Ini Dia 7 Buah Yang Berasal Dari Kaktus Selain Buah Naga

Kaktus mungkin identik dengan tanaman besar yang berada di gurun pasir. Namun nyatanya kaktus merupakan jenis tanaman yang bisa digunakan sebagai hiasan rumah dan juga bisa menghasilkan buah untuk dikonsumsi, misalnya buah naga.

Mengenal Tumbuhan Kaktus

Kaktus adalah nama tumbuhan yang berasal dari anggota keluarga Cactaceae. Kaktus merujuk pada identitas tanaman yang berduri dengan berbagai bentuk dan ukuran. Meski tidak semuanya, namun kebanyakan kaktus hidup di habitat yang kering. Hampir semua spesies kaktus juga merupakan sukulen yang artinya tumbuhan ini memiliki bagian yang menebal dan berdaging sebagai bentuk morfologi untuk menyimpan air.

Kaktus adalah jenis tumbuhan yang tidak memiliki daun sejati, sehingga hanya menyisakan duri pada tubuhnya. Duri pada kaktus bermanfaat untuk mempertahankan kelangsungan hidup kaktus dari hewan herbivora sekaligus mencegah kehilangan air dengan mengurangi aliran udara dekat kaktus. Tidak adanya daun dari kaktus ini, membuat batang kaktus memiliki peran besar dalam melakukan fotosintesis.

Selain duri, kaktus juga memunculkan bunga yang biasanya memilik bentuk tabung dan multipetal. Kaktus adalah tanaman yang memiliki musim tanam yang pendek dengan dormansi yang panjang. Ini memungkinkan kaktus dapat tumbuh dengan subur meskipun dalam berbagai cuaca. Akarnya yang luas dan relatif dangkal juga menyebabkan kaktus lebih mudah menyerap air sebelum mencapai permukaan tanah.

Kaktus biasanya digunakan sebagai tanaman hias, area penghijauan, untuk pakan ternak, hingga untuk makanan terutama bagian buahnya. Tanaman kaktus yang menghasilkan buah paling terkenal adalah buah naga. Buah eksotis ini merupakan jenis tanaman kaktus yang dapat dikonsumsi. Rasanya yang segar, manis, dan berair membuat buah naga banyak disukai untuk dikonsumsi secara langsung maupun dijadikan jus dan salad.

Di Indonesia buah naga cukup mahal yaitu berkisar 20 ribu untuk satu buah yang memiliki berat 500 gram. Harganya yang termasuk mahal mungkin dapat dimaklumi apabila mengamati kandungan nutrisi di dalamnya. Buah naga memiliki kandungan fitonutrien serta antioksidan (karoten) dan vitamin C. Daging buah naga terdiri atas 80 persen air dengan rincian kandungan nutrisi di dalamnya yaitu zat besi, magnesium, fosfor, kalsium, serat, vitamin B dan protein yang baik untuk kesehatan.

Buah naga juga bermanfaat untuk menurunkan resiko mengalami penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskular, karena biji buahnya adalah sumber omega 3 dan omega 6 yang tepat untuk mencegah penyumbatan pembuluh darah dan penyakit jantung. Selain buah naga, ternyata terdapat berbagai jenis kaktus yang juga dapat menghasilkan buah.

Prickly Pear Fruit

Buah pir berduri atau prickly pear fruit merupakan buah yang termasuk tanaman kaktus yang bisa dikonsumsi. Dibalik bentuknya yang oval dengan warna merah hingga jingga dan duri yang tajam, ternyata menyimpan sejumlah maanfaat untuk kesehatan. Prickly pear fruit terdiri atas serat yang tinggi, antioksidan, dan karotenoid. Prickly pear fruit ini adalah tanaman asli Amerika Latin, namun dapat ditemukan di berbagai daerah di dunia.

Prickly pear fruit juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan sistem imun. Manfaat ini diperoleh dari kandungan vitamin C dan vitamin E yang dimiliki buah kaktus. Vitamin ini akan merangsang produksi sel darah putih yang bisa membasmi virus, kuman, dan zat berbahaya yang masuk ke tubuh. Prickly pear fruit juga ternyata menawarkan beragam manfaat, antara lain dapat menjaga kesehatan pencernaan, memperkuat tulang dan gigi hingga berpotensi untuk mencegah kanker.

Prickly pear fruit memiliki varietas buah dengan warna yang berbeda. Misalnya pir kaktus hijau dengan warna kulit hijau cerah dan daging kuning atau hijau. Selanjutnya ada juga pir kaktus kuning, yang merupakan jenis prickly pear fruit dengan warna daging oren dan kulit berwarna kuning. Sementara buah yang paling umum mungkin berwarna merah muda dengan warna daging pink muda.

Prickly pear fruit dapat dimakan mentah atau bisa juga digunakan untuk membuat jus, agar-agar, dan sirup. Sirup ini biasa digunakan untuk campuran berbagai resep makanan dan minuman. Namun perlu berhati-hati ketika akan memanen buah pir berduri dari pohonnya, karena tumbuhan ini memiliki glochids atau duri halus. Pastikan untuk mengikis semua glochids sebelum anda membelah buah.

Saguaro Cactus Fruit

Saguaro cactus fruit adalah jenis tanaman kaktus yang menjadi ikon dari Amerika Utara. Tumbuhan ini tidak tumbuh di dalam pot melainkan di lahan besar atau gurun. Buah kaktus saguaro sangat menonjol dengan tingginya yang mencapai 40 kaki dan kemampuan untuk hidup hingga 75 tahun.

Pada musim semi, saguaro cactus fruit akan menampilkan bunga putih besar dan buah-buahan yang matang pada musim panas. Buahnya tumbuh dengan warna hijau lalu berubah menjadi merah dan pecah saat matang. Daging buahnya berwarna merah dengan biji hitam. Tanaman ini adalah sumber makanan penting bagi masyarakat yang tinggal di gurun Sonora di Amerika Utara, tepatnya bagi masyarakat Tohono O’odham. Setiap musim panas di desa akan berkumpul untuk memanen saguaro cactus fruit.

Masyarakat secara tradisional memanen saguaro cactus fruit dengan menggunakan bagian tumbuhan saguaro yang sudah mati untuk mencapai buah yang tinggi. Memang, mengumpulkan buah dari kaktus yang amat tinggi dan berduri ini membutuhkan tantangan tersendiri namun hal ini akan terbayarkan ketika berhasil mendapatkan buahnya. Saguaro cactus fruit adalah suguhan manis yang tepat dikonsumsi pada musim panas. Buah ini biasanya akan dimakan langsung dalam keadaan mentah. Namun tidak menutup kemungkinan jika buah kaktus saguaro dikeringkan dan diolah hingga menjadi jelly maupun sirup untuk melengkapi hidangan lainnya.

Peruvian Apple Cactus

Buah apel peru atau peruvian apple cactus adalah buah kaktus yang bisa dimakan. Sesuai namanya buah ini memiliki bentuk menyerupai apel. Buah peruvian apple cactus pada umumnya memiliki kulit halus, bulat, dan warna kemerahan. Uniknya ketika dibelah buah apel peru justru menyajikan daging buah yang mirip dengan buah naga. Warna dagingnya putih dengan biji yang banyak dan kecil. Tekstur buah ini renyah dan berair dengan rasa kombinasi dari asam dan manis.

Ternyata tidak hanya buahnya yang enak, peruvian apple cactus juga menyimpan vitamin, mineral, serat, dan gula alami yang baik untuk kesehatan. Buahnya yang menyegarkan ini digambarkan dengan rasa yang mirip es serut. Buah peruvian apple cactus bisa dimakan mentah atau dijadikan salad buah dan smoothie. Peruvian apple cactus tumbuh subur di bagian Amerika Selatan terutama Brazil, Uruguay, dan Argentina. Tanaman ini mampu tumbuh di suhu panas namun tidak tahan dengan suhu beku.

Edible Cholla Cactus Fruit

Buah kaktus selanjutnya yang dapat dimakan adalah edible cholla cactus fruits atau lebih dikenal dengan nama cholla. Bagian tanaman kaktus cholla yang dapat dimakan hanyalah tunas. Ini adalah bagian tumbuhan yang sangat kecil dan seukuran ibu jari. Buah yang juga dikenal sebagai buah berantai ini dipenuhi duri yang tajam disekujur kelopak buah dan batang. Duri-duri ini biasanya akan menempel pada baju anda jika sedang mencoba menggapai buah yang berwarna ungu kemerahan ini. Namun ketika buahnya sudah terlepas dari pohon maka lebih mudah untuk mengolahnya.

Cholla memiliki kegunaan yang sama dengan buah pir berduri sehingga bisa dimakan langsung, maupun dibuat menjadi jelly dan sirup. Bagian dari kaktus ini juga bisa digunakan untuk pengobatan alternatif sebagai diuretik dan membantu mengobati gastritis. Tunas cholla juga memiliki kadar kalsium yang tinggi bahkan dengan takaran dua sendok makan diklaim mengandung kalsium yang lebih banyak dibandingkan jenis susu hewani. Kuncup bunga cholla juga bisa dikonsumsi untuk ibu hamil dan pengidap osteoporosis. Bagian tanaman ini juga mengandung serat larut dan pektin yang dapat dimanfaatkan untuk menstabilkan kadar gula darah.

Barrel Cactus

Barrel cactus memiliki bentuk buah yang mirip dengan buah nanas, namun memiliki ukuran yang lebih kecil. Barrel cactus disebut juga kaktus tong yang memiliki duri, namun buahnya halus dan mudah diolah. Buahnya aman dikonsumsi dan memiliki rasa manis meskipun tidak semanis buah kaktus lainnya. Buah ini bisa dimakan mentah atau maupun diolah menjadi tambahan makanan salsa (saus pedas meksiko).

Uniknya lagi, biji buah dari barrel cactus ini juga bisa dikonsumsi dengan cara dipanggang ataupun digiling. Bijinya bisa dijadikan campuran roti, sup, dan taco. Seperti spesies kaktus lainnya, barrel cactus dapat tumbuh subur di bawah matahari yang terik dan sedikit irigasi. Buah dari tumbuhan dengan tinggi 91 cm ini, sayangnya telah dianggap sebagai salah satu jenis buah kaktus yang terancam punah.

Organ Pipe Cactus

Organ pipe cactus dinamakan sesuai dengan caranya bertumbuh yakni menyerupai pipa-pipa organ. Tanaman ini mencapai tinggi 26 kaki dengan pertumbuhan yang lambat hingga bertahun-tahun. Kaktus jenis ini memiliki bentuk buah yang bulat dengan ukuran  yang mirip bola tenis. Daging buahnya berwarna merah tua dengan rasa asam manis dan biji hitam yang kecil.

Tumbuhan ini sebenarnya termasuk tanaman liar yang dapat ditemukan di Arizona Selatan yang cerah dan bersuhu panas. Namun buahnya aman dikonsumsi baik secara langsung maupun dimasak terlebih dahulu. Seperti buah kaktus lainnya, anda harus mengupas kulit luarnya dengan hati-hati agar tidak terkena duri dari buah kaktus ini. Buah organ pipe cactus harus ditempatkan di ruang yang sejuk dan kering setelah dipanen dan maksimal dikonsumsi dalam waktu satu minggu setelah buah dipetik dari pangkalnya.

Agave

Agave adalah tanaman kaktus yang memiliki bentuk oval dengan ujung melancip dengan warna hijau. Tanaman kaktus yang berasal dari Amerika Selatan ini bisa dikonsumsi namun harus dimasak terlebih dahulu. Biasanya agave dikonsumsi bagian batang daunnya dengan cara memanggang, lalu dibuat sebagai jus ataupun direbus dan dikukus. Berbeda dengan buah kaktus lain, agave juga justru dimanfaatkan bagian getah dan nektarnya yang diekstrak menjadi sirup untuk meningkatkan kadar gula darah. Sayangnya tanaman ini tidak cocok untuk anda yang sedang menghindari makanan berkalori tinggi.

Manfaat Kaktus Bagi Kesehatan

Kaktus tidak hanya menjadi hiasan untuk halaman rumah maupun di sudut ruangan. Pada kenyataannya tumbuhan kaktus juga mempunyai beragam manfaat untuk kesehatan.

Membantu Membersihkan Udara

Kaktus membantu membuang sisa gas pernapasan yang dikeluarkan oleh manusia yaitu karbon dioksida. Kaktus dapat menyerap dan mengubah karbon dioksida menjadi nutrisi untuk pertumbuhan tanaman ini. Selain itu kaktus juga sangat baik untuk membersihkan udara serta membuang racun.

Tanaman ini mampu menghilangkan hingga 87 persen senyawa organik volatil yang berbahaya seperti benzena dan formaldehida. Senyawa ini biasanya ditemukan pada karpet yang kotor, asap kotor, tas belanjaan, dan juga tinta. Karena kemampuannya membersihkan udara maka sangat membantu meningkatkan kualitas udara sekaligus memperbaiki kualitas tidur di malam hari.

Menurunkan Kolesterol

Kaktus mampu menurunkan kolesterol dan trigliserida di dalam tubuh. Kandungan serat dan pektin pada kaktus dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Hal ini bersinambungan dengan kemampuan kaktus untuk mengurangi kemungkinan masalah pada kesehatan jantung. Sebuah penelitian di Prancis menemukan bahwa 68 wanita yang mengonsumsi kaktus secara rutin selama 4 minggu, mereka mengalami penurunan kadar kolesterol jahat yang signifikan.

Mengatasi Mabuk

Kandungan nutrisi termasuk vitamin C, vitamin E, vitamin A, zat besi, kalsium, dan antioksidan di dalam tanaman kaktus ternyata dapat membantu mengurangi mabuk. Mengonsumsi ekstrak tanaman kaktus satu jam sebelum berkendara maupun saat akan meminum alkohol maka dapat mengurangi gejala mabuk yang berlebihan. Hal ini didasari kemampuan kaktus dalam memberikan efek penyembuhan dari peradangan.

Menurunkan Berat Badan

Serat larut pada kaktus dikenal sebagai nutrisi yang baik untuk melancarkan pencernaan. Tak hanya itu, kandungan serat ini juga dapat dimasukkan dalam menu diet anda. Kaktus bisa mengurangi nafsu makan, karena kemampuannya menjaga tubuh tetap kenyang dalam waktu lama. Hebatnya lagi tanaman kaktus ternyata mengandung asam amino, vitamin, dan mineral dengan kalori yang rendah.

Mencegah Diabetes

Diabetes pasti tidak bisa dilepaskan dari kadar gula darah yang meningkat. Mengonsumsi daun kaktus sebagai minuman akan membantu menurunkan kadar gula darah penderita diabetes yang juga menderita obesitas. Tak hanya itu, diabetes juga bisa mencegah terjadinya stroke dan sakit jantung. Dikarenakan kemampuannya ini, kaktus dapat menjadi bahan terapi yang baik untuk pasien diabetes.

Melawan Sel Kanker

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kaktus mengandung antioksidan seperti betanin, betacyanin, dan isorhamnetin. Oleh sebab itu antioksidan ini akan melindungi tubuh dari radikal bebas. Ini juga berhubungan dengan manfaat ekstrak daun kaktus yang dapat melawan sel kanker payudara, kanker prostat, kanker usus besar, dan kanker hati. Selain itu, sebuah penelitian juga membuktikan bahwa kandungan fitokimia pada daun kaktus bisa menghambat pertumbuhan sel kanker.

Ternyata ada banyak jenis buah lain yang termasuk ke dalam tanaman kaktus berserta beragam manfaatnya terhadap kesehatan. Tidak hanya buah naga saja, berbagai jenis buah tersebut umumnya tidak beracun, namun memang membutuhkan usaha tersendiri untuk memanen dan menghilangkan durinya. Pada intinya buah kaktus adalah jenis tanaman yang menghasilkan buah yang manis dan lezat, sehingga banyak masyarakat dunia yang sudah menggunakannya untuk tujuan kuliner. Beberapa jenis buah kaktus juga bisa dinikmati manfaatnya untuk tujuan pengobatan tradisional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *