Mengenal Apa Itu Chiropractic, Serta Keunggulannya

Chiropractic adalah bentuk perawatan tubuh yang mengalami kesakitan dan gangguan pada otot, sendi dan tulang belakang. Perawatan ini dilakukan dengan tangan dan melibatkan seorang praktisi yang disebut chiropractor. Perawatan ini digunakan untuk membantu meringankan masalah kesehatan yang berkaitan dengan tulang, otot, dan persendian. Ini dianggap sebagai salah satu jenis pengobatan alternatif dan pelengkap dalam ilmu medis, sama seperti bekam serta tidak termasuk dalam pengobatan medis konvensional.

Mengenal Chiropractic

Chiropractic menurut definisi dari WHO merupakan prosedur perawatan kesehatan yang berkaitan dengan diagnosis, pengobatan, dan pencegahan dari berbagai gangguan yang terjadi pada neuromuskuloskeletal yaitu penyakit yang berkaitan dengan saraf, otot, tendon, ligamentun, tulang rangka dan persendian. Chiropractic juga berkaitan dengan dampak yang ditimbulkan dari berbagai gangguan tersebut terhadap kesehatan secara umum.

Prosedur perawatan chiropractic menekankan pada teknik manual. Artinya menggunakan tangan terapis, termasuk penyesuaian dan manipulasi sendi dengan fokus khusus pada subluksasi. Dasar pendekatan chiropractic untuk memulihkan dan melindungi kesehatan yang dikaitkan dengan struktur khususnya tulang belakang dan neuromuskuloskeletal, serta fungsinya yang terkordinasi oleh sistem saraf. Dengan kata lain pendekatan chiropractic memegang prinsip, karena neuromuskuloskeletal adalah pusat yang apabila mengalami masalah akan mengganggu sistem lainnya, maka pengobatan harus secara menyeluruh.

Chiropractic didirikan pertama kali pada tahun 1895 oleh Daniel David Palmer di Amerika Serikat. Secara bertahap praktik ini mulai mendapat dukungan dari para terapis dan dokter hingga chiropractic menjadi pengobatan yang resmi. Saat ini pendidikan chiropractic dapat ditempuh di 40 universitas dan perguruan tinggi dari 16 negara. Sebagian besar universitas yang menyediakan jurusan chiropractic berlokasi di Amerika Serikat, kemudian dipraktekkan dan diatur oleh hukum di lebih dari 40 negara.

Keunggulan Chiropractic

Beberapa keluhan yang dapat diobati dengan chiropractic diantaranya sakit punggung, nyeri leher, nyeri bahu, nyeri siku, dan nyeri akibat osteoarthritis. Sakit punggung merupakan keluhan pada tubuh yang sangat umum dan biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Biasanya sakit punggung yang paling sering dialami adalah sakit punggung bagian bawah (lumbago), meskipun efeknya dapat dirasakan di sepanjang tulang belakang termasuk leher dan pinggul.

Dalam sebagian besar kasus, sakit punggung disebabkan karena sering mengangkat beban yang terlalu berat atau postur tubuh yang salah saat tidur dan duduk. Sementara nyeri leher disebabkan oleh postur tubuh yang salah ketika duduk, terlalu lama di depan komputer, hingga cidera akibat kecelakaan. Selanjutnya nyeri pada bahu dan siku biasanya disebabkan oleh perubahan posisi yang mendadak, mengangkat beban atau terdapat masalah pada otot tangan.

Seluruh gangguan pada kesehatan tubuh ini dapat diatasi dengan chiropractic, asalkan masalah tulang dan sendi tersebut tidak disebabkan oleh masalah penyakit yang lebih serius seperti asma, alergi, osteoporosis hingga masalah kesehatan mental. Chiropractic mungkin tidak dapat ditemukan di seluruh kota di Indonesia karena masih jarang yang mengenali pengobatan ini. Namun setidaknya di beberapa kota besar chiropractic tersedia secara luas sebagai klinik terapi fisik.

Meski chiropractic termasuk praktik terapi yang aman, namun bagi anda yang pertama kali melakukannya sebaiknya bertanya terlebih dahulu pada dokter umum mengenai apakah chiropractic cocok pada anda. Namun jika anda berinisiatif untuk pergi ke klinik chiropractic tanpa konsultasi dengan dokter, pastikan secara hukum chiropractor harus terdaftar di General Chiropractic Council (GCC).

Efektif Dalam Mengobati Sakit Leher

Sakit leher adalah masalah umum yang dialami oleh seseorang dengan postur tubuh yang buruk. Seorang chiropractor dapat membantu meringankan sakit leher dengan menyelaraskan kembali tulang belakang dan mengurangi ketegangan pada otot leher. Sebuah penelitian di tahun 2012, disebutkan bahwa chiropractic lebih efektif mengobati nyeri leher non-spesifik.

Kemudian chiropractic juga mendasari pengobatan pada sumber masalah. Artinya chiropractic tidak harus menyembuhkan nyeri leher secara langsung, namun dapat memanipulasi atau merawat tulang belakang terlebih dahulu. Perawatan ini dalam jangka pendek dapat meningkatkan kadar neuropeptida yang merupakan protein di dalam sistem saraf, yang berfungsi untuk menyampaikan pesan antara satu sel saraf ke sel saraf di otot.

Mengurangi Ketergantungan Pada Nyeri Opioid

Biasanya orang yang mengalami nyeri pada sendi maupun tulang belakang akan diberi resep berupa opioid yang merupakan obat penghilang rasa sakit. Opioid merupkan obat dengan dosis tinggi yang tidak boleh digunakan tanpa resep dokter. Dengan adanya chiropractic dapat menurunkan ketergantungan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri ini.

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang dewasa yang mengunjungi chiropractic lebih kecil kemungkinannya untuk mendapat resep opioid, dibandingkan dengan mereka yang hanya menemui dokter. Dengan kata lain chiropractic memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan penggunaan obat opioid.

Mampu Mengurangi Gejala Osteoarthritis

Nyeri osteoarthritis disebabkan oleh degenerasi tulang rawan pada sendi yang menyebabkan ujung tulang bergesekan. Beberapa jenis perawatan dari chiropractic dapat membantu mengembalikan sendi dan mengurangi gesekan tulang. Sebuah penelitian menemukan bahwa chiropractic dapat memperlambat perkembangan radang sendi dengan meningkatkan kepadatan tulang rawan dan kapsul sendi.

Mengurangi Gejala Sakit Kepala

Pengobatan dengan chiropractic tidak saja efektif untuk mengobati gangguan pada sendi dan tulang. Faktanya chiropractic juga dapat meringankan sakit kepala terutama sakit yang disebabkan oleh kepala tegang dan nyeri leher. Pengobatan tulang belakang leher serta dada bagian atas dari chiropractic lebih efektif untuk menghilangkan sakit kepala yang dialami oleh penderita penyakit kepala kronis. Ini juga dianggap lebih efektif dibandingkan gerakan peregangan maupun olahraga ringan.

Perawatan yang Lebih Terjangkau

Perawatan chiropractic adalah pengobatan alternatif yang lebih murah daripada perawatan medis untuk nyeri punggung bawah yang sifatnya kronis. Artinya chiropractic memiliki keunggulan finansial untuk penderita sakit punggung. Secara keseluruhan biaya yang lebih rendah untuk perawatan chiropractic didukung oleh durasi pengobatan yang lebih pendek.

Merangkap Perbaikan Gejala Skoliosis

Perawatan chiropractic dapat membantu meningkatkan sudut Cobb yaitu metode yang digunakan untuk memperbaiki postur tubuh yang mengalami skoliosis. Sebuah studi di tahun 2016 menemukan bahwa sudut Cobb pada anak yang menderita skoliosis perlahan membaik setelah melakukan 8 minggu perawatan chiropractic. Sementara perubahan sudah dapat dilihat setelah 4 minggu pertama dalam proses perawatan. Dengan demikian chiropractic lebih dari sekedar memperbaiki atau merawat sakit punggung biasa, namun juga bisa dilakukan untuk berbagai penyakit.

Membantu Memperbaiki Postur

Perawatan chiropractic dapat memperbaiki postur tubuh yang buruk terutama yang disebabkan oleh terlalu banyak duduk. Perawatan chiropractic ini dapat menyembuhkan postur tubuh yang banyak dialami orang yaitu postur bungkuk. Secara signifikan melalui perawatan sebanyak 30 kali dalam 6 bulan maka chiropractic akan menyembuhkan sakit punggung, nyeri leher, sakit kepala, dan sekaligus mengembalikan postur tubuh menjadi tegap. Keunggulan chiropractic ini juga berpotensi meningkatkan mobilitas sendi, pengurangan rasa sakit dan rasa kaku pada otot yang akan meningkatkan kinerja ketika beraktivitas fisik. Oleh sebab itu penggabungan olahraga dengan perawatan chiropractic akan lebih efektif.

Memberikan Tingkat Kepuasan Tinggi

Tingkat kepuasan setelah melakukan perawatan chiropractic relatif tinggi. Dalam sebuah penelitian tahun 2015 yang melibatkan 544 orang dalam perawatan chiropractic menemukan bahwa hampir 100 persen melaporakan tingkat kepuasan yang tinggi. Sekitar 92 persen orang dalam penelitian ini mengakui bahwa perawatan chiropractic telah menyembuhkan rasa sakit yang mereka alami. Sementara sekitar 80 persen juga menyampaikan bahwa terdapat peningkatan kemampuan untuk bergerak setelah melakukan pengobatan chiropractic.

Selain itu perawatan chiropractic juga dapat membatasi produksi mediator yang mendukung peradangan. Mediator ini menimbulkan kerusakan pada tubuh serta memicu rasa sakit. Dengan melakukan chiropractic maka akan mencegah peradangan dan menghindari penyakit. Hal ini didukung oleh perawatan chiropractic yang dapat meningkatkan imunitas tubuh karena proses yang dilakukan akan meningkatkan produksi sel-sel kekebalan.

Prosedur Chiropractic

Terapi dari chiropractic dicirikan dengan beberapa karakteristik diantaranya tidak menggunakan alat bantu, obat kimia, operasi, tenaga dalam, bantuan jin, serta tidak menimbulkan rasa sakit dan aman bagi segala usia. Perawatan dari terapi ini biasanya dilakukan secara rutin, namun biasanya seseorang sudah pulih dalam 6-10 kunjungan. Sebenarnya terapi ini tidak membutuhkan prosedur khusus. Biasanya hal pertama yang dilakukan adalah chiropractor mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik, memperhatikan tulang belakang hingga pemeriksaan lebih lanjut jika dibutuhkan seperti penggunaan sinar-X.

Selama proses terapi chiropractor akan membaringkan pasien dengan posisi tertentu, namun biasanya diposisikan berbaring telungkup. Seorang chiropractor akan menggunakan tangannya untuk memulai terapi fisik dengan mengendalikan tekanan meski biasanya pasien mungkin mendengar suara seperti retakan ketika chiropractor menggerakkan sendi-sendi pasien selama sesi perawatan. Setelah prosedur terapi, beberapa orang mungkin mengalami efek samping ringan seperti badan pegal-pegal, sakit kepala, kelelahan, dan nyeri di bagian tubuh yang dirawat.

Chiropractic memang paling efektif dalam mengobati nyeri punggung bawah, namun juga ternyata melibatkan penyelarasan susunan ruas tulang belakang yang berimplikasi pada pengurangan sakit kepala dan nyeri leher. Meski demikian tidak semua orang cocok dan bereaksi positif setelah melakukan terapi chiropractic. Praktik pengobatan alternatif ini juga tidak cocok untuk penderita osteoporosis, kompresi sumsum tulang belakang, pengidap kanker, dan individu yang mengonsumsi obat pengencer darah.

Apabila anda berniat mengunjungi chiropractic maka harus memastikan keabsahan dari chiropractornya. Seorang chiropractor harus mendapatkan gelar Doctor of Chiropractic yang ditempuh dalam waktu 4 tahun. Ini merupakan program pasca sarjana yang hanya dapat diikuti oleh seseorang yang sudah melewati sarjana. Semua negara mengharuskan seorang chiropractor memiliki sertifikasi resmi untuk memastikan praktik yang dilakukan aman dan tidak menyebabkan kerugian pada pasien.

Maka anda sebaiknya berkonsultasi atau bertanya pada seseorang yang lebih ahli, sebelum memutuskan untuk melakukan pengobatan chiropractic. Beberapa orang mungkin mengalami komplikasi serius setelah melakukan chiropractic, meskipun hal ini jarang terjadi. Beberapa resiko komplikasi yang dapat terjadi adalah cedera tulang belakang, saraf kejepit, hingga stroke. Pastikan penyedia layanan chiropractic yang hendak anda kunjungi memiliki pengalaman, izin praktik serta sertifikat kompetensi untuk menghindari komplikasi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *