13 Tips Hidup Bahagia Setelah Bercerai

Perceraian pasti bukan sesuatu yang diharapkan ketika memutuskan untuk menikah. Namun tidak bisa dipungkiri, terkadang hidup berjalan tidak sesuai rencana dan hal yang tidak kita inginkan dapat terjadi kapan saja, termasuk perceraian. Kalau sudah di posisi ini, satu-satunya yang harus dilakukan adalah melanjutkan hidup dan berbahagia. Meskipun sangat normal untuk mengalami beberapa tingkat kesedihan pada awalnya, tetapi tidak ada alasan bahwa tingkat kesediaan awal ini akan bertahan lama. Berikut 12 tips hidup bahagia setelah perceraian yang mungkin dapat mempermudah anda melewati perubahan hidup ini.

Bersyukur Atas Diri Sendiri

Katakan pada diri sendiri bahwa “tidak ada lagi kesedihan yang berlarut-larut”. Artinya anda harus mengerti bahwa segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang direncanakan, namun begitulah kenikmatan hidup. Syukuri bahwa anda masih bisa bertahan, masih dapat memutuskan sesuatu tanpa paksaan dan masih bisa menjalani kehidupan dengan diri yang lebih kuat. Menyalahkan ketidakadilan atas semua masalah yang terjadi, tidak akan membantu dalam menyelesaikan kesedihan pasca perceraian. Sebaliknya, bersyukurlah atas hal-hal baik dalam hidup anda dan mulailah memikirkan masa depan.

Temukan Lingkungan Supportif

Menemukan lingkungan supportif artinya mendekatkan diri dan bercerita dengan teman baik dan keluarga. Mereka adalah orang yang selalu dibutuhkan saat keterpurukan, termasuk pasca perceraian terjadi. Pastikan menghabiskan lebih banyak waktu bersama lingkungan yang supportif dan membawa pengaruh positif. Oleh sebabnya, jauhi atau lupakan sejenak lingkungan yang toxic, yang membuat anda lebih terpuruk dan semakin berpikir negatif. Orang-orang seperti ini tidak dibutuhkan untuk menciptakan keindahan hidup di masa depan anda.

Bantuan Profesional

Jika dalam kasus tertentu, perceraian membuat kesedihan anda tak kunjung hilang maka sebaiknya pertimbangkan untuk meminta bantuan profesional. Mengunjungi psikolog atau psikiater tidak menjadi masalah, karena beberapa orang merasakan trauma mendalam dan hancur secara emosional ketika bercerai. Tak perlu malu mengakui segalanya di hadapan profesional, demi hidup anda yang lebih baik. Pastikan untuk mencari bantuan profesional berlisensi terutama spesialis dalam bidang hubungan asmara dan rumah tangga.

Evaluasi Diri Sendiri

Lakukan evaluasi diri dengan jujur mengenai alasan hubungan pernikahan anda gagal. Ini merupakan keberlanjutan dari tahap menyelesaikan kesedihan awal. Intropeksi diri adalah bagian penting dari sebuah kegagalan, termasuk perceraian. Ini akan memberikan anda pemahaman untuk tidak melakukan hal yang sama dan menumbuhkan rasa optimis untuk memperbaiki hidup di masa depan. Singkatnya, anda yang paling tahu apa yang salah dan bagaimana memperbaikinya.

Berhenti Menyalahkan Mantan Pasangan

Jangan menghabiskan waktu dan energi untuk terus membenci dan menyalahkan mantan pasangan anda. Hal ini merupakan sesuatu yang tanpa sadar akan menyulitkan anda sendiri. Tidak peduli seberapa besar penderitaan atau alasan yang harus dimengerti dari pasangan yang meninggalkan anda, tetap harus optimis terhadap diri sendiri.

Singkatnya, pasangan anda tidak berutang penjelasan apapun untuk memuaskan ketidakpahaman atau sakit hati anda. Maka lebih baik mengambil waktu dan energi yang ada, untuk melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat, seperti melakukan hobi, mendekatkan diri pada Tuhan, belajar hal baru dan berkumpul dengan orang-orang terdekat, tanpa bayang-bayang mantan pasangan.

Menikmati Waktu untuk Mengenali Diri

Pelajari kembali apa yang anda suka atau tidak suka, sebagai seseorang dewasa dan utuh. Beberapa orang memang dapat “kehilangan” sebagian identitas dan jati diri ketika sudah bersama orang lain selama bertahun-tahun, seperti makanan yang tidak anda suka namun terpaksa memakannya demi menghargai pasangan, atau keterpaksaan bekerja di bidang yang tidak disukai karena harus menopang keluarga anda.

Maka setelah bercerai, anda dapat mengumpulkan potongan-potongan yang hilang tentang diri anda dan menyatukannya kembali. Gunakan dan nikmati waktu untuk mengingat kembali kebiasaan, hobi dan kepribadian anda sebelum menikah. Fokuslah pada hal-hal positif tentang diri sendiri, tanpa memikirkan pendapat pasangan anda.

Lakukan Hobi

Setelah mengenali kembali diri anda sendiri, maka seharusnya anda akan menemukan hobi baru atau hobi lama anda yang mungkin tidak sempat anda lakukan. Gunakan kebebasan hidup sendiri dan mandiri setelah bercerai untuk mendedikasikan lebih banyak waktu melakukan hobi. Namun apabila anda tidak memiliki hobi yang spesifik, dapat mulai memikirkan sesuatu yang anda suka dan ingin dilakukan, meskipun terkesan konyol di mata orang lain. Misalnya, bergabung dengan klub kutu buku, mencoba resep makanan baru yang unik, solo-travelling, menonton anime atau memelihara hewan kesukaan anda.

Menyadari Peran Baru

Setelah memahami dan menerima perceraian, maka anda harus mulai hidup dengan peran baru anda. Bila sebelumnya belanja, memasak, mengurus rumah tangga, bekerja dan sebagainya, dilakukan bersama-sama atau sistem bagi tugas, namun sekarang anda harus terbiasa untuk melakukan segalanya sendiri.

Menghidupi diri sendiri dan mengurus kebutuhan diri sendiri adalah peran baru anda yang harus dilakukan. Alih-alih melihat peran baru ini sebagai beban, lebih baik meyakini bahwa ini adalah kesempatan anda hidup mandiri, keluar dari zona nyaman dan mengembangkan skill anda yang sebelumnya terkesan tidak dibutuhkan. Jangan takut untuk mencoba hal baru, karena belajar adalah investasi jangka panjang.

Berfokus Pada Hal-hal yang Dapat Anda Kendalikan

Tips ini mungkin sederhana namun membutuhkan sedikit usaha untuk bisa melakukannya. Tidak peduli seberapa besar luka lama yang ada dan masa lalu yang menyakitkan, namun jika anda menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan, mengeluh, atau berharap pada proses bersama kembali, maka akan membuat anda semakin merasa kesedihan yang mendalam. Maka perlu untuk berfokus pada hal-hal yang dapat anda kontrol. Anda perlu menggunakan energi untuk membuat hidup bahagia dan menjadi lebih baik, maka berfokus pada hal tersebut saja.

Kurangi pola pikir negatif yang menyuarakan bahwa harus menyenangkan semua orang. Ingat bahwa, anda memiliki kapasitas tersendiri. Maka setelah bercerai seharusnya anda berfokus pada diri sendiri, daripada memenuhi harapan orang di sekitar anda yang mungkin mustahil dilakukan. Mimpi dan harapan yang tidak terpenuhi menyebabkan penderitaan.

Satu-satunya hal terbaik yang dapat dilakukan adalah tetap berpegang pada nilai-nilai anda dan membuat pilihan terbaik yang anda bisa, meski mengorbankan kebahagiaan orang lain. Namun jika anda sudah memiliki anak, maka fokuslah pada diri sendiri dan anak, karena memang bahagia bersama anak adalah kehidupan yang lebih baik setelah bercerai.

Membuat Tujuan Hidup

Tujuan dapat mendorong individu untuk maju dan memotivasi untuk melakukan yang terbaik. Luangkan waktu untuk memikirkan di mana dan bagaimana anda ingin hidup dalam enam bulan atau satu tahun kedepan. Proses mempersiapkan tujuan juga membuat anda teralihkan dan berfokus pada masa depan, sehingga akan mengurangi waktu anda untuk merenung.

Tuliskan tujuan yang jelas dan realistis, serta langkah-langkah yang perlu dipersiapkan dan dilakukan. Selain itu, dalam membuat tujuan anda juga harus mulai menata ulang keuangan anda. Ini mungkin jarang dipikirkan ketika dalam periode patah hati, namun setelah bercerai anda harus sadar bahwa anda menafkahi diri sendiri dan bekerja untuk diri sendiri. Maka pastikan keuangan anda sehat, seperti memulai investasi, membuat daftar prioritas dan memikirkan tentang penghasilan tambahan.

Merawat Diri dan Menjaga Kesehatan Fisik

Tidak ada salahnya untuk merawat diri setelah bercerai. Mungkin ketika anda berperan sebagai suami atau istri, lebih sedikit waktu yang ada untuk merawat diri anda atau bahkan tidak sama sekali. Manfaatkan waktu ini untuk melakukan perawatan diri, mulai dari yang sederhana seperti menggunakan masker wajah, menggunakan pelembab dan serum maupun mengonsumsi suplemen kesehatan kulit. Selain perawatan untuk kecantikan, perlu juga merawat kesehatan mental dengan mulai membaca buku, mendengarkan musik yang menenangkan, melakukan peregangan, atau berjalan-jalan di luar.

Sementara itu, kesehatan fisik juga tidak boleh diabaikan setelah bercerai. Menjalani perceraian membuat stres pada tubuh dan pikiran, dan ini sangat wajar terjadi. Namun jika dibiarkan secara terus-menerus, akan menjadi awal penyakit menjangkiti tubuh anda. Ingat bahwa fisik yang sehat akan membawa kesehatan mental yang lebih baik, begitu sebaliknya.

Mulai mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk mengkonsumsi buah, rempah alami untuk meningkatkan imunitas. Perlu juga mencukupi tidur dan istirahat, serta berolahraga setiap hari minimal selama 30 menit untuk memastikan kebugaran tubuh tetap terjaga. Meskipun anda depresi setelah perceraian, namun jangan mencoba menyakiti diri dengan terus-terus memakan makanan cepat saji, menggunakan obat terlarang, maupun tidur sepanjang hari.

Hidup Bahagia Bersama Anak

Untuk anda yang bercerai dan dapat hidup bersama anak, maka hiduplah bahagia bersama anak. Mungkin pada awalnya mengurus anak seorang diri akan terasa berat dan tidak mampu, namun percayalah setelah terbiasa melakukannya ini akan menyenangkan. Tanamkan dalam pola pikir anda bahwa perceraian adalah hal berat dan anak anda mungkin mengalami trauma yang mendalam. Oleh sebabnya anda perlu menyesuaikan diri dengan keadaan ini, mendukung anak dan memulai rutinitas baru bersama anak.

Tips ini dapat dimulai dengan mulai menghabiskan waktu bersama, seperti menonton film bersama, mengajak anak memasak, menghabiskan waktu kosong untuk bercerita dengan orang tua lain, atau mendaftarkan anak ke kelas tambahan. Pada intinya, apapun yang dilakukan, anda harus mulai menjadikan kebahagiaan anda dan anak adalah priotitas setelah perceraian.

Mencari Pasangan Baru

Menjalin hubungan dengan orang baru setelah mengalami perceraian pasti bukanlah hal yang mudah. Perceraian dapat menjadi hal yang menyakitkan dan membutuhkan waktu yang lama untuk move on sepenuhnya. Ketika anda sudah berhasil bangkit dari masa lalu dan terbebas dari bayangan mantan pasangan, maka artinya anda siap menata hati dan mulai mencari pasangan baru. Pasangan baru dibutuhkan untuk menjalani hidup yang lebih baik, misalnya membantu mengurusi anak, saling merawat ketika sakit atau untuk melengkapi kekosongan hati. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang memang membutuhkan seseorang yang selalu ada dan bersama menjalani hidup hingga masa tua.

Akan tetapi, pastikan anda tidak menutupi masa lalu mengenai perceraian, karena kejujuran menjadi kunci suatu hubungan bertahan. Jangan khawatir, mencari pasangan baru atau memulai hubungan tidak perlu dilakukan dengan terburu-buru. Anda perlu mempersiapkan mental untuk menghadapi orang baru dan mengikhlaskan masa lalu. Tak hanya itu, mencari pasangan baru artinya memberi kesempatan untuk berkomunikasi dan berkenalan lebih baik dengan pasangan anda, agar tidak mengalami kejadian yang serupa.

Hidup bahagia setelah bercerai adalah sebuah proses. Tidak ada mantra apapun yang dapat membuat anda lupa mengenai masa lalu yang menyakitkan dan langsung bahagia secara instan. Menyadari bahwa ini adalah proses maka anda harus melewatinya, terlepas dari kesulitan yang mungkin dijalani. Pasti selalu ada hari-hari dimana anda masih bersedih, namun pada akhirnya kaki harus tetap melangkah dan membangun harapan baru untuk bisa hidup bahagia setelah bercerai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *