13 Bahaya Minum Air Es Bagi Kesehatan

Minum air es memang menyegarkan ketika cuaca panas. Air es juga bisa menghidrasi tubuh ketika kelelahan dan setelah olahraga. Namun mengonsumsi air es atau air dingin bisa memberikan dampak buruk bagi tubuh apabila dilakukan setiap hari. Berikut 12 bahaya minum air es secara berlebihan.

Mengganggu Sistem Pencernaan

Salah satu alasan untuk menghindari konsumsi air es secara berlebihan adalah dampak pada sistem pencernaan yang cukup serius. Air es akan menyebabkan kontraksi pada pembuluh darah dan juga membatasi pencernaan. Secara alami sistem pencernaan akan menyerap nutrisi namun jika mengonsumsi air es, maka akan menghambat proses tersebut.

Hal ini dikarenakan fungsi tubuh akan teralihkan, yang awalnya berfokus pada penyerapan dan penyebaran nutrisi menjadi pengaturan suhu tubuh untuk menyesuaikan suhu dingin dari air es yang diminum. Tubuh perlu mengeluarkan energi tambahan untuk mengatur suhu tubuh kembali normal. Padahal energi ekstra tersebut diperlukan untuk pencernaan yang tepat dan menyerap nutrisi. Ini terjadi ketika meminum atau memakan sesuatu yang memiliki suhu sangat rendah termasuk air es.

Penyumbatan Pada Usus

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa air es akan menghambat penyerapan makanan, dan ternyata menjadi penyebab penyumbatan pada usus. Hal ini juga dikarenakan proses penghancuran makanan di dalam usus menjadi terganggu ketika meminum air es. Suhu rendah dari jenis air ini, menyebabkan struktur makanan yang masuk ke dalam tubuh menjadi beku, termasuk lemak. Hal ini membuat lemak pada saluran usus menumpuk. Dampak tersebut menjadi awal penyumbatan pada usus dan mengganggu fungsi pencernaan secara maksimal.

Memperlambat Detak Jantung

Selanjutnya alasan lain yang juga membuat air es berbahaya bagi kesehatan yaitu dapat menurunkan detak jantung. Meminum air es dapat merusak kontrol saraf vagus yaitu saraf yang biasa mengontrol aktivitas bawah sadar tubuh, diantaranya memberi isyarat kepada otot perut untuk mendorong makanan ke dalam usus dan aktivitas detak jantung. Saraf vagus juga termasuk bagian integral dari sistem saraf. Ketika kita minum air es, membuat kinerja saraf vagus pun menurun. Pola hubungan ini melatarbelakangi alasan detak jantung akhirnya melambat. Detak jantung yang melambat lama-kelamaan membuat tubuh kekurangan oksigen, yang mungkin bisa membuat pingsan, pusing, dan sesak napas.

Menyebabkan Pusing

Minum air es bisa menyebabkan melebarnya pembuluh darah di sekitar kepala. Hal ini disebabkan oleh perubahan suhu tubuh yang mendadak setelah minum air es. Ini juga berkaitan dengan metabolisme tubuh yang terganggu ketika tubuh tidak bisa langsung beradaptasi dengan suhu yang lebih rendah. Gejala ini dikenal dengan brain freeze yang terjadi ketika banyak saraf sensitif di tulang belakang menjadi dingin dan beku sesaat. Akumulasi dari penyebab tersebut membuat otak kekurangan oksigen dan tubuh menyampaikan pesan ke otak berupa sakit kepala.

Menaikkan Berat Badan

Minum air dingin setelah makan ternyata dapat menaikkan berat badan. Hal ini terjadi ketika sistem pencernaan terganggu sehingga mengurangi kemampuan tubuh dalam memecah lemak. Suhu air dingin membekukan lemak dan makanan yang menyulitkan tubuh untuk memecah lemak yang tidak diinginkan. Secara khusus berat badan meningkat akan dibarengi dengan penimbunan lemak perut yang semakin bertambah. Pembekuan lemak terjadi pada peredaran darah, yang membuat aliran darah menjadi terhambat dan mengganggu proses pembakaran dan metabolisme tubuh.

Di dalam perut manusia terdapat bantalan lemak yang berfungsi untuk menghangatkan, termasuk menghangatkan air es ketika masuk ke dalam tubuh. Ketika air es dikonsumsi maka bantalan lemak ini akan bertambah. Inilah yang diterjemahkan dalam bentuk perut buncit terutama jika tidak diseimbangkan dengan olahraga secara teratur. Jika ingin mengonsumsi air dingin setalah makan, maka perlu menunggu setidaknya 30 menit setelah makan agar mengurangi penumpukan lemak.

Sakit Tenggorokan

Air es memang tidak menyebabkan sakit tenggorokan secara langsung. Namun minum air es untuk beberapa orang bisa memicu batuk. Saat tubuh terkena batuk maka akan menghasilkan peradangan pada tenggorokan. Dengan kata lain minum air es bisa memperparah gejala sakit tenggorokan yang sangat tidak nyaman.

Ini mungkin dikenal sebagai radang tenggorokan ketika lendir di lapisan kerongkongan dipicu oleh minuman dingin. Lendir merupakan pelembab alami yang dihasilkan oleh tubuh untuk menghangatkan cairan dingin yang tertelan, termasuk air es. Namun air es bukanlah nutrisi yang diperlukan oleh tubuh sehingga lendir yang dihasilkan di dalam pipa justru membuat tenggorokan sakit.

Lebih Mudah Haus

Ketika tubuh mengonsumsi air dingin memang dalam sekejap membuat tubuh lebih segar. Namun tanpa disadari air es juga membuat kita menjadi lebih sering haus. Minum air es sebenarnya memperlambat proses rehidrasi tubuh bukan mempercepatnya. Hal ini terjadi karena tubuh perlu membawa air dingin ke suhu yang benar terlebih dahulu sebelum diserap oleh tubuh. Oleh sebabnya ketika tubuh dehidrasi maka cukup meminum air mineral biasa agar cairan tubuh terpenuhi. Namun hal ini sedikit berbeda untuk para atlet lari yang memang membutuhkan mekanisme respon tubuh yang tertunda dalam menyerap air. Sehingga air dingin lebih cocok dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan saat lari pada jarak menengah maupun jauh.

Menurunkan Imunitas

Mengonsumsi air es dapat mengurangi pelepasan sitokin. Sitokin merupakan protein yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh untuk menjalani berbagai fungsi penting. Pengurangan sitokin dapat menurunkan respon imun terhadap infeksi yang pada akhirnya menyebabkan kekebalan tubuh menurun. Selain itu minum air es juga membuat tubuh menghasilkan lendir berlebihan yang pada akhirnya menurunkan fungsi sistem kekebalan tubuh, sehingga seseorang cenderung lebih mudah terkena pilek atau flu.

Menurunkan Fungsi Limpa

Sistem limpa terdiri atas organ limpa yang berwarna merah keunguan, dan terletak di belakang lambung. Organ limpa dapat menyaring sel darah merah, menyimpan cadangan darah, dan melindungi tubuh dari infeksi. Dalam proses kerjanya, organ limpa membutuhkan suhu normal agar berfungsi dengan baik. Namun ketika mengonsumsi air es maka kinerja limpa akan menurun dan terhambat yang membuat fungsi-fungsi dari organ tersebut tidak berjalan dengan baik. Limpa yang sehat padahal dapat melindungi tubuh dari patogen penyebab infeksi dan penyakit.

Memicu Terbentuknya Batu Ginjal

Kandungan zat oxalate dalam air es memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi tubuh. Air es dapat memicu terbentuknya batu ginjal yang kemudian akan memberikan dampak pada keselamatan. Sebaiknya penuhi asupan air putih biasa sesuai pedoman gizi seimbang, yakni sekitar 2 liter sehari. Hal ini ditujukan untuk mencegah pembentukan batu ginjal serta mengeluarkan batu ginjal yang berukuran kecil.

Apabila anda bosan mengonsumsi air putih biasa, bisa sesekali mengonsumsi jus lemon atau sesekali menambahkan perasan jeruk nipis pada air putih. Rasa asam dari minuman ini juga dipercaya bisa menghambat pembentukan batu ginjal.

Menghilangkan Nutrisi Di Dalam Tubuh

Mengonsumsi air es dalam jumlah yang banyak akan membuat tubuh bekerja terlalu keras untuk mengatur suhu tubuh menjadi normal. Hal ini membuat energi tubuh kurang untuk mencerna nutrisi makanan yang dikonsumsi. Alhasil nutrisi menjadi tidak terserap secara optimal dan justru dibuang oleh sistem sekresi. Meskipun minum air es membuat anda segar dalam jangka pendek, namun faktanya air es mampu menguras energi dalam jangka panjang untuk menghangatkan air ke suhu rata-rata.

Memberi Efek Kejutan Pada Tubuh

Air es berbahaya dikonsumsi setelah berolahraga karena memberi efek kejutan pada tubuh. Setelah olahraga tubuh disarankan untuk mengonsumsi air putih dengan suhu rata-rata, bukan suhu yang terlalu dingin ataupun yang terlalu panas. Biasanya mengonsumsi air es setelah berolahraga akan menyebabkan ketidaksesuaian suhu yang sangat drastis dalam tubuh. Selain itu, tubuh juga tidak dapat menyerap air es secara langsung, sehingga mengonsumsi air es setelah olahraga tidak disarankan. Sebaliknya air es justru bisa menyebabkan nyeri pada perut dan pusing karena perubahan suhu yang mendadak.

Sering Buang Air Kecil

Saat tubuh terlalu banyak meminum air es, maka menyebabkan usus halus yang terletak di belakang kandung kemih menjadi lebih dingin. Hal ini menyebabkan kandung kemih mengirimkan sinyal ke otak untuk sering membuang air kecil yang sulit untuk ditahan. Sering buang air kecil sebenarnya tidak berbahaya, akan tetapi terdapat dampak lain yang sebenarnya tidak disadari. Buang air kecil terlalu sering akan membuat tubuh kehilangan zat yang dibutuhkan seperti potasium dan sodium dalam jumlah yang banyak. Apabila anda tetap ingin mengonsumsi air es terutama setelah berolahraga, maka biasanya perlu menambahkan sedikit garam untuk menyeimbangkan elektrolit yang terbuang saat berolahraga maupun saat buang air kecil terlalu sering.

Semua bahaya dari meminum air es dapat terjadi apabila air es dikonsumsi terlalu berlebihan sehingga tidak memberi tubuh air mineral biasa maupun minuman yang menyehatkan lainnya. Sebaliknya jika mengonsumsi air es dalam batas wajar, maka memberikan manfaat bagi kesehatan. Namun apabila memiliki dampak yang lebih buruk setelah mengonsumsi air es, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mengetahui komplikasi yang mungkin terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *