Apakah Teh Mengandung Kafein? Berikut Informasinya

Minuman yang mengandung kafein selama ini memang identik dengan kopi. Padahal, jenis minuman yang mengandung kafein sangat beragam, mulai dari teh, cokelat, maupun minuman bersoda serta berbagai merek energy drink yang dapat kamu temui di pasaran.

Sebelum membahas tentang minuman yang mengandung kafein, perlu diketahui bahwa kafein adalah zat stimulan alami pada daun teh, biji kopi, dan biji kakao. Zat ini dapat menstimulasi otak dan sistem saraf pusat dengan cara tertentu, sehingga kamu akan tetap terjaga dan terhindar dari rasa lelah untuk sementara. Saat ini, kafein merupakan salah satu zat yang paling banyak dikonsumsi orang-orang di seluruh dunia. Mungkin kamu salah satunya. Mengkonsumsi kafein setiap harinya baik untuk stimulan, kombinasi obat maupun mengurangi jetlag pada wisatawan.

Kafein adalah senyawa alkaloid metilxantine (basa purin) yang berwujud kristal berwarna putih dan bersifat psikoaktif. Kafein digunakan sebagai stimulan sistem saraf pusat dan mempercepat metabolisme. Maka dari itu kafein dapat bersifat diuretik. Konsumsi kafein berguna untuk meningkatkan kewaspadaan, menghilangkan kantuk dan menaikkan mood. Kafein juga membantu kinerja fisik dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan kontraksi otot.

Konsumsi kafein juga banyak ditemui pada atlet. Dinyatakan atlet yang mengkonsumsi kafein memiliki kelebihan dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi kafein, karena atlet akan dapat bertahan lebih lama saat melakukan aktivitas olahraga. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi kafein dapat meningkatkan kewaspadaan dan rasa lelah yang berkurang.

Kafein dan Teh

Teh diketahui memiliki jumlah kafein yang bervariasi. Karena proses oksidasi teh berbeda-beda tiap produksi. Proses oksidasi lah yang akan membuat teh menjadi banyak memiliki kandungan kafein. Sebagai anggota dari keluarga xanthine, kafein teh tidak berbau dan tidak berwarna tetapi memiliki rasa yang agak pahit saat direndam dalam air panas. Kafein terjadi secara alami dalam teh seperti teh hitam organik, teh hijau, dan campuran teh lainnya.

Jumlah kafein dalam teh bervariasi, jadi penting bagi para penikmat teh untuk mengetahui berapa banyak kafein dalam teh favorit yang akan dikonsumsi. Kafein dikenal sebagai penambah suasana hati, meningkatkan kewaspadaan, dan merangsang metabolisme, tetapi tidak semua orang bisa atau ingin mengkonsumsinya. Karena teh ini dapat menambah suasana hati, peminum teh biasa dapat membangun toleransi terhadap kafein dalam tubuh. Dimulai dari kadar terendah.

Untuk mendapatkan efek yang sama dalam konsumsi teh tentunya harus memperhatikan kadar yang sama pula dengan secangkir teh sebelumnya. Selain itu, kafein teh juga memiliki efek yang mungkin tidak menyenangkan bagi beberapa peminum teh, dan dapat mencakup kegelisahan, insomnia, dan kecemasan. Bagi siapa pun yang rentan terhadap efek ini, tentunya perlu untuk mengetahui berapa banyak kafein dalam minuman yang mereka pilih untuk dikonsumsi.

Kafein terjadi secara alami di tanaman teh, Camellia sinensis, jadi semua teh yang diseduh mengandung kafein. Teh adalah satu-satunya tanaman yang mengandung L-theanine, asam amino yang meningkatkan ketenangan dan relaksasi. Kafein bekerja dalam sinergi dengan kafein stimulan untuk menginduksi keadaan kewaspadaan pada tubuh. Kafein dari teh diperkirakan menyerap lebih lambat di dalam tubuh daripada kafein dari kopi. Pelepasan lembut ini menyebabkan periode kewaspadaan yang lebih lama tanpa terburu-buru dengan rasa gelisah di awal atau rasa tidak nyaman di akhir.

Semua teh mengandung kafein yang biasanya lebih sedikit dari kopi, meskipun beberapa banyak variasi dari teh, yang menyebabkan beberapa perusahaan teh dan pakarnya memecah kandungan kafein dengan gaya produksi yang beragam. Dinyatakan teh hijau mengandung sedikit kafein dibanding teh hitam. Selanjutnya telah diklaim bahwa teh hitam memiliki lebih banyak kafein daripada oolong. Ini menandakan bahwa jenis teh yang berbeda juga akan membuat kafein di dalamnya berbeda. Telah diketahui bahwa teh hijau mengandung kafein dalam jumlah yang relatif kecil (sekitar 20-45 miligram per 8 ons cangkir), dibandingkan dengan teh hitam yang mengandung sekitar 50 miligram dan kopi dengan 95 miligram per cangkir.

Apa yang Mempengaruhi Kandungan Kafein Dalam Secangkir Teh?

Segala macam hal ternyata memengaruhi konsentrasi kafein teh yang diseduh, termasuk di mana dan bagaimana teh tersebut ditanam, ukuran daun yang dipanen, dan gaya pemrosesan yang tepat (pemanggangan, penuaan, dan fermentasi semuanya dapat mengurangi kafein). Teh hijau mungkin mengandung kafein sebanyak teh hitam, dan dua teh hitam dari daerah yang sama mungkin memiliki kadar kafein yang sangat berbeda. Semua ini bergantung dari pemrosesan daun teh setelah dipetik. Selain itu jenis daun teh yang digunakan, yang dapat berbeda satu sama lain.Semua ini mempengaruhi kadar kafein dalam secangkir teh kamu. Umumnya, daun teh yang pecah, seperti yang terdapat dalam kantong teh, akan memberikan lebih banyak kafein saat diseduh dibandingkan dengan daun utuh dan belum mengalami oksidasi.

Jumlah daun teh yang digunakan semakin banyak (yang ditambahkan ke dalam cangkir), maka semakin banyak kafein yang dilepaskan. Kantong teh secara alami menyediakan jumlah daun teh standar, yang sudah ditentukan proses pabrik. Tetapi jika menggunakan teh daun lepas,yang dapat kamu olah sendiri, kamu tentu dapat menambahkan lebih banyak ke dalam panci. Dengan begitu kadar daun teh tidak stabil, yang justru memiliki lebih banyak kadar kafein.

Selain itu telah dinyatakan teh yang sama dapat menghasilkan jumlah kafein yang berbeda, bergantung pada cara pembuatannya. Diketahui semakin lama teh yang memilki kafein diseduh, semakin banyak kafein yang masuk ke dalam cangkir tersebut. Dengan menyeduh teh selama satu menit dimungkinkan mendapatkan sekitar 14 miligram kafein dalam cangkir mu. Bila kamu menyeduhnya dalam waktu yang lebih lama, ini dapat memicu kafein yang lebih tinggi. Perbandingan selanjutnya ialah tingkat curamnya gelas, bila teh diseduh dengan jumlah yang sama dengan waktu yang lebih lama, yaitu lima menit, konsentrasi kafein tersebut bisa berlipat ganda dalam secangkir teh.

Inilah mengapa terciptanya kebijaksanaan pembuatan teh secara konvensional yang kamu temukan dari wilayah barat, yang mengatakan bahwa teh hitam harus diseduh dengan air yang hampir mendidih sementara teh hijau dan putih yang lembut dan manis membutuhkan air yang lebih dingin atau hangat, biasanya sekitar 160 hingga 175 ° F. Ini berguna agar kamu tidak merusak rasa lembut kafeinnya dan tidak mengubahnya dalam kadar kafein tinggi. Sekaligus ini juga berfungsi untuk tidak merubah antioksidannya menjadi neurotoksin yang mematikan. Juga disebutkan suhu yang lebih tinggi akan meningkatkan kandungan kafein karena air panas akan bertindak lebih cepat untuk melepaskan kafein dari daunnya.

Hati-Hati Terhadap Jumlah Kafein yang Dikonsumsi

Kafein dalam teh memiliki efek yang terbilang cukup signifikan, di mana terdapat sifat antagonis kompetitif (termasuk sifat kuat) terhadap reseptor sejumlah fungsi pada susunan saraf pusat. Hal ini berdampak pada rangsangan pusat saraf dan meningkatkan tekanan darah menjadi lebih aktif. Inilah mengapa kafein dalam teh perlu diperhatikan jika mengonsumsinya terlalu banyak. Penelitian oleh Cuno Uiterwaa l, menunjukkan bahwa seseorang yang tidak terbiasa minum teh dengan kandungan kafein, memiliki tekanan darah lebih rendah jika dibandingkan dengan seseorang yang mengkonsumsi kafein dengan kandungan kafein 4-5 cangkir per hari.

Hal ini diperkirakan karena adaptasi tubuh yang rendah terhadap penggunaan teh sedang sampai ringan. Selain itu, konsumsi teh yang lebih berat (dalam jumlah kafein tinggi karena seduhan daun yang banya) akan menunjukkan peran konsentrasi potasium serum level. Asupan potasium didalam teh yang lebih tinggi jelas terkait dengan tekanan darah yang dapat meningkat.

Kafein memiliki efek akut terhadap tekanan darah. Konsumsi kafein dengan dosis 300 mg, dapat memicu tingkat tekanan darah dalam tubuh. Jika dengan dosis 300-600 mg dalam 5 hari berturut-turut, peningkatan tekanan darah masih dapat terlihat hingga hari berikutnya. Efek kronis kebiasaan konsumsi kafein diperkirakan dapat mempengaruhi peningkatan tekanan darah. Apalagi bila kondisi kamu sedang melemah.

Pengaruh kafein tergantung pada jumlah banyaknya yang dikonsumsi dan kondisi kesehatan seseorang. Konsumsi kafein dapat meningkatkan laju jantung dan tekanan darah pada orang tidak terbiasa minum minuman berkafein, sedangkan pada orang yang terbiasa terkadang hal tersebut tidak terjadi. Namun konsumsi kafein sebesar 500 mg atau sekitar 4-6 cangkir akan merangsang pusat pernapasan dan fungsi kardiovaskular. Studi eksperimental juga menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan beberapa hormon stress di dalam plasma seperti epinefrin dan kortisol yang dapat meningkatkan tekanan darah. Jadi sebaikya tidak konsumsi teh secara berlebihan.

Walaupun perlu untuk diperhatikan, manfaat teh juga bisa kamu dapatkan bila rutin mengonsumsinya. Pastikan tidak menggunakan gula berlebih dan kontrol kadar kafein yang akan dikonsumsi. Segala yang berlebihan tentu tidak baik bagi tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *