Sejarah Bekam Serta 5 Manfaatnya Untuk Tubuh

Pengobatan alternatif sering dijadikan pilihan masyarakat untuk dapat mengobati penyakit yang dideritanya. Salah satu pengobatan alternatif yang sering kali di sebutkan adalah Bekam. Bekam adalah pengobatan yang menggunakan cupping untuk menyedot darah kotor dalam tubuh. Namun begitu, bagaimana sejarahnya pengobatan ini? Dan apa saja manfaatnya untuk tubuh? Simak di bawah ini:

Sejarah Bekam

Menurut sejarahnya Bekam sudah lama dikenal, yaitu sejak zaman kerajaan Sumeria salah satu peradaban kuno di Mesopotamia. Pengobatan cara ini terus berkembang sampai pada Zaman Nabi Muhammad SAW, dimana orang-orang menggunakan tanduk, tulang sampai gading gajah untuk dijadikan cup nya. Pengobatan ini akhirnya dikenal di luar Jazirah Arab, seperti China kuno yang kemudian menyebutnya ‘al hijamah’ dan digantikan dengan kaca.

Pengobatan dengan teknik bekam ini bahkan memiliki catatan yang sangat panjang. Dikembangkan pada sekitar 3000 SM oleh bangsa Persia, bahkan umat Nabi Yusuf AS, terkenal pandai melakukan pengobatan bekam. Pada abad ke-18, bangsa Eropa juga menggunakan metode pengobatan ini namun memanfaatkan lintah untuk menyedot darah kotor. Hal tersebut bahkan membuat banyak perdagangan import lintah ke negara-negara Eropa dan lebih dikenal dengan leech theraphy, dimana masih terdapat metode ini sampai sekarang. Namun dengan perkembangan zaman yang semakin modern pengobatan ini pun di modifikasi dengan mengikuti ketentuan ilmiah yang berlaku.

Pengobatan ala Nabi

Pada zaman Rasulullah SAW, bekam merupakan salah satu pengobatan yang biasa dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama sahabatnya. Pengobatan ini merupakan peninggalan dari tradisi yang telah ada lebih dulu namun pada zaman Nabi SAW kemudian dilakukan sesuai dengan wahyu yang diberikan Allah SWT sehingga tidak melanggar syariat agama. Nabi pun menganjurkan untuk melakukan pengobatan secara bekam ini kepada sahabat dan umatnya seperti dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya pengobatan paling ideal yang kalian gunakan adalah bekam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu juga diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, “Rasulullah SAW pernah di bekam oleh Abu Thoibah” (Bukhori dan Muslim). Riwayat lainnya, “Ali bin Abi Thalib berkata, ‘Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW dengan perintah berbekam pada titik al-akhdain (urat leher) dan al-kahil (pundak)’.” (Al Dailami).

Kemudian dalam riwayat lain dari Ashim bin Umar bin Qatadah ra, dia memberitahukan bahwa Jabir Abdullah ra pernah menjenguk al-Muqni’ ra, dia bercerita, “Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya di dalamnya terkandung kesembuhan’.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, Hakim, Baihaqi). Dalam riwayat lain, dari Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda: “Kalian harus berbekam dan menggunakan al-qusthul bahri.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, an Nasai)

Dari hadits dan riwayat tersebut dapat dilihat bahwa pengobatan yang di anjurkan oleh Nabi SAW juga di praktekkan langsung oleh Beliau, maka banyak ulama yang sepakat jika melakukan bekam adalah sunnah.

Manfaat Pengobatan Bekam

Meningkatkan Imnunitas Tubuh

Melakukan pengobatan bekam dapat membantu tubuh untuk meningkatkan sistem imun, hal tersebut dikarenakan metode ini dapat melindungi dan menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan tubuh. Zat kimia yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan, polusi udara, kuman dan lain sebagainya memicu kadar oksidasi meningkat dan dapat merusak sel tubuh. Metode ‘blood letting’ pada bekam dapat memperbaiki mikrosirkulasi dan fungsi sel dengan cepat, jadi ketika melakukan bekam secara berulang dapat menstimulasi kerja imunitas meningkat, dimana hal tersebut berfungsi untuk mencegah dan melawan penyakit.

Memperlancar Peredaran Darah

Pengobatan bekam ada metode pengobatan yang membuang darah kotor dan bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah. Pada prosesnya, sel-sel darah merah yang telah rusak dan kotor dikeluarkan dan dibuang karena tidak dibutuhkan oleh tubuh lagi. Hal tersebut dapat memperlancar aliran darah dengan baik karena tidak ada lagi darah kotor yang menyumbat dan membuat pembuluh darah menjadi lebih kuat.

Membuang Angin dalam Tubuh

Penyakit masuk angin atau kembung biasanya sering kali menyerang tubuh, khususnya bagi masyarakat yang ada di Indonesia. Melakukan pengobatan bekam untuk mengeluarkan angin dalam tubuh sering kali dilakukan. Angin atau udara yang biasanya berkumpul dalam tubuh dapat ditarik keluar melalui permukaan kulit dengan cara menyedot darah yang kotor, sehingga meninggalkan darah bersih dalam tubuh.

Membentuk Sel Baru

Menggunakan bekam sebagai terapi kesehatan dapat membantu tubuh membentuk sel baru. Jika kembali dilihat, dimana penyedotan darah ini tetap menjaga kapasitas ikatan zat besi dalam tubuh, hal tersebut menunjukkan bahwa zat besi dalam tubuh tidak ikut tersedot keluar bersama darah kotor. Zat besi yang tertinggal bersama dengan darah yang bersih dan sehat kemudian membentuk sel baru yang sangat berguna bagi tubuh.

Memperlancar Fungsi Organ Tubuh

Proses bekam dimana darah yang kotor di sedot keluar dari dalam tubuh, membawa kandungan sel darah merah dan sel darah putih. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses tersebut berhasil membawa kotoran yang tersisa dan mendendap di darah sehingga dapat mendorong sistem dan organ tubuh kembali bekerja sebagaimana fungsinya. Darah kotor yang keluar biasanya juga membawa zat-zat yang dapat menganggu kesehatan tubuh dan dapat membuat fungsi organ terganggu.

Jenis Bekam

Bekam Kering

Dalam melakukan pengobatan terdapat jenis pengobatan yang berbeda, salah satunya adalah jenis bekam kering. Bekam kering ini dilakukan dengan cara menghisap permukaan kulit dengan alat bekam tanpa mengeluarkan darah kotor. Biasanya jenis bekam ini cocok dengan seseorang yang memiliki penyakit diabetes dan yang memiliki rasa takut terhadap suntikan jarum atau melihat darah. Bekam kering juga sering disebut dengan bekam angin.

Bekam Basah

Bekam basah tentu saja berbeda dengan bekam kering yang tidak mengeluarkan darah. Bekam basah perlu mengeluarkan darah pada daerah tertentu dengan melakukan sayatan atau dilukai dengan jarum yang tajam atau pisau bedah sebelum di sedot. Penyedotan ditunggu sekitar tiga sampai lima menit dan kemudian darah di buang. Terakhir, bekas goresan harus dibersihkan dengan cairan antiseptic atau yang lainnya agar tidak ada infeksi.

Bekam Luncur

Bekam luncur dilakukan dengan cara meletakkan cup di punggung setelah sebelumnya dilumuri dengan minyak. Kemudian penyedotan dilakukan dengan dilukai atau tidak dilukai, hal tersebut dilakukan di beberapa titik dengan cup yang sama tanpa mengangkat cup dari punggung. Minyak yang dilumuri sebelumnya membuat cup bisa bergerak ke sekitar area punggung. Hal tersebutlah yang menjadikan cara ini diberi nama bekam luncur.

Walaupun pengobatan bekam dianjurkan dan dapat memberikan manfaat bagi tubuh, namun pengobatan ini tidak dianjurkan untuk dilakukan secara rutin. Cukup selama satu kali pada setiap bulannya untuk menjalani penyedotan darah tersebut. Selain itu bekam juga harus dilakukan secara profesional agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan malah menyebabkan masalah pada tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *