8 Fakta Gaziantep, Tidak Selalu Soal Kuliner

8 Fakta Gaziantep, Tidak Selalu Soal Kuliner
8 Fakta Gaziantep, Tidak Selalu Soal Kuliner

Gaziantep bisa dikatakan sebagai salah satu kota terbesar, tertua dan terpadat di Turki. Kota ini terletak di bagian tenggara Turki, wilayah Anatolia, bagian Asia dari Turki. Kota yang terkenal karena kulinernya ini sebenarnya telah ada sejak masa Paleolitikum, dan terus dihuni secara berkelanjutan.

Sebenarnya nama Gaziantep ini memiliki proses selama bertahun-tahun di dalamnya. Sebelumnya kota ini dikenal dengan nama Ayıntap, translasi dari kata Aīntab(عين تاب) yang merupakan nama kota ini dalam bahasa Turki era Ottoman.

Lalu setelah bulan Februari tahun 1921, nama kota ini berubah menjadi Gazi Ayıntap karena telah bertahan dari gempuran Prancis saat masa Perang Kemerdekaan Turki. Lalu pada tahun 1928 hingga sekarang, kota ini menyandang nama Gaziantep, atau dalam bahasa Turki kasual sering juga disebut dengan nama Antep

Sehingga tidak aneh jika Gaziantep memiliki banyak sekali museum dan berbagai situs bersejarah lainnya, baik di kawasan perkotaan atau di pinggiran kota. Karena sejatinya, wilayah Gaziantep kaya akan peninggalan-peninggalan kuno dari berbagai zaman.

Secara geografis, Gaziantep yang juga adalah tetangga dekat dari Antakya ini turut menjadikannya salah satu kota dengan letak yang strategis dalam perdagangan di zaman dulu. Karena Antakya sendiri bisa dikatakan masuk ke dalam kawasan Levantine, yang merupakan salah satu komponen dari jalur sutra yang legendaris.

Kota ini adalah pusat budidaya kacang pistachio, zaitun dan anggur. Sehingga Gaziantep turut menjadi salah satu kota terpenting di Turki layaknya Istanbul dan Ankara. Kota yang juga berbatasan langsung dengan Suriah ini sebenarnya memiliki berbagai fakta selain kulinernya, seperti 8 fakta berikut ini yang sayang untuk dilewatkan!

Sister City dari Surabaya

Sister City dari Surabaya
Sister City dari Surabaya

Konsep dasar dari sister city, atau secara umum disebut sebagai twin cities ini mirip seperti sahabat pena. Kedua kota yang dipasangkan biasanya memiliki berbagai kesamaan, baik itu dari segi demografi ataupun dari masalah yang sedang dihadapi.

Kerja sama yang digagas pada tahun 2019 ini akan berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif, pengembangan Sumber Daya Manusia, serta promosi budaya dan pariwisata. Namun tidak menutup kemungkinan jika kontak sosial antara masyarakat Gaziantep dan Surabaya akan lebih sering terjadi di masa depan.

Dari kedua kota ini juga, sebenarnya banyak sekali keunggulan yang bisa dilakukan bersama-sama. Seperti promosi pariwisata alam yang dimiliki Surabaya, pertukaran pelajar antara universitas yang berdomisili di Gaziantep dan Surabaya, ataupun promosi bisnis batik. Selain itu, sama halnya dengan Gaziantep, Surabaya juga memiliki berbagai tempat bersejarah yang tidak dimiliki oleh Gaziantep.

Dalam konteks ini, Gaziantep dan Surabaya sama-sama berperan sebagai salah satu kota industri untuk masing-masing negara, serta luas dan jumlah penduduknya juga hampir sama. Belum lagi saat kerja sama ini digagas, kedua kota juga sama-sama dipimpin oleh walikota perempuan. Sehingga nama sister city dirasa cocok untuk kerja sama antara Gaziantep dan Surabaya.

Penduduk di Gaziantep

Penduduk di Gaziantep
Penduduk di Gaziantep

Tercatat jika Gaziantep memiliki total penduduk sebanyak 2.069.364 penduduk. Kepadatan penduduknya sendiri sebanyak 199,844 orang dalam satu kilometer persegi.

Tingkat kepadatan ini menjadikan Gaziantep sebagai salah satu kota terpadat di Turki, bergandengan dengan kota-kota metropolitan lain seperti Istanbul, Ankara, Izmir ataupun Antalya.

Kawasan Industri di Gaziantep

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, Gaziantep adalah salah satu kota industri di Turki, yang juga berdampingan dengan titelnya sebagai kota yang kaya akan sejarah layaknya Istanbul.

Meski pastinya, dengan kepadatan penduduk yang lebih rendah dari Istanbul, kawasan industri di Gaziantep bisa dikatakan lebih tertata dan tidak terlalu dekat dengan pemukiman padat penduduk.

Karena sekalipun memiliki pengelolaan limbah yang baik, namun kawasan industri sebaiknya berada jauh dari kawasan berpenghuni untuk memastikan kualitas udara yang dihirup, serta kualitas air yang dipakai oleh penduduk sekitar tetap memiliki kualitas yang baik.

Lalu industri apa saja yang berada di Gaziantep, dan juga letak kawasan industrinya? Kawasan industri dari salah satu kota tertua di Turki ini diketahui terletak di bagian utara kota, tempat yang bisa dikatakan sedikit penduduknya jika dibandingkan di pusat atau di bagian selatan kota. Selain distribusi logistik, kota ini memiliki beberapa pabrik makanan, plastik, bahan kimia, dan juga tekstil seperti karpet dan kain wool.

Pengungsi Suriah

Belakangan ini masalah pengungsi sudah menjadi hal klasik di Turki, baik itu pengungsi dari Suriah ataupun dari negara lain seperti Afghanistan yang selalu masuk melalui kota di perbatasan Turki, seperti halnya Van ataupun Gaziantep itu sendiri. Sebagai wilayah yang bertetangga secara langsung dengan Suriah, Gaziantep setidaknya menjadi salah satu pintu masuk bagi pengungsi asal Suriah.

Kini setelah pengungsi Suriah disebar ke berbagai kota di Turki, setidaknya tercatat ada sekitar 500.000 pengungsi di sana. Para pengungsi Suriah juga berpendapat jika kehidupan mereka di Gaziantep jauh lebih baik dari saudara-saudara mereka di Libanon atau Jordan, meski tentunya kehidupan mereka di Turki masih jauh dari kata tenang, sekalipun mereka tetap memiliki cara masing-masing untuk berekspresi.

Selain itu, banyak pengungsi Suriah juga yang berencana untuk melanjutkan perjalanan ke Eropa, atau berkeinginan untuk pulang ke tanah air tercinta setelah Turki berusaha sekuat tenaga untuk membuat zona aman agar para pengungsi bisa hidup tenang di luar teritori Turki.

Kekayaan Sejarah

Setidaknya terdapat dua saksi bisu yang telah menyaksikan perkembangan dari kota yang menjadi asal dari baklava di Turki ini. Bangunan pertama adalah Kastil Gaziantep. Bangunan yang didominasi oleh bebatuan ini terdapat di sebuah bukit di pusat kota Gaziantep, menjadikannya situs bersejarah yang cukup mencolok.

Tidak hanya berjalan-jalan di dalam kastil yang sudah disimpan cukup banyak patung perunggu, kita juga bisa menikmati pemandangan kota dari atas, lalu sekedar mengambil potret pemandangan kota di sana.

Di sekitar kastil juga terdapat cukup banyak toko makanan dan souvenir yang menjajakan berbagai jenis barang. Mulai dari kacang, toko elektronik, toko perkakas rumah, hingga komponen untuk penutup kepala wanita khas Turki ada di sana. Sehingga selain kawasan wisata, daerah sekitar Gaziantep juga merupakan salah satu tempat berbisnis.

Lalu tempat kedua adalah Kuil Mithras, salah satu kuil Hindu yang diketahui di Turki. Karena ternyata ada satu kuil lagi dengan nama yang sama, namun terletak di Diyarbakir, sebuah kota yang tidak terlalu jauh dari Gaziantep. Tidak seperti Kastil Gaziantep tadi, Kuil Mithras terletak jauh dari kawasan perkotaan. Secara spesifik, kuil yang kabarnya kini telah ditutup karena berdekatan dengan proyek pembangunan rel kereta api ini terletak di sebuah desa bernama Dülük, sebelah utara dari pusat kota Gaziantep.

Meski berbentuk sebuah kuil, namun kuil ini sejatinya berada di bawah tanah, sehingga jika tempat ini kembali dibuka, ada baiknya untuk membawa senter jika ingin menikmati bagian dalam kuil yang dihubungkan oleh gua bawah tanah ini. Tidak perlu terlalu khawatir, karena sudah ada sebuah jalan yang dibuat dari kayu agar wisatawan bisa menikmati kesunyian kuil bawah tanah ini.

Selain kedua situs tersebut, Gaziantep adalah salah satu kota yang memiliki segudang museum dan bangunan bersejarah lainnya seperti masjid-masjid tua layaknya Kurtuluş Camii, sebuah masjid yang dulunya berfungsi sebagai gereja yang dibangun oleh orang-orang Armenia di masa Dinasti Ottoman.

Deretan museum di Gaziantep dimulai dari Museum Mosaik Zeugma, berbagai macam Museum Etnografi yang menunjukkan berbagai momen bersejarah, Museum Arkeologi Gaziantep, bahkan hingga Museum Kacang, Museum Dapur, atau Museum Pemandian Umum. Kebanyakan dari museum ini terletak di bangunan dengan arsitektur klasik, yang kebanyakan adalah hasil renovasi dari bangunan tua di Gaziantep.

Wisata Kuliner

Wisata Kuliner
Wisata Kuliner

Kebanyakan turis akan selalu mengaitkan Gaziantep dengan baklava atau penganan lainnya, dan hal itu memang menjadi salah satu dari daya tarik utama kota ini. Gaziantep sangat terkenal dengan produk kacang-kacangan, khususnya pistachio. Sehingga tidak aneh jika toko yang menjual kacang-kacangan akan lebih banyak di sini.

Selain toko kacang, banyak sekali restoran, kafe, atau sekedar kedai teh yang menjual berbagai penganan lezat. Sudah menjadi rahasia di antara orang Turki, jika menu utama andalan di Gaziantep adalah olahan daging dan roti, seperti halnya lahmacun, döner, kebap dan kurufasulye, yaitu nasi yang dibumbui dengan kacang dan berbagai rempah lain. Mereka banyak beropini jika penganan Gaziantep memiliki ciri khas yang hanya bisa didapat dari penduduk asli kota ini.

Tidak hanya makanan utama, di Gaziantep juga bertebaran banyak kios yang menjual makanan penutup. Seperti halnya para penjual baklava, kadayıf dan juga dondurma. Dengan titelnya sebagai produsen utama kacang pistachio di Turki, dan letak geografisnya yang berdekatan dengan kota Kahramanmaraş, yaitu kota kelahiran dondurma alias es krim Turki yang terkenal keras dan sulit mencair, menjadikan kualitas dan orisinalitas makanan penutup dari Gaziantep tetap terjaga dengan baik.

Tidak hanya itu, baklava di Turki menyebar dari kota ini. Sehingga kelezatan yang didapat dari baklava Gaziantep juga akan berbeda dan sangat khas, terutama jika dibuat dengan kacang pistachio dengan kualitas tinggi.

Sehingga tidak aneh jika Gaziantep diibaratkan sebagai surga bagi para pecinta kuliner oleh banyak orang. Bahkan UNESCO telah menjadikan penganan yang berasal dari Gaziantep sebagai salah satu yang terpenting di dunia.

Produk Kerajinan Dari Gaziantep

Tidak hanya kaya akan makanan lezat dan sejarah yang panjang, Gaziantep juga terkenal dengan kerajinan tembaga dan karpetnya yang indah. Bahkan terdapat sebuah pasar tradisional yang menjadi pusat dari perniagaan kerajinan tembaga di pusat kota Gaziantep, namanua Bakırcılar Çarşısı, atau Pasar Pengerajin Tembaga. Meski nyatanya, banyak juga toko-toko yang menjajakan hal yang sama selain di pasar ini.

Para pengerajin tembaga ini kebanyakan akan membuat beberapa mainan kuda, cerek teh, kendi tembaga, nampan tembaga berukiran indah, guci-guci indah nan artistik, bahkan hingga bagian bulan dan bintang yang biasa dipasang di puncak kubah masjid.

Selain kerajinan tembaga, Turki juga terkenal dengan karpet indah berkualitas tinggi. Terdapat cukup banyak pabrik karpet di kota ini, bahkan sudah banyak karpet yang diekspor untuk memenuhi permintaan pelanggan di luar Turki. Produksi karpet di Gaziantep juga tidak berputar pada satu nuansa tradisional yang khas, tetapi terus berkembang seiring waktu dan tren yang terus berganti dengan sangat cepat dan dinamis.

Universitas Gaziantep

Gaziantep adalah salah satu kota yang telah memiliki universitas sejak lama, yaitu Universitas Gaziantep. Universitas ini sendiri adalah universitas negeri terbaik di wilayah tersebut. Diketahui jika universitas ini telah berdiri sejak tanggal 7 Juni 1987, namun pendidikan magister dan doktoral sendiri telah berlangsung sejak tahun 1973.

Saat ini Universitas Gaziantep tercatat memiliki 22 departemen yang tergabung dalam 10 fakultas berbeda. Selain itu, pihak rektorat juga turut membuka 3 fakultas di Suriah guna menunjang kualitas pendidikan di sana.

Menurut peringkat di situs CWUR atau Center for World University Ranking, Universitas Gaziantep sendiri menempati peringkat 1040, terpaut 578 peringkat dari Universitas Indonesia yang berada pada peringkat 1618.

Hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi para pencari beasiswa, yang mengharapkan kualitas pendidikan yang lebih tinggi dari yang ada di Indonesia namun tidak mau merasakan culture shock yang terlalu keras. Secara nasional juga, Universitas Gaziantep menduduki peringkat 12, sehingga kualitas lulusannya juga cukup dipertimbangkan.

Meskipun memiliki banyak departemen yang berfokus pada bidang teknologi dan sains, namun Universitas Gaziantep sendiri juga telah memperluas jangkauannya pada bidang pendidikan, sosial, dan juga seni. Tidak cukup sampai disitu, Universitas Gaziantep juga memiliki Departemen Pariwisata, yang menjadi salah satu departemen favorit di Turki.

Untuk lokasi kampus juga, Universitas Gaziantep adalah tipikal yang lebih memudahkan penghuni kampus. Karena universitas ini langsung berhadapan dengan pemukiman penduduk, bahkan bersebelahan dengan kebun binatang. Karena nyatanya, banyak universitas di Turki yang letaknya menjauhi keramaian, seperti halnya Universitas Koç yang dikelilingi hutan, atau Universitas Ege yang berdekatan dengan pemukiman elit.

Sekalipun dikenal karena keberadaan baklava, keberadaan Gaziantep lebih dari sekedar baklava atau penganan lainnya yang memiliki cita rasa tinggi. Gaziantep adalah tentang bagaimana arti dari sebuah perjuangan hidup, upaya bertahan di tengah kesulitan, keramah tamahan di dalamnya, serta berbagai mahakarya dari berbagai cabang seni yang terdapat di dalamnya.

Infographic 8 Fakta Gaziantep, Tidak Selalu Soal Kuliner
Infographic 8 Fakta Gaziantep, Tidak Selalu Soal Kuliner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *