11 Manfaat Propolis Untuk Kesehatan

Produk turunan lebah selain madu, royal jelly, dan bee pollen ternyata juga menghasilkan apa yang disebut propolis. Propolis adalah zat resin atau getah tumbuh-tumbuhan yang digunakan oleh lebah untuk menutupi sekaligus memperbaiki celah pada sarangnya, ini disebut juga lem lebah. Propolis digunakan untuk menutupi lubang kecil dengan ukuran maksimal 6 mm, sementara untuk lubang yang lebih besar biasa menggunakan malam lebah.

Propolis memiliki warna yang tergantung dengan sumber tumbuhannya, tetapi biasanya berwarna coklat tua. Teksturnya lengket terutama pada suhu ruangan di atas 20 derajat Celcius. Sementara jika suhu udara lebih rendah, maka propolis akan menjadi keras dan rapuh.

Penggunaan propolis untuk kesehatan dan bidang lainnya sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu. Pada awalnya pendeta Mesir Kuno menggunakan propolis sebagai salah satu bahan untuk mengawetkan mumi. Di sisi lain, di negara Arab, propolis yang berwarna hitam diidentifikasi sebagai sisa kotoran dari sarang lebah oleh Ibnu Sina. Sementara malam yang berwarna bening dikenal sebagai bahan untuk membuat sarang.

Di daerah lain, tepatnya di Yunani, propolis digunakan sebagai pengobatan alami terhadap bisul. Sementara bangsa Asiria Kuno meyakini bahwa propolis adalah obat alami untuk melawan kanker dan tumor. Lebih lanjut, di Georgia, propolis juga diaplikasikan sebagai pengobatan tradisional untuk mengobati kutil, gangguan pernapasan, luka bakar, dan angina. Dengan demikian, propolis sudah menjadi bahan yang banyak digunakan sebagai pengobatan tradisional di era kuno.

Kandungan Gizi Propolis

Kandungan getah propolis sangat beragam, tergantung dari lokasi sarang, jenis pohon, jenis bunga, maupun aktivitas lebah yang membuatnya. Misalnya madu propolis dari Eropa pasti tidak akan sama dengan kandungan gizi dari madu Asia. Oleh sebabnya dalam setiap hasil penelitian kandungan gizi propolis akan menunjukkan proporsi nilai yang berbeda.

Meski demikian bisa dikatakan bahwa setidaknya terdapat 300 jenis senyawa aktif yang terkandung dalam propolis. Beberapa kandungan yang paling umum ialah resin, balsam, minyak aromatik, serbuk sari, dan bahan organik lainnya.

Zat yang terkandung sebagai nutrisi dari propolis biasanya berbentuk antioksidan berupa polifenol dan flavonoid. Dua jenis antioksidan ini sangat terkenal sebagai senyawa yang dapat melawan penyakit dan kerusakan pada sel dan jaringan organ. Kandungan gizi lain dari propolis diantaranya karbohidrat, lemak, protein, magnesium, kalium, natrium, zat besi, vitamin B, vitamin C, dan vitamin E.

Manfaat Propolis

Dari kandungan gizi tersebut, propolis membawa sejumlah manfaat bagi kesehatan. Berikut 12 manfaat propolis yang perlu anda ketahui.

Menyembuhkan Luka Kulit

Manfaat propolis untuk menyembuhkan luka di kulit didapat dari kandungan senyawa yang disebut pinocembrin. Ini adalah senyawa khusus dari flavonoid yang berfungsi sebagai anti-jamur dan anti-inflamasi. Sifat ini akan berperan penting dalam mempercepat penyembuhan luka. Cara kerjanya dengan mempercepat penggantian sel-sel baru dan meregenerasi kulit yang mengalami kerusakan. Hal ini ditemukan dari sebuah studi berjudul Propolis: A New Frontier For Wound Healing? yang diterbitkan tahun 2015.

Tak hanya itu, dalam penelitian lainnya yang berjudul Effect of Propolis on Mast Cells in Wound Healing menemukan bahwa ekstrak propolis efektif untuk mengurangi sel mast yaitu sel yang menyebabkan peradangan dan memperlambat penyembuhan luka terutama luka pasca operasi. Manfaat ini juga bisa untuk membantu menyembuhkan jenis luka bakar ringan.

Mengontrol Kadar Gula Darah Dan Kolesterol

Manfaat selanjutnya dari propolis ialah mampu mengontrol kadar gula darah dan kolesterol. Propolis dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil serta mencegah terjadinya resistensi insulin yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2. Ini berhubungan erat dengan aktivitas hipoglikemik dan beberapa efek positif yang menurunkan resiko diabetes tipe 2.

Secara lebih lanjut, propolis juga dapat mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Manfaat ini menjadikan propolis aman dikonsumsi untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung.

Meredakan Gejala Herpes Genital

Propolis yang terkandung dalam produk obat salep oles diketahui dapat mengurangi gejala cold sores dan nyeri akibat herpes genital. Dalam sebuah penelitian jurnal yang dimuat dalam Phytotheraphy Research menemukan bahwa menggunakan propolis sebagai obat oles sebanyak 3 kali sehari dapat menyembuhkan gejala cold sore atau lenting. Herbal ini juga ampuh untuk melawan virus herpes di dalam tubuh sehingga akan mencegah terjadinya gejala penyakit terkait.

Memiliki Efek Anti-Kanker

Dalam sebuah penelitian studi penelitian tahun 2012, propolis ternyata memiliki efek anti-kanker yang dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Ini juga termasuk mengurangi kemungkinan sel kanker berubah menjadi penyakit kanker. Penghambatan pertumbuhan sel kanker juga dapat dilakukan dengan mencegah perjalanan sel kanker saat memberikan sinyal ke sel kanker lainnya.

Dalam sebuah penelitian yang dimuat pada Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, menjelaskan bahwa mengonsumsi propolis dapat menjadi pelengkap terapi khususnya dalam tahap pengobatan kanker payudara karena efeknya sebagai anti-tumor pada sel kanker payudara.

Mengatasi Demam Berdarah

Dalam uji klinis tahun 2010 oleh HDI Group of Companies Indonesia menghasilkan bahwa propolis dapat dijadikan obat alami untuk menyembuhkan demam berdarah. Manfaat ini hanya dapat dirasakan apabila seseorang tidak mengalami penyakit kronis seperti penyakit jantung, ginjal, atau sindrom shock dengue (DBS). Memberikan ekstrak propolis sebanyak 300 mg terhadap pasien demam berdarah setiap harinya akan menunjukkan hasil perbaikan pada gejala. Hal ini juga didukung dengan adanya peningkatan jumlah trombosit dan penurunan demam pada pasien.

Mengatasi Gangguan Gastrointestinal

Dalam sebuah penelitian berjudul Herbal Medicines Useful to Treat Inflammatory and Ulcerative Gastrointestinal Disorders: Preclinical and Clinical Studies menemukan bahwa propolis dapat membantu mengobati gangguan gastrointestinal. Gejala dari gangguan ini termasuk pencernaan yang tidak lancar, colitis, userativa, kanker saluran pencernaan, dan bisul. Manfaat ini didapatkan dari kandungan asam caffaic phenethyl ester (CAPE), artepilin c, kaempferol, dan galangin di dalam propolis. Kandungan ini terbukti mampu membunuh bakteri pathogen, salah satunya bakteri H. pylori.

Mencegah Gigi Berlubang

Manfaat propolis berikutnya berhubungan dengan kesehatan gigi. Sesuai dengan hasil penelitian Biological and Pharmaceutical Bulletin membuktikan bahwa senyawa yang ditemukan dalam propolis dapat membantu melawan terjadinya gigi berlubang. Hal ini dilakukan dengan membantu menghambat pertumbuhan bakteri patogen pada mulut. Biasanya jenis bakteri yang paling umum menyebabkan gigi berlubang adalah Streptococcus mutans.

Manfaat ini juga termasuk membantu menghentikan pertumbuhan Streptococcus mutans yang biasa menempel pada gigi. Untuk menggunakan propolis, biasanya cukup teteskan sebanyak 2-3 tetes ke gigi secara langsung yang dirasa rentan terhadap masalah gigi berlubang. Bisa juga dengan meneteskannya ke dalam air putih lalu dijadikan sebagai obat kumur atau langsung ditelan. Ramuan ini juga bisa digunakan untuk mengobati permasalahan mulut lain yang bersifat ringan.

Meringankan Nyeri Dan Pembengkakkan Pada Sendi

Seperti yang diketahui nyeri dan pembengkakkan pada sendi biasanya disebabkan oleh sebuah peradangan misalnya penyakit osteoarthritis. Biasanya penyakit ini memang bisa disembuhkan menggunakan obat-obatan medis, mencukupi waktu istirahat, serta menjaga keseimbangan berat badan.

Namun, bahan alami seperti propolis juga dikenal mampu mengatasi nyeri dan radang sendi seperti ini. Untuk menggunakan propolis sebagai obat nyeri bisa dengan meneteskan pada air minum untuk dikonsumsi sekali setiap hari hingga rasa nyeri mereda.

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Daya tahan tubuh yang baik maka akan membuat tubuh tidak mudah terserang penyakit atau infeksi. Kandungan anti-inflamasi dan anti-bakteri dalam propolis membuat sistem pertahanan tubuh bekerja maksimal. Akan tetapi, perlu diingat bahwa menjaga daya tahan tubuh perlu dibarengi dengan rutin berolahraga, konsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat yang cukup serta mengurangi stres.

Menjaga Kesehatan Otak

Propolis mengandung anti-inflamasi dan antioksidan yang ternyata dapat mendukung perbaikan jaringan saraf dan otak sekaligus meningkatkan daya ingat. Ini menunjukkan bahwa mengonsumsi propolis dapat mengurangi resiko terjadinya pikun karena usia atau dikenal dengan sebutan demensia. Dengan demikian, propolis mampu meringankan resiko terjadinya gangguan pada fungsi kerja otak.

Menjaga Kesehatan Kulit

Manfaat selanjutnya dari propolis ternyata mampu mengontrol sel kulit mati, meredakan inflamasi pada wajah, serta dapat mengurangi jerawat yang tengah meradang. Sifat anti-radang pada propolis dipercaya mampu membantu mengatasi berbagai masalah kulit sehingga kerap digunakan sebagai bagian dari bahan perawatan diri.

Sebagai perawatan kulit, propolis dapat membantu mengurangi pigmentasi dan kemerahan pada permukaan kulit akibat peradangan. Bahan ini juga membantu memperbanyak produksi kolagen yang mampu menjaga kelembapan, kesehatan, dan peradangan pada kulit. Biasanya getah ini dapat dioleskan secara langsung pada kulit yang bermasalah, namun tidak disarankan untuk pemilik kulit sensitif. Getah lebah ini juga dapat diminum sebagai tablet, dicampurkan dengan air atau disemprotkan langsung ke dalam mulut sekali sehari untuk mendapatkan seluruh manfaat tersebut.

Resiko Alergi Terhadap Propolis

Dari sejumlah manfaat yang ditawarkan dari propolis, sayangnya tidak semua orang dapat mengonsumsi dan menikmati manfaat dari propolis. Getah lebah ini tidak disarankan untuk seseorang yang memiliki alergi terhadap lebah maupun produk turunan dari lebah. Sementara tablet isap yang dijual di pasaran dari propolis ini dapat menyebabkan iritasi maupun bisul di mulut bagi sebagian orang.

Lebih lanjut, pada kondisi tertentu juga propolis tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit tertentu, misalnya penderita asma. Reaksi alergi yang ditimbulkan dari efek samping dari herbal ini mungkin membuat gejala asma semakin memburuk. Selain itu, ibu hamil dan menyusui, seseorang yang menjalani gangguan pendarahan, serta hendak melakukan operasi, juga tidak disarankan untuk mengkonsumsi propolis.

Dengan demikian, untuk menghindari efek samping dari obat herbal ini maka pastikan membeli produk propolis yang asli serta selalu gunakan dosis yang tepat. Untuk hasil yang lebih baik, anda mungkin bisa mengkonsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi propolis sebagai suplemen kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *