Inilah Perbedaan Glukosa, Fruktosa, Sukrosa, Galaktosa, Dekstrosa Dan Maltosa!

Inilah Perbedaan Glukosa, Fruktosa, Sukrosa, Galaktosa, Dekstrosa dan Maltosa!

Dalam kehidupan sehari hari tentu kita sering menemukan gula dalam makanan atau minuman yang kita konsumsi, meskipun dengan takaran tertentu. Tidak hanya memberikan rasa manis, penggunaan gula dalam jumlah yang sedikit atau dengan takaran yang sudah ditentukan, juga dapat menstabilkan rasa makanan jika dicampur dengan garam. Sebab itu lah gula juga banyak di gunakan dalam pengolahan masakan.

Namun tahukah kamu? Bahwa tidak semua rasa manis yang berasal dari gula hanya memiliki satu senyawa saja. Meskipun lidah kita tidak bisa membedakannya, tetapi tubuh mampu membedakan dan merespon hal tersebut secara berbeda. Lantas jenis-jenis senyawa apa sajakah yang terdapat dalam gula, serta perbedaan nya? Yuk simak pembahasan kali ini.

Glukosa

Glukosa adalah jenis suatu gula monosakarida, yang termasuk ke dalam salah satu karbohidrat terpenting. Kandungan ini digunakan sebagai sumber tenaga bagi manusia. Karna tubuh manusia hanya dapat menyerap glukosa dan menjadikannya sebagai energi untuk otot, dengan cara menyerap glukosa yang terdapat dalam makanan melalui usus halus, kemudian di salurkan kedalam darah. Gula yang berada di dalam darah inilah yang disebut dengan gula darah. Keberadaan gula darah ini selanjutnya akan merangsang hormon insulin yang akan dilepaskan ke darah oleh organ bernama pankreas untuk menjadi pengantar gula darah masuk dalam sel-sel otot dan sel-sel hati untuk disimpan.

Biasanya Glukosa sering ditemukan pada makanan yang mengandung karbohidrat seperti; jagung, kentang, gandum, dan singkong. Sedangkan pada makanan kemasan biasanya glukosa sudah diekstrak menjadi tepung jagung. Tetapi ada juga yang dibuat menjadi sirup. Namun sayangnya, menurut data US Department of Agriculture, sirup glukosa tidak mengandung vitamin dan mineral sehingga manfaat kesehatannya lebih sedikit dibandingkan glukosa alami.

Fruktosa

Fruktosa berbeda dengan jenis gula lainnya karena memiliki jalur metabolisme yang berbeda. Fruktosa ini bukanlah sumber energi yang disukai otot dan otak. Sebab, fruktosa hanya dimetabolisme di hati oleh enzim fruktokinase dan bersifat lipogenik, yaitu memproduksi lemak untuk tubuh. Keberadaan fruktosa juga tidak merangsang produksi hormon leptin yang bertugas mengatur asupan dan pengeluaran energi. Itu sebabnya, jika orang kelebihan fruktosa dikhawatirkan terjadi penumpukan lemak yang lebih cepat dibandingkan dengan kelebihan glukosa.

Pemanis jenis Fruktosa sering ditemukan dalam buah, madu, tebu, bit, dan jagung Maka tak heran, jika kamu juga akan menemukan fruktosa berupa sirup jagung. Pemanis ini kini cukup sering dipakai pada makanan atau minuman kemasan. Tapi, kamu perlu berhati-hati terhadap lonjakan gula darah jika terlalu sering mengonsumsi fruktosa. Menurut beberapa penelitian, kelebihan fruktosa dapat mengakibatkan resistensi insulin, diabetes tipe 2, obesitas, penyakit hati berlemak dan sindrom metabolik. Bahkan jurnal yang pernah diterbitkan oleh PubMed tahun 2015, menyebutkan bahwa fruktosa diklaim sebagai pemanis yang paling berbahaya.

Sukrosa

Sukrosa adalah nama ilmiah dari gula meja (pasir) yang sering kita konsumsi. Pada dasarnya, sukrosa terdiri dari dua molekul; yakni glukosa dan fruktosa. Dalam penyerapannya, sukrosa dipecah oleh tubuh menjadi glukosa dan fruktosa dengan bantuan enzim bernama beta-fruktosidase.

Setelah itu fruktosa dan glukosa yang sudah di pecah ini akan masuk ke dalam jalur metabolismenya masing-masing. Glukosa disimpan jadi energi (glikogen), sementara fruktosa menjadi lemak. Sukrosa alami bisa ditemukan dalam banyak jenis buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Namun pemanis ini juga kerap ditambahkan pada makanan kemasan; seperti permen, es krim, sereal, makanan kaleng, soda, dan minuman manis lainnya. Sukrosa dalam makanan kemasan biasanya menggunakan manis dari tebu atau bit. Rasanya tidak semanis fruktosa, namun lebih manis dari glukosa.

Galaktosa

Galaktosa adalah gula sederhana, yang termasuk dalam karbohidrat. Galaktosa terdiri dari unsur yang sama dengan glukosa, tetapi memiliki susunan atom yang berbeda. Fungsi Galaktosa dalam tubuh manusia adalah untuk mengikat glukosa dan membuat laktosa (dalam ASI), ke lemak untuk membuat glikolipid (misalnya, molekul yang membentuk golongan darah A, B dan AB), atau protein untuk membuat glikoprotein (misalnya, dalam membran sel). Sumber galaktosa bisa didapatkan dari susu rendah laktosa, yogurt tertentu, keju, krim, es krim, dan makanan lain yang dimaniskan dengan galaktosa. Sedangkan dalam makanan alami dapat ditemukan pada buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, daging segar dan telur. Namun biasanya hanya terdapat kurang dari 0,3 g galaktosa per sajian.

Dekstrosa

Banyak orang beranggapan bahwa glukosa dan dekstrosa adalah sama. Namun, penting untuk diketahui bahwa dekstrosa adalah jenis glukosa dalam bentuk yang paling murni. Dekstrosa adalah nama gula yang dibuat dari jagung yang identik dengan glukosa, atau gula darah. Dekstrosa sering digunakan dalam produk kue sebagai pemanis, atau dapat ditemukan dalam item seperti makanan olahan dan sirup jagung.

Ketika dikonsumsi, dekstrosa dimetabolisme oleh sel-sel untuk menjaga tubuh dan otak tetap aktif. Dekstrosa juga memiliki fungsi dalam dunia medis yakni untuk dilarutkan dan dikombinasikan dengan obat lain, atau digunakan untuk meningkatkan gula darah seseorang. Karena tubuh dapat dengan cepat menggunakan dekstrosa untuk dirubah menjadi energi.

Sumber utama dekstrosa bisa didapatkan dari madu, plum, aprikot, kurma, pasta, kentang, gandum, tepung jagung, dan lain-lain. Manis yang dihasilkan oleh dekstrosa biasanya hanya berlangsung singkat pada lidah, sehingga harus digunakan bersama dengan sukrosa agar makanan memiliki tingkat manis yang tepat.

Maltosa

Maltosa adalah jenis gula sederhana disakarida yang di hasilkan dari proses pemecahan amulim atau pati oleh enzim amilase. Maltosa disebut juga sebagai gula gandum. Seperti halnya glukosa dan fruktosa, maltosa juga mempunyai rasa manis yang menjadi ciri khas senyawa gula. Bedanya maltosa memiliki tingkat kemanisan yang relatif rendah di bandingkan glukosa dan fruktosa. rasa manis maltosa kurang lebih adalah 1/2 (setengah) dari rasa manis glukosa dan 1/6 (seperenam) dari rasa manis fruktosa.

Dalam tubuh makhluk hidup, maltosa merupakan hasil awal dari pemecahan amilum oleh enzim amilase yang di hasilkan oleh kelenjar ludah dan pankreas. Dan dapat di uraikan lagi dengan reaksi hidrolisa menjadi 2 senyawa glukosa. Proses pemecahan maltosa menjadi senyawa glukosa dapat di katalis dengan adanya enzim maltase.

Maltosa juga memiliki gugus karbohidrat di dalamnya yang dibagi ke dalam tiga kelompok, yang dibagi menjadi unsur penting, yakni karbohidrat, lemak dan protein. Karbohidrat yang disusun oleh O, H, C, dan didefinisikan sebagai aldehida polihidroksi keton atau polihidroksi.

Jadi itulah macam-macam senyawa yang terkandung dalam gula atau makanan manis, sekarang kamu bisa memilih gula mana yang kamu butuhkan untuk tubuh setelah mengetahui perbedaan dan masing-masing fungsinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *