9 Fakta Dibalik Dongeng Aladdin

9 fakta dibalik dongeng aladdin

Beberapa waktu lalu production house terkenal asal Amerika mengangkat kisah Aladdin dalam bentuk live action, yakni sebuah kisah terkanal yang konon berasal dari dongeng 1001 malam atau yang populer dikenal dengan sebutan The Arabian Nights.

Terdapat banyak sekali versi yang tersaji dalam kisah Aladdin, namun versi orisinilnya ialah yang ditulis oleh seorang penerjemah Prancis bernama Antoine Galland pada abad ke-18. Tetapi diantara semua kisah, terdapat inti cerita yang sama, yakni hidup Aladdin yang sebelumnya dipenuhi dengan kemiskinan, berubah setelah menemukan lampu ajaib, yang mana dalam lampu tersebut tinggal lah seorang jin yang bisa mengabulkan permintaannya.

Dalam kisah Aladdin, ada beberapa fakta yang sekiranya perlu untuk kita ketahui, baik sekedar untuk menambah wawasan, ataupun mengobati rasa penasaran tentang kisah hidup seorang pemuda yang berubah total. Berikut diantaranya :

Bukan Kisah Asli Dari Dongeng 1001 Malam

Hampir sebagian orang menganggap kisah Aladdin adalah satu bagian dari kisah 1001 malam. Yakni kisah yang berawal dari Scherherazade, seorang perempuan yang menikah dengan raja pembunuh. Diketahui pada pernikahan-pernikahan sebelumnya, sang raja selalu membunuh istri barunya satu hari setelah mereka menikah, dan hal ini terus berlanjut hingga memakan banyak korban perempuan.

Hal ini lah yang membuat Scherherazade mencoba menyelamatkan nyawanya pasca pernikahan, yakni dengan menceritakan cerita yang berbeda untuk suaminya setiap malam. Namun, akhir dari setiap cerita yang diceritakan oleh Scherherazade selalu menggantung, sehingga membuat sang raja penasaran. Lalu setelah itu ia berjanji untuk memberitahukan akhir ceritanya esok harinya. Cerita-cerita menarik inilah yang membuat kematian Scherherazade tertunda karena rasa penasaran raja yang ingin mengetahui lanjutan setiap kisah yang diceritakan.

Namun sayangnya, beberapa sumber menyatakan bahwa kisah Aladdin bukanlah kisah asli dari dongeng 1001 malam. Karena cerita ini baru ditambahkan pada awal abad ke-18, oleh seorang penerjemah Prancis bernama Antoine Galland.

Galland mendapatkan kisah Aladdin dari seorang pendongeng Arab. Pendongeng itu tidak pernah menyatakan bahwa Aladdin adalah orang Arab, karena kisah tersebut berlatar di Timur Jauh (Far East) yakni China, bukan Timur Tengah. Galland sendiri mengerti hal itu, namun kisah ini tidak ada hubungannya dengan versi asli 1001 Malam, yang mana naskah aslinya tidak akan pernah ditemukan, Galland tetap memasukkan kisah itu sebagai sebuah kisah tambahan. Tanpa disangka, kisah ini justru menjadi salah satu kisah yang paling terkenal, sehingga kita menganggap bahwa Aladdin adalah salah satu bagian dari kisah 1001 Malam.

Aladdin Tidak Berasal Dari Timur Tengah

9 fakta dibalik dongeng aladdin bukan kisah asli dari dongeng 1001 malam

Dalam dongeng, serial animasi, bahkan film life actionnya, Aladdin dikisahkan sebagai seorang pemuda yang hidup di Timur Tengah. Bahkan dalam film disebutkan bahwa Aladdin berasal dari Argabah, yakni kota fiksi yang berada di Yordania. Namun asal usul Aladdin baik yang diceritakan dalam versi Galland di tahun 1700-an atau Richard Burton tahun 1885, dijelaskan bahwa ia tinggal di sebuah kota di Tiongkok. Informasi ini didukung oleh illustrasi dari era Victoria yang menggambarkan karakter Aladdin sebagai orang Tiongkok. Pergantian latar dan etnisitas karakternya menjadi Arab dan Timur Tengah ini mulai terjadi ketika kisahnya akan diangkat ke layar lebar di awal abad ke-20.

Aladdin Bukan Orang Pertama Yang Menggosok Lampu Ajaib

Ada beberapa versi cerita yang menyatakan bahwa Aladdin adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal dijalanan dengan monyet peliharaannya yakni Abu. Namun dalam versi lainnya ayah Aladdin adalah seorang penjahit yang telah meninggal dunia dan ia tinggal bersama ibunya yang merupakan seorang janda miskin. Beberapa sumber tersebut juga menyatakan bahwa ibu Aladdin lah orang yang pertama kali menggosok lampu ajaib dan melepaskan sang jin, saat lampu itu yang hendak dijual.

9 fakta dibalik dongeng aladdin bukan orang pertama yang menggosok lampu

Perbedaan Karakter

Gambaran tokoh Aladdin dalam film sangat membuat penonton terkesima, yakni sebagai sorang pemuda yang pandai, banyak akal, dan loyal meskipun sering diremehkan karena miskin. Akan tetapi karakter Aladdin dalam versi yang dituliskan oleh Richard Burton, ialah seorang pemuda yang dangkal, pemalas, serakah, dan mudah terpikat oleh kemewahan.

Tidak Hanya Genie, Ada Jin Lain Yang Membantu Aladdin

Genie adalah seorang jin yang tinggal dalam lampu ajaib yang selalu membantu Aladdin mewujudkan keinginannya. Namun, dalam kisah The Arabian Nights Aladdin dibantu oleh dua jin. Satu jin yang tinggal di dalam lampu ajaib (Genie), yang memberikan segala kemewahan kepada Aladdin. Sementara yang satunya lagi tinggal dalam sebuah cincin ajaib yang diberikan penyihir, Jin inilah yang membantu Aladdin menyelamatkan ratunya saat dibawa oleh penyihir jahat. Keduanya sama-sama dapat mengabulkan keinginan Aladdin.

9 fakta dibalik dongeng aladdin ada jin lain yang membantu aladdin

Memiliki 3 Musuh

Dalam film, tokoh perdana menteri sultan merupakan satu-satunya tokoh yang berperan sebagai penjahat . Tetapi dalam versi aslinya Aladdin harus berhadapan dengan 3 musuh. Yakni, Seorang penyihir jahat asal Afrika yang mengaku sebagai paman Aladdin, dan mengelabuinya untuk mendapatkan lampu ajaib. Kedua, saudara dari penyihir tersebut yang sifatnya lebih keji dan berniat balas dendam. Sedangkan yang ketiga adalah putra dari perdana menteri yang juga bersaing untuk mendapatkan putri.

Sang Putri Sudah Bertunangan

Badr al-Budur adalah nama asli sang putri dalam versi asli cerita. Sedangkan Jasmine hanyalah nama yang diberikan oleh Production House yang mengangkat kisah ini. Dalam kisah aslinya tertulis bahwa Aladdin sangat terpana saat bertemu dengan Badr al-Budur, dan memutuskan untuk mengejarnya dengan memberikan hadiah pada sultan, yakni ayah dari sang putri. Sultan menerima pemberian itu, namun ia tetap hendak menikahkan anaknya dengan putra perdana menteri.

9 fakta dibalik dongeng aladdin sang putri sudah bertunangan

Karena hal ini, Aladdin kembali menggunakan jinnya untuk menculik pengantin pria dan menahannya dalam sebuah sel yang gelap dan dingin, serta mengintimidasi pria tersebut. Hingga setelah dua malam ditahan, sang pengantin pria memohon agar pernikahannya dibatalkan, permohonan tersebut kemudian dikabulkan oleh sultan.

Tidak Hanya Tiga Permintaan

Setelah Badr al-Budur tak jadi menikah dengan putra perdana menteri, Aladdin meminta jin memberikannya emas, perhiasan, istana, dan harta lainnya agar bisa membujuk sang putri. Lalu setelah berhasil menikah, permohonan Aladdin pada jin tetap berlanjut hingga harta kekayaannya semakin bertambah.

Cerita Terus Berlanjut

Kisah Aladdin tidak hanya berhenti saat  Aladdin dan Badr al-Budur menikah. Karena dalam cerita asli, setelah mengalahkan penyihir jahat dengan membunuhnya, mereka berdua tinggal bahagia di Tiongkok. Namun, kebahagian tersebut tidak bertahan lama sebab penyihir yang telah mati memiliki saudara yang lebih kuat darinya dan datang ke Tiongkok untuk balas dendam kepada Aladdin.

Jadi itulah beberapa fakta yang tidak banyak diketahui oleh orang-orang tentang Aladdin. Setelah mengetahui kisah ini, apakah kamu tertarik untuk membaca kisah 1001 malam atau The Arabian Night lainnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *