Mengenal 4 Jenis Susu Pasteurisasi, Serta 3 Kelebihannya

Susu pasteurisasi adalah susu mentah yang telah dipanaskan dengan suhu dan durasi waktu tertentu. Ini ditujukan untuk membunuh organisme patogen yang mungkin ditemukan dalam susu mentah. Patogen adalah mikroorganisme seperti bakteri yang menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada tubuh. Susu mentah dapat mengandung bakteri seperti Campylobacter, E. coli, Salmonella, Listeria dan bakteri lainnya. Susu mentah tersebut termasuk susu dari sapi, kambing, domba dan hewan perah lainnya.

Pada dasarnya susu pasteurisasi mengacu pada prosesnya, yaitu proses pasteurisasi. Ini merupakan metode sterilisasi untuk membunuh mikroorganisme pembawa penyakit yang dapat mengkontaminasi susu. Teknik sterilisasi ini dilakukan dengan pemanasan susu pada suhu 72-85 derajat Celcius selama 10-15 detik. Metode pasteurisasi ditemukan tahun 1865 oleh ilmuwan bernama Pasteur, yang mencoba memanaskan susu dengan suhu yang rendah.

Proses ini bertujuan untuk mengurangi jumlah kontaminasi dari susu segar, namun tetap mempertahankan zat-zat yang terkandung dalam susu. Dikarenakan menggunakan proses pemanasan susu yang mirip dengan susu UHT maka kedua jenis susu tersebut sering disamakan. Faktanya susu UHT adalah salah satu teknik yang paling umum dalam proses sterilisasi susu. Susu UHT merujuk pada teknik Ultra High Temperature sehingga suhu yang digunakan 137-150 derajat Celcius atau susu tertinggi dalam sterilisasi susu. Pemanasan ini dilakukan selama 2-4 detik.

Jenis-Jenis Susu Pasteurisasi

Konsep pasteurisasi memang dikenal sebagai metode untuk memanaskan susu dalam suhu tertentu. meskipun ini kebanyakan merujuk pada proses pemanasan dalam suhu 72-85 derajat Celcius. Namun beberapa susu juga termasuk dalam kategori susu pasteurisasi, yang ditentukan berdasarkan temperature pemanasan.

High-temperature-short-time-treatment

Jenis susu ini adalah susu yang diproses dengan pasteurisasi melalui pemanasan dengan suhu tinggi dalam waktu yang singkat. Ini berkisar pada suhu 72 derajat Celcius selama 15 detik. Proses ini bertujuan untuk membunuh bakteri dan merupakan salah satu jenis susu pasteurisasi yang paling banyak beredar di masyarakat.

Low-temperature-long-time-treatment

Susu pasteurisasi ini menggunakan suhu pemanasan yang lebih rendah dibandingkan jenis susu pasteurisasi sebelumnya. Akan tetapi durasi yang digunakan jauh lebih lama. Umumnya susu ini dipanaskan dalam suhu 63 derajat Celcius dalam kurun waktu 30 menit.

Ultrapasteurization

Susu pasteurisasi ini menggunakan proses ultra yaitu menggunakan suhu 138 derajat Celcius. Namun hanya dalam 2 detik. Selain diterapkan untuk susu, metode ini juga digunakan untuk membuat krim. Setelah diproduksi, susu ultrapasteurization harus disimpan di dalam lemari es untuk dapat bertahan selama 2 hingga 3 bulan.

Ultra-high-temperature-pastereuzation (UHT)

Susu jenis UHT adalah susu yang paling populer dijual dan digunakan oleh masyarakat Indonesia. Susu ini diproduksi dalam bentuk susu cair kemasan. Proses memanaskan susu UHT dilakukan pada suhu 138 hingga 150 derajat Celcius dalam 1 hingga 2 detik. Susu ini adalah susu yang paling steril dan bisa bertahan selama 3 bulan tanpa perlu dimasukkan ke dalam lemari es, selama wadah yang digunakan belum dibuka.

Susu Pasteurisasi vs Susu UHT

Suhu tinggi yang digunakan dalam proses sterilisasi susu UHT ditujukan untuk membunuh semua mikroba patogen sehingga hampir 100% steril, sementara sterilisasi susu pasteurisasi bertujuan untuk mengurangi jumlah mikorba patogen dan memperlambat pertumbuhan bakteri tersebut. Dengan kata lain susu pasteurisasi ditujukan untuk meminimalisir bakteri berbahaya saja, namun tetap mempertahankan nutrisi di dalam susu. Ini juga membuat nutrisi pada suhu UHT lebih banyak menguap saat pemanasan di suhu tinggi, sehingga secara kandungan gizi susu pasteurisasi dengan teknik biasa lebih kaya akan nutrisi dibandingkan dengan teknik pemanasan suhu tinggi atau UHT.

Perbedaan lain antara susu pasteurisasi dan susu UHT adalah cara menyimpan dan mengemasnya. Setelah proses sterilisasi, maka susu UHT wajib disimpan di dalam wadah yang kedap udara. Cara ini membuat susu UHT memiliki umur simpan yang lebih lama, sekitar 3 bulan bahkan tanpa lemari pendingin, dan 6-12 bulan di dalam lemari pendingin. Sementara berbeda pula dengan susu pasteurisasi yang cenderung disimpan dalam wadah biasa yang tertutup rapat. Ini mengakibatkan umur simpan yang tidak terlalu lama dari susu pasteurisasi. Selain itu, susu pasteurisasi pun harus disimpan di lemari es untuk mempertahankan rasa dan kualitasnya.

Susu Pasteurisasi vs Susu Segar

Susu segar adalah susu murni yang masih mentah saat baru diperah. Banyak orang yang menyukai susu ini karena rasanya yang segar dan khas. Individu yang menyukai susu segar biasanya mengatakan bahkan susu ini lebih sehat dan lebih baik dicerna dalam tubuh karena tidak melalui banyak proses (masih alami). Paparan bakteri yang terdapat dalam susu segar dianggap dapat membangun sistem kekebalan tubuh, daripada susu yang sudah distrerilisasi seperti susu pasteurisasi.

Sementara itu, orang yang suka mengonsusmsi susu pasteurisasi percaya bahwa terdapat bakteri patogen yang terkandung di dalam susu mentah sehingga butuh disterilisasi terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan paparan bakteri secara langsung akan mengganggu sistem pencernaan dan menjadi sumber penyakit. Oleh sebab itu susu pasteurisasi merupakan bentuk susu yang paling aman untuk mengurangi beban bakteri di dalam susu.

Susu yang tidak dipasteurisasi mengandung bakteri Salmonela, E. coli, dan Listeria. Bakteri ini berbahaya bagi kesehatan, terutama orang yang memiliki sistem imun yang lemah ataupun orang tua, wanita hamil, dan anak-anak. Susu pateurisasi dapat membunuh organisme berbahaya yang biasanya akan berdampak pada penyakit listeriosis, demam tifoid, TBC, difteri, dan brucellosis. Oleh sebab itu susu pasteurisasi masih menjadi pilihan yang terbaik untuk menjaga kesehatan anda.

Perlu diingat juga bahwa susu pasteurisasi dipanaskan di dalam susu maksimalkan 72 derajat Celcius dan hanya dilakukan dalam 20 detik. Sehingga tidak benar bahwa nilai gizi susu akan hilang ketika susu dipasteurisasi. Tetapi hanya membunuh bakteri penyakit yang berbahaya. Sementara bakteri baik atau probiotik masih tetap ada dalam susu pateurisasi. Sebaliknya mengkonsumsi susu pasteurisasi akan memberikan dampak positif seperti meminimalkan rasa mual dan muntah, menghindari diare, hingga mencegah kelumpuhan, gagal ginjal, dan stroke sebagai akibat dari konsumsi susu mentah.

Kelebihan Susu Pasteurisasi

Susu pasteurisasi adalah salah satu jenis susu yang paling banyak dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari. Susu ini lebih baik dalam mempertahankan zat gizi dibandingkan susu UHT serta lebih baik dalam membuang bakteri jahat di dalam susu. Berikut keunggulan susu pasteurisasi yang wajib anda ketahui.

Proses Produksi yang Lebih Cepat

Untuk membuat susu pasteurisasi tidak ada bahan khusus yang digunakan, hanya membutuhkan proses pemanasan selama 15-20 detik. Hal ini membuat gizi di dalam susu pasteurisasi masih sama dengan susu segar. Oleh sebab itu susu pasteurisasi juga dianggap aman untuk anak kecil atau bahkan bayi yang tidak mendapatkan ASI yang cukup. Komposisi di dalam susu pasteurisasi masih dapat dikatakan murni (tidak tersentuh tambahan zat kimia apapun).

Susu pasteurisasi juga lebih mudah disimpan di dalam wadah yang tertutup tanpa perlu wadah kedap udara. Artinya susu pasteurisasi dapat dibuat sendiri atau diproduksi oleh industri rumahan, asalkan memenuhi tingkat suhu yang digunakan. Susu ini juga dikenal dengan pasteurisasi Short Time Suhu Tinggi (HTST) karena proses pembuatannya yang sangat mudah. Namun ingat untuk menyimpan susu pasteurisasi di dalam kulkas dengan suhu 3-4 derajat celcius. Ini membuat susu pasteurisasi dapat bertahan dari 12 hingga 21 hari setelah proses sterilisasi.

Meminimalisir Resiko Penyakit

Dikarenakan susu pasteurisasi membunuh bakteri patogen yang berbahaya maka susu ini bebas dari penyakit yang berbahaya. Ini idukung oleh proses pemanasan yang berhasil menghancurkan mikroba patogen yang terdapat di dalam susu mentah. Selain itu dalam susu pasteurisasi terdapat fortifikasi pada susu yaitu proses penambahan mikro nutrien umtuk memperbaiki zat gizi penting yang berkurang ketika proses pemanasan.

Nutrisi yang Lebih Lengkap

Banyak yang berpendapat bahwa proses memanaskan susu akan mengurangi kandungan nutrisi di dalamnya. Namun ini adalah mitos yang tidak benar, karena susu pasteurisasi tetap memberikan nutrisi yang optimal sekaligus melindungi dari penyakit berbahaya. Beragam nutrisi seperti vitamin, mineral, protein yang ada di dalam susu sebenarnya tidak berubah ketika proses memanaskan sesuai kaidah pasteurisasi.

Cita rasa susu pasteurisasi juga tidak berubah dan tetap terasa segar seperti susu mentah bahkan dengan warna yang lebih cerah. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa susu pasteurisasi secara otomatis akan mengalami proses fortifikasi yang membuat nutrisi yang lebih lengkap di dalam jenis susu ini. Nutrisi yang biasa ditambahkan di dalam susu pasteurisasi yaitu vitamin D. Oleh sebab itu manfaat susu ini berfokus untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi serta menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Kekurangan Susu Pasteurisasi

Meskipun susu pasteurisasi memberikan banyak manfaat dan menghindari resiko terkena penyakit, namun ternyata susu pasteurisasi memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Hal ini terutama merujuk pada susu pasteurisasi yang menggunakan metode ultra-pasteurization dan UHT. Suhu pemanasan yang digunakan dari dua jenis susu pasteurisasi tersebut tergolong tinggi, sehingga komponen susu baik komponen fisik maupun komponen kimia akan berubah.

Hal ini mengakibatkan susu pasteurisasi dapat mengalami perubahan rasa. Sehingga dapat merusak vitamin, protein, dan mineral di dalam susu. Beberapa perubahan lain yang mungkin dapat terjadi dalam susu pasteurisasi yaitu mengubah gula susu (laktosa) menjadi beta-laktosa. Selain itu, proses pasteurisasi dengan suhu yang tinggi akan mengurangi sebagian kalsium dan fosfor di dalam susu serta merusak kandungan iodine di dalam susu hingga 20 persen.

Akan teatapi perlu dipahami bahwa masyarakat lebih mengenal istilah susu pasteurisasi yang menggunakan pemanasan dengan suhu yang lebih rendah, bukan hanya merujuk pada susu ultra atau UHT. Dengan demikian, apabila susu dipanaskan dalam suhu yang sedang, maka anda tidak perlu khawatir kehilangan gizi dan manfaat dari susu, termasuk susu pasteurisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *