu influencer yaitu Arief Muhammad yang mengatakan bahwa makan nasi padang sudah seharusnya pake tangan menuai polemik. Warganet terbagi menjadi dua kubu, antara tim makan pakai sendok dan tim makan pakai tangan. Dibalik hal viral tersebut cukup menarik jika kita mengupas asal-usul hingga manfaat makan dengan sendok versus makan dengan tangan.

Sejarah Makan dengan Tangan

Makan menggunakan tangan merupakan salah satu kebiasaan orang Indonesia. Prof Dr Ir Murdjiati Gardjito selaku Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gajah Mada mengatakan bahwa kebiasaan turun temurun ini berkaitan dengan tradisi makan nasi bungkus yang lebih nikmat jika dimakan dengan tangan.

Arie Parikesit selaku pakar kuliner di media sosial juga mengamini bahwa kebiasaan ini berkaitan dengan hidangan di masa lalu yaitu nasi bungkus yang salah satunya ialah nasi rames. Selain nasi bungkus, makan dengan tangan juga cukup mendarah daging karena sejak dulu makanan Indonesia banyak yang berasal dari umbi-umbian. Cara mengonsumsi umbi-umbian ini paling lazim dan mudah dengan menggunakan tangan.

Apapun Bumbunya Tidak Pakai Pewarna

Sejarah Makan dengan Sendok

Penemuan sendok merupakan salah satu penemuan yang merubah kebiasaan di dunia. Seorang Sejarawan Makanan dari Inggris Bernama Bee Wilson, menyebutkan dalam bukunya yaitu Consider the Fork: A History of How We Cook and Eat”, sendok merupakan bagian dari penemuan teknologi yang mengganti gaya dalam manusia mengonsumsi hidangan.

Sendok telah digunakan untuk peralatan makan sejak zaman Paleolitikum atau berkisar 50.000 hingga 100.000 tahun yang lalu. Hal ini tidak mengherankan jika sendok dianggap menjadi alat makan tertua di dunia. Bukti terkait sendok sudah dipakai sejak dahulu kala, karena ditemukan bukti berupa teks kuno yang berisi mengenai penggunaan sendok dan juga ditemukan oleh arkeolog.

Menurut Online Gallery of Food Technology at The California Academy, pada kala itu manusia menggunakan cangkang atau serpihan kayu untuk sendok. Zaman ini muncul istilah sendok yaitu Koklea yang berarti siput karena awalnya sendok bermula terbuat dari cangkang siput. Pada kala itu sendok bermula tanpa memiliki pegangan seperti sendok jaman sekarang.

Lalu seiring waktu, sendok mulai dimodifikasi dengan pegangan yang digunakan untuk ritual keagamaan di Mesir Kuno. Sendok dengan pegangan ini mulanya terbuat dari batu tulis, gading dan juga kayu. Tidak hanya berfungsi untuk ritual keagamaan, sendok ini juga memiliki sisi estetika dengan ukiran yang indah. Pada Zaman Kekaisaran Yunani dan Romawi, muncul sendok yang terbuat dari logam yaitu perak dan juga perunggu yang digunakan para bangsawan. Sendok kala itu berfungsi sebagai tanda kekayaan dan kekuasaan.

Pada akhirnya, sendok modern pertama muncul di Inggris berkisar tahun 1259. Salah satu fungsi yang cukup menarik adalah, sendok digunakan pada penobatan Raja Inggris. Untuk pembaptisan juga diberikan hadiah yang disebut sendok rosul. Penggunaan sendok pun disesuaikan dengan kasta seseorang. Jika dari kelas atas digunakan sendok berbahan perunggu atau perak, sedangkan sendok berbahan kuningan atau tembaga digunakan oleh kelas bawah.

Lalu mulai berkembang pada abad ke-14, sendok yang terbuat dari timah dan menjadi alat makan yang terjangkau untuk masyarakat umum. Di Inggris pada saat terjadi revolusi industri pada Zaman Victoria, orang-orang mulai menggunakan uangnya untuk membelanjakan sendok. Hingga akhirnya pihak industri melihat peluang ini dan muncullah sendok dengan beragam fungsi. Tidak hanya makan, tapi juga muncul sendok teh dan sendok saji.

Perbedaan Makan dengan Tangan/Sendok dari Berbagai Sisi

Cara manusia mengonsumsi makanan memang terbagi beberapa cara, diantaranya ada yang menggunakan tangan telanjang, sendok-garpu, sumpit dan lainnya.  Berikut ini pembahasan mengenai perbedaan manfaat cara makan dengan sendok versus makan dengan tangan yang diulas dari berbagai sisi.

Sisi Etika

Bagi orang Indonesia dan orang India, makan menggunakan tangan merupakan hal yang wajar dan telah dilakukan serta menjadi kebiasaan sejak dahulu kala. Sedangkan bagi orang Barat, makan menggunakan tangan telanjang tidak umum dilakukan di sana. Makan dengan sendok diyakini lebih higienis karena makanan tidak bersentuhan langsung dengan tangan.

Pengaruh makan menggunakan sendok atau utensil lain dibawa oleh pedagang dan kolonial di masa penjajahan. Namun di Indonesia, makan dengan tangan dan sendok cukup fleksibel dilakukan tergantung dengan hidangan yang dikonsumsi. Bagi Umat Muslim, makan dengan tangan khususnya tangan kanan juga merupakan kebiasaan yang dianjurkan karena dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Sisi Sensorik

Makan menggunakan tangan otomatis berhubungan langsung dengan tangan sebagai indra peraba. Tidak hanya manfaat pada sensorik peraba, konon indera yang digunakan dapat membangkitkan gairah dan nafsu makan. Sedangkan makan dengan sendok, fungsi sensorik kurang berfungsi sehingga kadang kala terjadi makanan yang masih terlalu panas masuk begitu saja tanpa ada upaya persiapan untuk mendinginkan makanan.

Sisi Kesehatan

Masak Enak Jadi Mudah

Ada yang beranggapan makan dengan tangan adalah kebiasan yang kurang bersih. Padahal faktanya, anggota tubuh bagian tangan tidak hanya memiliki bakteri jahat tapi juga bakteri baik yang memiliki manfaat. Disebutkan dalam Penelitian dari dunia kedokteran, tangan mengandung enzim RNase yang dihasilkan tiga jari utama, yaitu ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Enzim ini dapat menekan bakteri pathogen, atau bakteri yang kerap menimbulkan keracunan makanan. Tidak hanya itu, sistem pencernaan pun dapat lebih terlindungi dari bakteri berbahaya. Namun pastikan sebelum makan telah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Tidak hanya pencernaan, gerakan yang terlihat sederhana namun konsisten dan terus menerus makan dengan menggunakan tangan dapat membantu melancarkan sirkulasi darah. Dimulai dengan proses mencampur makanan hingga suapan ke mulut membuat sendi jari bergerak dengan aktif. Saat tangan menyentuh makanan, saraf ujung jari akan mengirim sinyal pesan ke otak yang diteruskan ke perut untuk melepaskan enzim yang dibutuhkan pencernaan.

Selain itu ada penelitian yang menarik. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Clinical Nutrition Journal, diabetes tipe 2 kerap muncul karena kebiasaan makan dengan cepat menggunakan alat makan. Sedangkan manfaat makan dengan tangan diyakini mampu memperlambat proses makan yang berlangsung dan mengontrol proporsi suapan yang masuk ke mulut sehingga dapat mencegah obesitas juga. Namun tergantung juga dengan jenis makanan yang dikonsumsi ya.

Makanan merupakan bahan pokok kehidupan bagi manusia selain sandang dan papan. Apapun kebiasaan makanmu, tentunya kembali ke preferensi  dan seleramu. Namun pastikan tangan maupun alat makan dan hidangan yang kamu makan terjaga kebersihannya. Masak sendiri bisa jadi alternatif untuk menjamin kehigienisan makanan Anda. Ada cara praktis untuk makan tanpa memikirkan bumbu dan bahan, kamu bisa pilih apapun bumbu sesuai menu yang kamu inginkan dan order di cairo food. Untuk katalog selengkapnya bisa klik link ini ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *