Sering Mengantuk? Simak Salah Satu Penyebabnya

Rasa kantuk yang tidak tertahankan pasti tidak nyaman dan akan menghambat produktivitas sehari-hari. Secara umum waktu tidur yang dibutuhkan orang dewasa berkisar 7-9 jam per hari. Namun meskipun waktu tidur anda sudah cukup, tidak menutup kemungkinan bahwa anda masih bisa merasa ngantuk secara terus menerus. Tentu saja perasaan kantuk ini sangat tidak nyaman bahkan bisa membahayakan keselamatan anda.

Terdapat istilah lain untuk menyebut kondisi sering mengantuk yakni excessive daytime sleepiness (EDS). Istilah ini didefinisikan sebagai ketidakmampuan mata untuk mempertahankan terjaga dan waspada yang membuat sering menguap selama siang hari, bahkan secara tidak sengaja membuat anda tertidur. Sering mengantuk adalah satu keluhan paling umum yang dirasakan oleh banyak orang di seluruh dunia. Namun ini bukan sesuatu yang sifatnya terjadi dalam beberapa hari saja, melainkan hingga berbulan-bulan. Sering mengantuk bukan sesuatu yang mudah disembuhkan atau diatasi, terutama jika ini disebabkan oleh penyebab potensial yang membutuhkan penanganan khusus.

Berikut beberapa penyebab dan penjelasan lengkap mengapa anda sering mengantuk.

Masalah Kesehatan Medis Tertentu

Kantuk, kelelahan, dan perasaan lemah adalah beberapa gejala paling umum yang disebabkan oleh gangguan kondisi medis tertentu. Penyebab umum sering mengantuk pada siang hari antara lain sebagai berikut.

Masalah Kejiwaan

Mudah mengantuk bisa disebabkan karena adanya gangguan pada kejiwaan seseorang. Masalah kejiwaan ini berkaitan dengan mental, emosional, atau psikologis misalnya perasaan bosan. Bagian saraf otak tidak menerima informasi atau rangsangan yang menyenangkan ketika anda bosan, yang akhirnya membuat kadar adenosin yang banyak di dalam tubuh. Ini mengirimkan respon ke tubuh berupa perasaan mata yang terus-terusan mengantuk.

Akan tetapi, mudah mengantuk juga dikaitkan dengan masalah kejiwaan yang lebih serius seperti depresi, bipolar, skizofrenia, dan post-traumatic stress disorder (PTSD). Jenis gangguan jiwa tersebut jika tidak ditangani dengan baik maka menyebabkan gangguan tidur yang berlarut-larut hingga semakin parah. Penderita gangguan jiwa akan selalu merasa mengantuk di siang hari maupun di pagi hari meskipun waktu tidur sudah melebihi waktu yang disarankan. Ini disebut hipersomnia yang menyebabkan penderita bisa tidur kapanpun karena kantuk tak tertahankan.

Anemia

Seseorang yang mengalami anemia memiliki kandungan sel darah merah atau hemoglobin yang rendah. Sel darah merah yang kurang bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke semua organ tubuh. Anemia ditandai dengan kelelahan, kelemahan, sensitif terhadap dingin, pusing, sakit kepala, dan detak jantung semakin cepat. Jenis anemia yang paling umum berasal dari kekurangan zat besi. Anemia akan menyebabkan kurangnya oksigen ke seluruh tubuh sehingga membuat rasa kantuk terus menerus yang dibarengi dengan perasaan yang sangat lelah. Kondisi ini membuat kurang bersemangat melakukan aktivitas sehari-hari sehingga membutuhkan perawatan termasuk suplemen zat besi, perubahan pola makan, hingga transfusi sel darah merah.

Penyakit Autoimun

Pada penyakit autoimun sistem kekebalan tubuh secara keliru mengidentifikasi bagian tubuh yang normal sebagai patogen berbahaya seperti virus, bakteri, atau jamur. Hal ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh akan melancarkan serangan yang justru menyebabkan kerusakan jaringan dan peradangan kronis di dalam tubuh. Penyakit autoimun diyakini berkontribusi terhadap kelelahan yang berlebihan termasuk masalah dengan suplai oksigen dan nutrisi, metabolisme dan gangguan sistem saraf pusat.

Gejala ini kemudian akan mensugesti otak untuk selalu ingin tidur dan mengantuk. Apabila anda curiga bahwa memiliki penyakit autoimun, maka memerlukan tes darah untuk mendiagnosis penyakit ini. Lebih dari 80 jenis autoimun telah diidentifikasi, namun hingga sekarang penyakit ini tidak dapat disembuhkan, meski dapat dikelola dan diminimalisir sebaik mungkin.

Sindrom Kelelahan Kronis

Sindrom kelelahan kronis adalah sindrom kelelahan yang tidak hilang dengan istirahat dan dikaitkan dengan gejala flu serta disfungsi kognitif. Ini juga ditandai dengan kelelahan yang memburuk setiap harinya dan menyebabkan penurunan produktivitas yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Sejauh ini penyebab sindrom kelelahan kronis belum sepenuhnya dipahami. Namun hal ini dikaitkan dengan infeksi, respon fisik terhadap stres kronis, autoimun, serta aktivitas inflamasi. Tidak ada obat untuk sindrom ini yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA), tetapi biasanya untuk mengobati penyakit ini sering menggunakan kombinasi antivirus, antidepresen, obat tidur, dan suplemen nutrisi untuk mengatasi gejala tertentu.

Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Penyakit paru obstruktif kronis menyebabkan mengi, sesak dan kesulitan untuk bernapas. Para pengidap penyakit ini apabila tidak segera diobati, maka gejalanya akan semakin memburuk. Asumsinya apabila seseorang menderita kesulitan bernapas akan menyebabkan kelelahan dan ini memicu rasa kantuk berlebihan. Namun berkat perkembangan ilmu pengetahuan, penderita penyakit paru obstruktif kronis bisa mengelola kelelahan dan melakukan latihan pernapasan. Tak hanya itu, metode perawatan ini sekaligus membangun kebiasaan sehat agar dapat tidur lebih berkualitas. Dampaknya anda tidak mengalami kantuk di siang hari.

Diabetes

Kelelahan dan rasa mengantuk terus-menerus merupakan gejala yang umum terjadi pada penderita diabetes. Hal ini diamini dengan istilah sindrom kelelahan diabetes. Ketika kadar gula darah rendah, maka akan menggangu pengiriman nutrisi ke otot yang pada akhirnya menyebabkan ketidakseimbangan hormon, kekurangan gizi, dan kondisi medis atau psikologis yang tumpang tindih. Hal tersebut kemudian menyebabkan mata terus mengantuk dan tubuh selalu merasa lelah.

Penyakit Jantung

Seseorang yang mengalami kantuk berlebihan bahkan di pagi dan siang hari bisa menjadi peringatan dini bahwa adanya kondisi gagal jantung atau penyakit jantung koroner. Kondisi ini membatasi jumlah darah yang mengalirkan oksigen untuk masuk ke otot dan jantung. Ini berdampak pada penurunan fungsi jantung dan otak serta kekurangan oksigen yang pasti akan menguras energi, hingga membuat tubuh seseorang kelelahan. Tak hanya ditandai dengan rasa kantuk terus menerus, beberapa gejala lain yang mungkin berkaitan dengan penyakit jantung meliputi sesak napas, nyeri, detak jantung tidak teratur, hingga kaki bengkak.

Infeksi

Infeksi meliputi covid-19, influenza, dan mononukleosis yang biasa ditandai oleh demam, diare, batuk, dan nyeri otot. Biasanya jenis infeksi tersebut juga menyebabkan kelelahan namun akan sembuh ketika infeksi terobati. Dalam beberapa kasus, kelelahan tetap ada setelah penyakit tersebut hilang. Hal ini disebut kelelahan pasca-virus yang akhirnya menyebabkan gangguan pada tidur.

Infeksi membuat tubuh terus mengantuk dalam beberapa minggu, bahkan setelah dinyatakan sembuh dari infeksi. Perawatan untuk kondisi mengantuk pasca-virus tergantung pada jenis virus yang terlibat, gejala yang dialami, dan dampak lain yang tertinggal di dalam tubuh setelah menyembuhkan infeksi utama. Perawatan yang paling umum menggunakan obat anti-virus dan imunoterapi.

Menopause

Sejak transisi ke masa menopause yakni masa perimenopause dan berlanjut ke tahap awal pasca-menopause dikaitkan dengan masalah kelelahan, keringat di malam hari, ketidakteraturan menstruasi, perubahan suasa hati, sakit kepala dan masalah kognitif. Kelelahan menopause menyebabkan gangguan tidur dan stres sehingga sulit beraktivitas dan berinteraksi dengan sosial.

Tentu saja masalah ini menyebabkan kantuk datang terus menerus karena tidak adanya kegiatan yang dapat membuat fokus. Menopause bukanlah suatu penyakit yang perlu diobati, sehingga kantuk yang datang karena kelelahan menopause bisa diatasi. Hal ini dilakukan dengan membuat diri anda lebih nyaman dan memanajemen stress. Biasanya pengelolaan perubahan karena menopause dilakukan dengan terapi pergantian hormon, obat anti depresen, olahraga termasuk berjalan, berenang, dan senam.

Kehamilan

Saat mengalami kehamilan maka secara otomatis tubuh mengalami perubahan drastis sehingga dapat menyebabkan kelelahan. Biasanya gejala ini paling parah pada trimester pertama dan trimester ketiga meski beberapa orang dapat mengalami kelelahan sepanjang kehamilan mereka. Penyebab kelelahan meliputi energi yang dibutuhkan menjadi lebih banyak, peningkatan metabolisme, fluktuasi hormon, gangguan tidur karena nyeri, dan penyakit bawaan sehingga mengganggu kualitas tidur.

Kelelahan normal membuat ibu hamil terus mengantuk. Namun bila dibarengi dengan banyak istirahat, mengurangi aktivitas terlalu berat, makan makanan dengan gizi seimbang, serta tetap aktif biasanya akan memperbaiki kualitas tidur dan mencegah kantuk di siang hari. Namun jika kelelahan justru terus meningkat, maka ini berkaitan dengan depresi, anemia, atau diabetes gestasional yang mungkin dialami ketika masa kehamilan.

Penyakit Tiroid

Ketidakseimbangan hormon tiroid dapat menyebabkan EDS atau kantuk berlebihan di siang hari. Baik itu kadar tiroid yang tinggi (hipertirodisme) atau kadar tiroid yang rendah (hipotiroidisme) dikaitkan dengan kebutuhan iodine atau yodium pada tubuh. Gejala penyakit tiroid biasanya mudah lelah dan pusing, lebih sensitif, wajah bengkak, suara menjadi serak, sembelit, hingga otot-otot terasa lemah, nyeri, dan kaku.

Tentu saja gejala-gejala tersebut menyebabkan menurunnya kualitas tidur di malam hari yang pada akhirnya membuat seseorang sering mengantuk. Pada dasarnya kelenjar tiroid menghasilkan beberapa hormon untuk mengatur metabolisme sehingga memiliki efek besar terhadap kesehatan secara umum. Oleh sebab itu, penyakit pada tiroid harus segera ditangani, secara medis karena sangat mungkin memicu komplikasi seperti obesitas, penyakit gondok, dan cedera pada saraf.

Faktor Gaya Hidup

Beberapa gaya hidup sangat mungkin menyebabkan kantuk terus menerus di siang hari dan penurunan tingkat energi. Ini berkaitan dengan diet, gaya hidup sedentari, kebisaan tidur, bekerja terlalu keras, jadwal kerja hingga stres.

Diet

Apabila seseorang melakukan diet ekstrim biasanya akan membuat tubuh kekurangan nutrisi, sehingga tubuh tidak memiliki energi yang cukup pada proses metabolisme tubuh. Secara logika ketika tubuh merasa lapar maka secara otomatis menybabkan ngantuk dan lelah terus-menerus. Penyebab rasa ngantuk berlebihan yang berhubungan dengan diet utamanya meliputi kekurangan vitamin dan mineral, terutama vitamin B12, vitamin D, dan zat besi. Selain itu adanya fluktuasi gula darah baik yang terlalu tinggi atau yang terlalu rendah, mengkonsumsi kafein dan diet tinggi lemak juga menyebabkan kantuk.

Secara khusus seseorang yang sedang diet namun secara tidak sadar mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi, maka akan mempengaruhi kadar mengantuk seseorang pada siang hari sehingga menurunkan kemampuan seseorang untuk bergerak aktif. Dengan kata lain saat tubuh kekurangan asupan nutrisi namun kelebihan lemak, maka rasa lemas dan kantuk pada siang hari sangat umum terjadi.

Gaya Hidup Sedentari

Gaya hidup sedentari merupakan kebiasaan yang menunjukkan kemalasan untuk bergerak, dan membuat seseorang lebih suka duduk atau berbaring dalam waktu yang sangat lama sehingga melakukan aktivitas fisik sangat sedikit. Aktivitas fisik yang minim cenderung membuat seseorang lebih mungkin mengalami gelisah, kecemasan meningkat, kualitas tidur yang memburuk, dan dengkuran saat bernapas. Ini juga dikaitkan dengan tingkat depresi yang lebih tinggi, peningkatan sindrom metabolik, serta peningkatan eksposur ke layar gadget.

Gejala dan sebab tersebut jelas membuat seseorang sulit tidur di malam hari namun terus mengantuk di siang hari. Meski jika dipaksakan untuk tidur sekalipun, maka sangat sulit untuk bisa tidur nyenyak. Penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kualitas tidur akibat gaya hidup sedentari dengan melakukan lebih banyak aktivitas fisik yang bermanfaat seperti latihan kekuatan, olahraga aeorobik, atau sekedar peregangan. Beberapa pekerjaan rumah juga cukup membuat seseorang memperbanyak aktivitas fisik seperti memasak, mencuci, menyirami tanaman hingga membersihkan rumah.

Kebiasaan Tidur Yang Buruk

Penyebab paling umum dari gaya hidup yang membuat seseorang selalu merasa mengantuk yang paling jelas adalah kebiasaan tidur yang buruk. Saat seseorang terlalu sering begadang dan tidur tidak cukup, pasti membuat bangun menjadi tidak segar dan sepanjang hari akan merasa lelah dan ngantuk. Kebiasaan tidur yang buruk juga termasuk tidur di lingkungan yang berisik atau panas, kurangnya rutinitas sebelum tidur, berolahraga dalam beberapa jam sebelum tidur, dan tidur di siang hari secara umum membuat seseorang akan terlalu mengantuk keesokan harinya. Kebiasaan tidur yang buruk harus diperbaiki meski memang tidak mudah, namun bisa dibarengi dengan konsultasi dengan dokter untuk menemukan alasan mengapa di malam hari anda tidak bisa tidur nyenyak.

Bekerja dan Berolahraga Terlalu Berlebihan

Bekerja maupun berolahraga terlalu berlebihan akan membuat organ tubuh beraktivitas fisik dengan terpaksa. Pada akhirnya membuat tubuh kelelahan dan sulit pulih hanya dalam semalam. Hal ini membuat keesokan harinya anda merasa lelah, tidak termotivasi hingga mengalami insomnia pada hari-hari berikutnya.

Terlalu memaksakan diri dalam bekerja mapun berolahraga akan menurunkan kinerja, menyebabkan depresi dan sensitivitas, sakit di sekujur tubuh, cedera, kegelisahan, lebih sering sakit hingga berat badan yang tidak stabil. Dalam keadaan ini, anda membutuhkan bedrest untuk memulihkan tubuh anda yang terlalu lelah. Namun di lain hari anda perlu memanajemen waktu dengan baik agar dapat memaksimalkan aktivitas fisik dan memberi kesempatan tubuh untuk tidur.

Stres

Seseorang yang mudah stres secara psikologis dapat berdampak besar pada gangguan tidur, sehingga membuat seseorang tidak berenergi dan selalu merasa mengantuk. 43 persen orang dewasa memaparkan bahwa mereka terjaga di malam hari dan mengalami kurang tidur sehingga menghambat produktivitas sehari-hari. Sementara 45 persen orang melaporkan bahwa kurang tidur membuat mereka lebih stres. Berikutnya, 37 persen melaporkan bahwa mereka mengalami lelah yang berlebihan karena stres.

Dengan kata lain, seseorang yang sedang stres berkolerasi positif dengan kurangnya tidur secara berkelanjutan. Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini dengan menurunkan tingkat stres dan mengelola stres secara lebih baik, yakni dengan berpikir positif. Namun disadari bahwa hal ini tidak mampu dilakukan oleh semua orang, sehingga mungkin bagi anda yang mengalaminya bisa membicarakan dengan psikolog maupun psikiater untuk membantu mengelola stres.

Gangguan Tidur

Gangguan tidur merupakan suatu masalah yang mengakibatkan seseorang mengantuk dan kelelahan di siang hari secara berlebihan sehingga membutuhkan perawatan medis atau obat-obat tertentu untuk mengurangi gejalanya.

Circadian Rhythm Disorder

Circadian Rhythm Disorder merupakan gangguan pada jam biologis yang tidak sinkron dengan aktivitas dan ingkungan. Gangguan ini menyebabkan kesulitan tidur, bangun selama siklus tidur, atau bangun terlalu dini namun tidak dapat kembali untuk tidur. Beberapa jenis Circadian Rhythm Disorder terdiri atas sindrom fase tidur lanjutan yaitu keadaan yang membuat seseorang tertidur dan bangun lebih awal dari yang diinginkan biasanya sekitar 3 jam.

Ada juga sindrom fase tidur tertunda yang mirip insomnia sehingga menyebabkan kesulitan tidur, namun sulit juga untuk bangun. Sementara itu ada pula jenis gangguan tidur jet lag yang berupa rasa kantuk pada siang hari dan sulit tidur di malam hari setelah seseorang melakukan perjalanan jarak jauh dengan pesawat sehingga harus melewati zona waktu yang berbeda. Perawatan yang efektif untuk mengobati Circadian Rhythm Disorder termasuk terapi cahaya, melatonin, obat penenang, dan mengubah perilaku yang bisa meningkatkan keteraturan dalam waktu tidur.

Insomnia

Insomnia mungkin sudah tidak asing bagi masyarakat dunia yang dikenal sebagai kondisi kesulitan tidur. Orang yang mengalami insomnia cenderung merasa ngantuk berlebihan, tubuh lelah dan selalu menguap namun tidak dapat tertidur atau tidur tidak nyenyak. Insomnia bisa juga berupa bangun pagi-pagi sekali dan tidak bisa tidur kembali.

Biasanya dokter sulit menemukan penyebab insomnia dan kaitannya dengan potensi gangguan tidur lainnya. Namun setidaknya beberapa cara yang dapat mengurangi insomnia seperti meluangkan waktu untuk melakukan relaksasi, mengonsumsi makanan sehat dan olahraga secara teratur, kurangi konsumsi minuman beralkohol maupun berkafein, jauhkan gadget saat anda ingin tidur, pertahankan jam tidur yang teratur, dan pastikan selalu menjaga kebersihan tempat tidur.

Narkolepsi

Apabila seseorang mengalami rasa kantuk berlebihan di siang hari, hal ini mungkin adalah gejala narkolepsi. Narkolepsi juga ditandai dengan tidak mampunya seseorang untuk menahan kantuk dan rasa ingin tidur di luar waktu tidur yang normal. Narkolepsi membuat keinginan tidur muncul secara tiba-tiba sehingga menyebabkan tubuh tertidur untuk waktu yang singkat pada waktu yang tak terduga.

Gejala narkolepsi yakni seseorang merasakan ototnya lemas tiba-tiba terutama saat merasakan kegembiraan hingga terjatuh. Narkolepsi juga menyebabkan indikasi yang lebih buruk atau narkolepsi akut. Hal ini ditandai dengan kelumpuhan seseorang saat tidur atau terbangun, sehingga tidak dapat menggerakkan tubuh, yang biasa disertai oleh halusinasi.

Sindrom Kaki Gelisah

Sindrom kaki gelisah atau restless leg syndrome adalah gangguan tidur akibat kaki yang tidak bisa dikendalikan untuk bergerak secara terus menerus. Gangguan ini biasanya menyebabkan sensasi tidak nyaman pada kaki sehingga mendorong kaki untuk bergerak terutama di malam hari. Keadaan yang paling umum dari penyakit ini melibatkan gerakan menyentak tiba-tiba yang terjadi selama tidur sehingga sangat mungkin mengganggu tidur.

Belum ditemukan penyebab pasti seseorang bisa menderita sindrom kaki gelisah, namun obat-obatan biasanya diresepkan untuk penyakit ini. Sementara perawatan lain yang mungkin bisa mengurangi sindrom kaki gelisah dengan latihan rutin, menghindari kafein, menggunakan handuk panas, dingin atau pijatan untuk meredakan ketidaknyamanan pada kaki, mengonsumsi suplemen zat besi dan memanajemen stres.

Sleep Apnea

Sleep apnea atau apnea tidur adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan terhenti selama sekitar 10 detik, namun sebanyak ratusan kali selama tidur. Sleep apnea sangat berbahaya karena membuat tubuh kekurangan oksigen dan menyebabkan sesak. Akibatnya penderita sleep apnea akan mengalami kesulitan tidur di sepanjang malam. Hal ini membuat kantuk datang terus menerus pada siang hari saat tubuh seharusnya beraktivitas.

Kekurangan oksigen akibat sleep apnea juga bisa menimbulkan masalah lain seperti detak jantung yang tidak teratur, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Sleep apnea biasanya terjadi pada penderita obesitas sehingga penurunan berat badan akan membantu mengurangi gejalanya. Namun bisa juga diobati dengan dua perawatan medis, yakni menggunakan mesin khusus untuk memasok udara ke tenggorokan atau menggunakan pelindung mulut untuk menahan rahang bawah sedikit ke depan, agar mencegah saluran pernapasan tersumbat.

Demikian beberapa penyebab rasa kantuk yang datang terus menerus terutama di siang hari. Beragam faktor yang menyebabkan kantuk bisa diatasi dengan memenuhi nutrisi, mengurangi konsumsi alkohol dan kafein, mengatur jadwal kerja dan olahraga dengan tidak berlebihan, hingga memanajemen stres dengan lebih baik. Namun beberapa penyebab mengantuk juga bisa disebabkan oleh gangguan tidur dan kondisi medis tertentu, sehingga membutuhkan peran dokter, obat-obatan dan terapis untuk mengembalikan kualitas tidur. Perbaikan kualitas tidur secara langsung berdampak pada hilangnya rasa kantuk yang berlebihan ketika anda beraktvitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *