Apa Itu Perayaan Deepavali, Simak Faktanya?

Perayaan Deepawali, atau ada juga yang menyebutnya Diwali, Deepavali, Dipavali, merupakan sebuah tradisi perayaan festival cahaya bagi para pemeluk Hindu dan juga beberapa agama atau kepercayaan lainnya khususnya di negara India. Festival Deepavali sendiri biasanya dirayakan dengan sangat meriah membawa suka cita. Perayaan ini juga memiliki artinya yang penting bagi pengikutnya karena memiliki ceritanya. Jadi sebenarnya apa itu Perayaan Deepavali? Simak berikut ini:

Deepavali

Deepavali berasal dari bahasa Sangsekerta yang artinya ‘deretan cahaya’, hal tersebut mengacu pada aktivitas atau ritual yang dilakukan yakni dimana masyarakat menghidupkan cahaya seperti lampu, lilin, kembang api, lampion dan lainnya disekitar rumah, toko, kuil atau tempat lainnya. Pada hari perayaan, bisa dikatakan seluruh kota terang benderang karena ritual tersebut.

Biasanya perayaan diadakan pada setiap tahunnya pada tanggal yang berbeda, hal tersebut mengacu pada penanggalan yang ditetapkan menggunakan penanggalan Hindu. Pada penanggalan Hindu, Deepavali akan jatuh pada bulan Kartika, jika ditanggalan Masehi akan jatuh pada sekitar bulan Oktober sampai dengan November.

Makna Deepavali

Bagi yang merayakannya, Deepavali sendiri memiliki makna yang mendalam maka dari itu hari spesial ini dirayakan dengan suka cita oleh banyak orang. Jika dilihat kembali, alasan kenapa perayaan ini penuh dengan cahaya lampu yang cerah dan terang hal tersebut karena Deepavali merupakan simbol kemenangan. Kemenangan akan kebaikan diatas keburukan, pengetahuan yang melawan ketidaktahuan dan menang atas terang akan kegelapan. Cahaya yang terang tersebut melambangkan kehidupan manusia yang penuh harapan suka cita di tahun yang akan datang.

Pada perayaan ini dipercaya untuk memperingati keberhasilan Dewa Rama bersama Dewi Sita, Lakshman dan Hanuman kembali ke Ayodhya setelah menghabiskan waktu 14 tahun di pengasingan. Hal tersebut juga menandakan kemenangan atas Rahwana yang berkuasa secara kejam dan akhirnya dapat di kalahkan.

Dalam salah satu kelompok dalam agama Hindu, Vaishnavism, yang menganggap Dewa Wisnu adalah Tuhan yang menciptakan dan juga menghancurkan seluruh isi dunia secara bertahap. Memiliki makna tersendiri, dimana Dewa Wisnu memiliki anak yang bernama Naraka. Naraka kemudian di berikan kekuatan dan juga sebuah senjata yang sakti, Dewa Wisnu memberkati Nakara juga dengan kesaktian sehingga tidak ada seorang pun yang dapat membunuhnya kecuali Ibu Bumi atau juga disebut Ibu Pertiwi, Ibunya sendiri.

Seiring berjalannya waktu, Naraka menjadi sangat tamak dan jahat, dia banyak menculik gadis dari seluruh dunia maupun dari dewi dari kayangan. Pada saat itu, Satyabhaama yang merupakan reinkarnasi dari Ibu Pertiwi, mengusulkan untuk menghancurkan Naraka kepada suaminya Dewa Krishna. Dengan bantuan dari Dewa Wisnu akhirnya Naraka dapat dikalahkan dan menetapkan adanya hukum dan ketertiban yang di sebut Dharma. Hari itu juga kemudian dikenal dengan Naraka Chaturdasi yang kemudian diperingati pada perayaan hari ke empat di akhiri dengan Amavasya atau Hari Bulan Baru.

Perayaan Deepavali

Perayaan Deepavali diadakan selama lima hari berturut-turut yang memiliki beragam perayaan setiap harinya. Hal tersebut artinya ritual yang dijalankan juga beragam, sehingga sangat menarik untuk di ketahui lebih banyak.

Vasu Baras

Vasu Baras merupakan awal dari hari perayaan Deepavali, Vasu Baras. Perayaan ini diperuntukkan kepada hewan yang di anggap suci bagi pemeluk agama Hindu yaitu Sapi. Di India penyebutan akan perayaan ini juga berbeda di beberapa daerah seperti Govatsa Dwadashi, di daerah Gujarat di sebut Bagh Baras, dan India Selatan disebut Nandini Vrat. Di percaya bahwa pada awal hari perayaan ini, sapi mendapatkan energi yang banyak dari sinar Ilahi.

Dhan Teras

Dhan Teras atau juga disebut Yamaadeepdaan, Dhanvantari Trayodashi, Dhantrayodashi, yang jatuh pada hari kedua perayaan Deepavali. Dhan memiliki makna kekayaan dan Teras artinya adalah hari ketiga belas. Perayaan ini dilakukan dengan menghidupkan lampu sepanjang malam untuk menghormati Yama dan berdoa untuk dijauhkan dari kematian serta keputus asaan. Hari ini juga dipercaya sebagai hari baik untuk membeli emas atau perak, karena terdapat sebuah cerita mengenai hal tersebut.

Kali Chaudas

Kali Chaudas juga disebut Hanuman Puja, Bhut Chaturdashi dimana perayaan ini jatuh sehari sebelum perayaan Naraka Chaturdashi. Pujian ditujukan pada Dewa Hanuman yang memberikan kekuatan untuk bertarung melawan kekuatan jahat atau buruk, dan menjaga dari kekuatan buruk tersebut. Hal tersebut karena di percaya bahwa malam Kali Chaudas energi jahat menguat sehingga untuk menjaga tidak terpengaruh oleh kekuatan jahat masyarakat berdoa kepada Dewa Hanuman.

Naraka Chaturdashi

Perayaan hari ketiga ini di sebut Naraka Chaturdashi, hari dimana memperingati kemenangan Dewa Krishna yang mengalahkan raksasa Naraka. Pada hari ke empat ini, masyarakat India akan bangun pagi hari untuk mandi suci atau ubtan yang dipercaya dapat menghilangkan dosa dan kesialan. Yang kemudian diikuti dengan membuat Rangoli atau seni lukis tradisional yang biasanya menggunakan pewarna alami seperti kelopak bunga, tepung, beras atau pasir yang berwarna.

Laksmi Puja

Pada hari ini adalah perayaan dimana Dewa Rama dan Dewi Lakshmi yang berhasil mengalahkan Rahwana. Sehingga perayaan di tujukan untuk Dewi Lakhshmi sang dewi kekayaan dan kecantikan agar terhindar dari keburukan dan dilimpahkan kekayaan untuk tahun yang akan datang. Selain Dewi Lakshmi, pujian atau perayaan ini juga ditujukan bagi Ganesha yang memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan. Hari ini adalah puncak dari acara sehingga ritual yang dilakukan adalah mensucikan diri di Sungai Gangga atau jika jauh dari sungai Gangga, maka bisa menggunakan air yang biasa untuk mandi. Pada malam hari, dipercaya jika Dewi Lakshmi mendatangi rumah-rumah untuk memberi berkat kepada pemujanya dengan kekayaan dan kemakmuran.

Bali Pratipada

Pada hari kelima atau terakhir dari serangkaian perayaan dan ritual Deepavali ini, Bali Praptipada atau juga disebut Govardhan Puja. Pada hari ini menjadi peringatan kembalinya Bali ke Bumi atas izin dari dewa Wisnu. Kemudian juga pada hari ini diperingati untuk mengingat Dewa Krishna yang telah menyelamatkan penduduk beserta ternak sapi saat banjir bandang dengan cara mengangkat Bukit Govardhan. Festival ini menjadi yang terakhir dari rangkaian acara perayaan Deepavali.

Hidangan Perayaan Deepavali

Sebuah perayaan yang meriah tentu memiliki ciri khas, selain pada ritual yang dijalankan hidangan yang disajikan pun istimewa. Perayaan ini juga perayaan manisan, sehingga tidak heran hidangan manis dapat mendominasi perayaan. Apa saja hidangan khas perayaan Deepavali yang menjadi momen berkumpulnya keluarga ini?

Mithai

Mithai merupakan salah satu dessert dari India yang biasa disajikan ketika perayaan Deepavali. Dessert berupa permen manis dengan berbagai warna, sehingga sangat menarik. Selain dinikmati sendiri, Mithai juga biasanya dapat dijadikan hadiah untuk dibagikan kepada keluarga atau teman. Mithai juga memiliki banyak jenisnya lagi seperti Laddu (permen berbentuk donat) dan Barfi.

Chivda

Salah satu makanan khas yang dapat ditemui ketika perayaan adalah Chivda. Chivda merupakan makanan ringan yang terdiri dari campuran bahan-bahan seperti lentil, kacang, jagung, buncis dan lain sebagainya. Walaupun makanan ini adalah makanan ringan, namun dapat juga di makan sebagai salah satu teman makanan utama.

Samosa

Samosa merupakan camilan atau makanan ringan asal India yang juga sudah di kenal di Indonesia. Makanan ini menjadi salah satu makanan khas yang disediakan ketika perayaan Deepavali berlangsung. Biasanya Samosa berisi sayur-sayuran berupa kentang, bawang bombai, rempah-rempah dan cabai yang kemudian dibalut dengan adonan tepung dan digoreng hingga matang.

Halwa

Halwa biasanya terbuat dari tepung atau gandum, dengan campuran sayuran seperti wortel atau labu, minyak sanin, gula dan susu kental manis yang membuat kue ini terasa manis dan lembut. Untuk campuran kue ini bisa juga menggunakan kacang seperti kacang almond sesuai dengan selera sehingga akan menemui rasa yang beragam. Kue manis ini juga sangat favorit pada perayaan atau hari besar lainnya, sehingga Halwa menjadi hidangan yang juga pasti ada ketika perayaan Deepavali.

Gulab Jamun

Gulab Jamun adalah salah satu manisan yang terbuat dari susu bubuk yang dijadikan adonan dan kemudian digoreng hingga matang. Dalam penyajiannya, Gulab Jamun juga diberikan pemanis seperti sirup dan ditaburi sedikit kapulaga diatasnya. Rasa manis mendominasi Gulab Jamun, hal ini menjadikan hidangan ini favorit semua kalangan dari mulai anak-anak sampai orang tua.

Fakta Mengenai Deepavali

Festival Cahaya

Arti dari Deepavali sendiri adalah cahaya, sehingga tidak heran jika festival ini erat hubungannya dengan cahaya. Pada waktu perayaan, semua tempat baik rumah, pertokoan, kantor dan tempat lainnya akan dihiasi dengan lampu-lampu cantik nan meriah. Hal ini menjadi salah satu yang menarik dari festival ini karena terang benderang lampu membawa suasana suka cita dan bahagia.

Hari Perayaan Manisan

Hidangan yang disajikan di dominasi oleh makanan manis, seperti kue, manisan, permen dan lain sebagainya. Manisan ini juga biasanya dijadikan buah tangan ketika pergi mengunjungi keluarga atau teman, sehingga akan saling bertukar manisan untuk perayaan. Anak-anak sangat menyukai manisan, apalagi ketika hari perayaan terdapat berbagai macam manisan yang lezat dan menggugah selera.

Membeli Emas

Perayaan Deepavali merupakan perayaan untuk meminta keberuntungan, kekayaan dan kesejahteraan di tahun yang akan datang. Pada hari ini biasanya banyak orang yang membeli emas dengan harapan tersebut, di percaya jika membeli emas pada hari Deepavali juga akan diberikan keberkahan oleh Dewa dan Dewi sehingga masyarakat yang akan berburu emas ketika perayaan.

Momen Berkumpul Keluarga

Perayaan ini adalah salah satu momen berkumpulnya keluarga, biasanya orang tua akan mengundang anak-anak ke rumah beserta menantunya. Pada momen ini juga masyarakat membawa hadiah baik berupa makanan atau barang. Tidak hanya keluarga, biasanya hadiah juga diberikan kepada karyawan dari sebuah perusahaan pada saat festival berlangsung.

Perayaan Tanpa Puasa

Dalam agama Hindu, ada beberapa perayaan yang mengharuskan umatnya untuk berpuasa. Namun tidak dengan Deepavali, pada perayaan ini semua makanan di hidangkan untuk dimakan. Hal tersebut membuat perayaan ini sangat meriah dengan suka cita kebahagiaan masyarakat. Pada hari juga para wanita biasanya suka menghias diri seperti menggunakan Henna, sehingga tidak heran banyak seniman Henna dapat ditemui ketika perayaan berlangsung.

Hari perayaan Deepavali merupakan salah satu perayaan yang meriah di agama Hindu khususnya yang berada di India. Lampu-lampu akan menyala dengan terang sepanjang malam dengan berbagai ritual yang di lakukan. Perayaan yang disambut suka cita ini menjadi salah satu simbol keyakinan umat Hindu akan Dewa dan Dewi yang memberikan keberkahan dan menjauhkan dari musibah selama hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *