Nasi Kebuli Enak

Nasi Kebuli Enak – Nasi kebuli dikenal dengan kuliner khs Jakarta, ada juga yang mengetahuinya sebagai kuliner khas Timur Tengah atau juga Arab. Kedua pernyataan ini sama-sama benar, pasalnya, Nasi kebuli memang berasal dari kebudayaan orang Arab dan Timur Tengah. Jika di negara asalnya, hidangan ini memiliki nama Nasi Kabli, Nasi Briyani dan Nasi Mandhi, ketiganya memiliki kesamaan. Di Jakarta sendiri, nasi kebuli masuk ketika warga negara Timur Tengah singgah dan berdagang di batavia (Jakarta dahulu). Di sinilah para pedagang Timur Tengah kemudian berbagi kebiasaan, budaya serta kuliner yang dimiliki dengan para masyarakat pribumi,

Nasi Kebuli Enak, Berasal Dari Pertukaran Budaya

1. Sejarah Nasi Kebuli

Berawal dari niat untuk menyebarkan agama Islam, para pemuka agama hadramaut Yaman kemudian melancong ke beberapa negara di Asia, pilihannya jatuh ke negara India dan Indonesia. Dalam kesempatan beramah tamah, mereka mengambil langkah untuk berbagi makanan khas dan bertukar resep antar kedua negara. Dari sinilah awal mula, para ulama Yaman meracik bumbu-bumbu nasi kebuli khas negara India dan Indonesia yang notabene penggemar makan nasi. Para ulama kemudian berusaha menemukan cita rasa yang cocok untuk kedua negara dengan mencampur rempah-rempah yang ada di masing-masing negara, maka lahirlah nasi kebuli khas India dan nasi kebuli khas Indonesia. Di Indonesia nasi kebuli di kenal sebagai hasil kulturasi antara budaya Arab dan juga Betawi di Jakarta, karena dulu Jakarta merupakan tempat perdagangan yang ramai dikunjungi di Asia Tenggara.

2. Kepopuleran Nasi Kebuli Di Indonesia

Lepas dari sejarah budaya nasi kebuli. Kini nasi kebuli bukan hanya dikenal sebagai makanan khas Timur Tengah, namun juga sebuah kuliner yang wajib ada di setiap kesempatan atau acara besar seperti hajatan, acara keagamaan dan sebagainya. Makanan yang menggunakan elemen daging kambing sebagai bahan utamanya ini memang sangat lekat keberadaannya dengan beberapa acara penting. Mulai dari acara keagamaan Islam seperti aqiqah, maulid nabi, berbuka puasa bersama, Idul Adha, Idul Fitri dan sebagainya. Nasi kebuli juga sering dijumpai di beberapa acara adat seperti hajatan, syukuran dan sebagainya. Di Timur Tengah sendiri nasi kebuli dikenal dengan nama nasi kabli, perbedaanya terletak pada penggunaan rempah-rempah yang ada di dalamnya.

3. Cara Membuat Nasi Kebuli

Haluskan bumbu seperti merica, jintan, bawang merah. Bawang putih, ketumbar, jahe dan garam. Kemudian tumis dengan minyak samin atau margarin hingga tercium harumnya. Masukkan daging kambing yang telah dididihkan hingga matang dan sudah dipotong-potong ke dalam bumbu, aduk hingga merata. Masukkan daging kambing tersebut ke dalam kaldu yang telah dididihkan, kemudian tambahkan rempah seperti kapulaga, serai, cengkeh, pala, bawang goreng, bawang bombay, kayu manis, dan juga susu cair (bisa diganti dengan santan. Kemudian kukus dan tunggu selama 30 menit hingga nasi kebuli matang. Setelah matang, nasi kebuli enak siap untuk disantap dan dihidangkan.

Meski di luar banyak yang mengatakan bahwa nasi kebuli merupakan kuliner budaya Timur Tengah. Namun kita wajib menjaga keberadaannya dan melestarikan resep nenek moyang yang telah ada. Nasi kebuli merupakan indikasi bahwa budaya Timur Tengah dan Islam pernah singgah dan ikut andil dalam perkembangan kebudayaan yang ada di Indonesia. Rempah-rempah yang digunakan dalam nasi kebuli enak pun tidak sama dengan rempah yang digunakan di negara Timur Tengah, Yaman, Arab atau India. Mereka menggunakan rempah khas Indonesia yang memiliki kemiripan rasa. Jadi salah besar apabila nasi kebuli dijuluki sebagai kuliner Timur Tengah dan tak sepatutnya kita lestarikan.

Leave a comment