8 Rekomendasi Film Bernuansa Islami

Menonton film atau serial adalah satu dari sekian banyak cara untuk mengisi waktu senggang. Industri film juga telah banyak menyiapkan pilihan film untuk kita tonton. Tapi tentunya, selera setiap orang akan berbeda dalam urusan film. Beberapa menyukai film laga. Beberapa orang menyukai film bernuansa romansa, dan tidak sedikit juga orang yang menyukai film dengan genre misteri atau detektif.

Dari sekian banyak film dan genre yang ada, film bernuansa islami dengan kualitas dan keselarasan yang bagus cukup sulit untuk didapatkan. Tapi diantara film-film yang kurang sesuai, berikut ini adalah 8 rekomendasi film dengan nuansa islami yang cocok untuk menemani waktu senggang kita.

The Message

Film ini bisa dikatakan sebagai pionir dari film yang menceritakan tentang perjuangan dakwah Rasulullah dengan penuh adab. Bahkan karena sangat menjaga harga diri masyarakat muslim, tim kreatif tidak hanya menyembunyikan tampilan dan suara Rasulullah. Mereka juga ikut menyembunyikan suara dan sosok dari Khulafaurrasyidin.

Saat mereka harus memulai dialog antara Rasulullah atau salah satu dari Khulafaurrasyidin, kameramen akan mengambil alih posisi tokoh, dan hanya menggunakan anggukan, gelengan dari kamera, serta monolog tokoh lain sebagai perantara agar dialog yang dilakukan tersampaikan pada penonton.

Film ini sendiri dimulai saat Rasulullah mengirimkan surat ajakan untuk memeluk islam kepada para penguasa dunia, seperti halnya Heraclius, Kaisar Bizantium, Kaisar Sasania, dan Batrik Alexandria. Sebelum itu, dijelaskan jika Malaikat Jibril turun membawa wahyu agar Rasulullah memulai dakwahnya secara terang-terangan.

Karena hal ini juga semakin banyak warga Mekkah yang masuk islam. Para pembesar Mekkah juga semakin melancarkan berbagai serangan kepada Rasulullah. Sebagian umat Islam hijrah ke Abisinia dan disambut dengan hangat oleh raja disana. Sementara sisa umat Islam di Mekkah akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Madinah secara bergiliran untuk memulai kehidupan baru di sana. Film versi klasiknya ini berakhir saat Mekkah dibersihkan dari berbagai berhala yang mengitari wilayah Ka’bah.

Lion of the Dessert

Film ini menceritakan tentang perjuangan dari Omar Mukhtar sampai titik darah penghabisan. Beliau berjuang bersama rakyat untuk membebaskan Libya dari jeratan kolonialisme Italia, yang tempo hari masihlah dipimpin oleh Benito Mussolini.

Film yang didanai langsung oleh Muammar Khadafi ini mengajarkan kita banyak hal. Tidak hanya tentang arti sebuah perjuangan dan keteguhan, namun tentang aturan perang yang telah diatur oleh Islam sejak sekian lama. Hal ini tercermin dari adegan saat  Omar tidak bisa membunuh seorang tentara yang kepayahan dan sedang tidak memegang senjata. Alih-alih dibunuh, tentara tersebut dibiarkan untuk melarikan diri sambil membawa bendera Italia.

Meskipun pasukan yang dipimpin Omar kalah dalam kualitas persenjataan, namun Omar tetaplah berjuang untuk memimpin perang gerilya melawan Italia bersama pasukannya dengan peralatan yang seadanya.

Tidak hanya ditunjukan sebagai seseorang yang piawai dalam memimpin perang gerilya, Omar Mukhtar juga ditunjukan sebagai sosok pemimpin yang teguh ketika berunding dengan Italia. Dia tidak mau mengakhiri gerakan yang telah dia mulai, meskipun pihak Italia menjanjikan berbagai hal yang sifatnya sangat menguntungkan dirinya sendiri.

Bahkan setelah ditawan oleh Italia, Omar Mukhtar masih teguh dengan prinsipnya. Film ini sendiri diakhiri dengan adegan eksekusi Omar Mukhtar di depan umum. Meskipun masyarakat Libya telah digertak habis-habisan, bahkan hingga eksekusi gantung dari Omar Mukhtar dilakukan di depan umum, namun tentu perjuangan dalam meraih kemerdekaan tidak berakhir dengan begitu saja.

Fatih 1453

Tidak lengkap rasanya jika film asal Turki ini tidak ada dalam daftar. Mengingat dari semua film yang pernah dibuat oleh Turki tentang penaklukan Konstantinopel, film ini adalah yang terbaik dari semuanya.

Fatih 1453 sendiri mengulas tentang berbagai peristiwa setelah Sultan Mehmet kembali naik tahta sepeninggal ayahnya, Sultan Murat II.  Mimpi Sultan Mehmet sendiri masih sama dulu, yaitu menaklukan Konstantinopel.

Mehmet Al-Fatih memulai persiapannya dengan matang. Halil Paşa yang memiliki pengaruh besar di kalangan Jannisari, serta sosok yang membuat ayahnya terpaksa kembali naik tahta karena khawatir dengan keselamatan anaknya, langsung diturunkan tanpa basa basi. Beliau juga mengirim surat damai pada banyak kekaisaran di Eropa.

Bahkan kekaisaran Romawi Timur juga menerima surat tersebut. Ini membuat Mehmet Al-Fatih dicemooh pihak Konstantinopel. Mereka mengatainya sebagai Sultan yang tidak berpengalaman. Namun semua surat damai itu hanyalah strategi agar Mehmet Al-Fatih bisa mempersiapkan penaklukan Konstantinopel dengan tenang.

Adegan pembuatan meriam berhasil menunjukan sedikit obsesi Mehmet Al-Fatih pada dunia senjata api. Karena dalam sejarah, selain fasih dalam 8 bahasa asing, Mehmet Al-Fatih juga dijelaskan sebagai sosok jenius dalam bidang Teknik Mesin.

Film yang membutuhkan waktu selama 3 tahun untuk tayang ini juga menampilkan teknik editing yang luar biasa. Namun di balik semua editing yang di atas rata-rata film Turki lainnya, adalah bagaimana film berakhir dengan sentuhan dari ketulusan anak kecil yang bisa percaya begitu saja dengan Mehmet Al-Fatih. Padahal aroma mesiu dan darah masih menguar kuat di seluruh kota.

My Name is Khan

Film kolaborasi antara Bollywood dan Hollywood ini tidak hanya menjadikannya sebagai film Bollywood termahal, namun juga film terlaris dan terbaik sepanjang sejarah Bollywood. Film ini dibintangi oleh Kajol dan Shahrukh Khan, membuat daya tarik dari film ini semakin meningkat. Karena bagaimanapun ceritanya, mereka berdua adalah aktor dan aktris papan atas Bollywood.

Meskipun film ini memiliki cerita yang cukup klasik, yaitu tentang efek runtuhnya Twin Tower pada masyarakat muslim di Amerika, namun film ini sendiri dikemas dengan penuh ketulusan dan kemurnian yang sangat khas.

Shahrukh Khan yang memerankan tokoh bernama Rizwan, pria muslim yang berasal dari kalangan menengah di Mumbai. Rizwan sendiri didiagnosa menderita Asperger Syndrome. Penyakitnya ini sempat menimbulkan kecemburuan pada saudaranya, Zakir.

Namun sepeninggal ibunya, Zakir yang sudah tinggal di San Francisco, mengajak Rizwan untuk tinggal bersamanya. Rizwan sendiri pada akhirnya memilih untuk bekerja di perusahaan saudaranya tersebut, yang menjadi saksi bisu dari pertemuannya dengan Mandira Rathore, janda beranak satu yang membuatnya jatuh cinta dan menikahinya, tanpa peduli jika Mandira adalah penganut agama Hindu.

Keluarga kecil inipun mulai untuk hidup bersama. Anak dari Mandira, Sameer Sam Rathore, harus melewati rutinitas pagi yang sedikit berwarna. Tapi kehidupan keluarga Khan sendiri langsung kacau pasca tragedi 9/11.

Keluarga ini harus melewati berbagai hal yang tidak menyenangkan. Bahkan Sam sendiri terbunuh dalam perkelahian yang didasari oleh rasisme. Mandira yang shock akhirnya menyalahkan Rizwan, kemudian menceraikannya secara tidak resmi.

Mandira mengatakan bagaimana cara agar Rizwan bisa kembali memenangkan hatinya, yaitu dengan mengucapkan: “Namaku adalah Khan, dan aku bukan teroris,” di hadapan presiden Amerika dan masyarakat umum. Rizwan dengan polosnya menerima tantangan itu, dan mulai pergi untuk menuntaskan tantangan sang istri demi mendapatkan kembali hatinya.

The Kite Runner

Film ini diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Khaled Hosseini, yang terkenal karena selalu mengangkat kisah perjuangan orang-orang Afghanistan. Sebelum menonton film yang rilis pada tahun 2007 ini, ada baiknya para penonton bersiap dengan sapu tangan terlebih dahulu. Karena film ini cukup menguras air mata.

Film yang menggunakan gaya flashback ini menceritakan tentang kisah masa kecil Amir, anak dari seorang single father kaya raya berpemikiran liberal di Kabul. Sejak kecil Amir bisa dikatakan cukup penakut dan sulit untuk keluar dari zona nyamannya. Amir sendiri bersahabat baik dengan Hasan, yang ternyata adalah saudara tirinya.

Tidak hanya mengangkat kisah persahabatan Amir dan Hasan. Film ini juga mengangkat bagaimana hubungan antara ras Pashtun dan Hazara pada tahun 1960-an, lebih tepatnya sebelum Rusia menumbangkan monarki di Afghanistan.

Film ini memperlihatkan dengan jelas bagaimana perang bisa merubah kehidupan masyarakat dalam waktu singkat. Karena dalam film ini, digambarkan jika Amir dan ayahnya memutuskan untuk melarikan diri secara diam-diam dari Kabul beberapa tahun setelah Hasan dan ayahnya pergi meninggalkan keluarga Amir.

Ayah dan anak ini memutuskan untuk mengubur masa lalu mereka di Afghanistan setelah berhasil memasuki wilayah Pakistan. Mereka tinggal selama beberapa saat di sebuah apartemen kumuh, lalu terbang ke Amerika Serikat dan memulai hidup baru yang tidak bisa ditebak dengan mudah.

Setelah sekian lama tinggal di Amerika Serikat, bahkan ayah dari Amir sendiri sudah meninggal dunia, penyesalan masa lalu Amir kembali menghantui kehidupannya yang damai sebagai seorang penulis novel.

Hanya dengan sebuah sambungan telepon dari teman ayahnya, Amir terpaksa untuk kembali memasuki Afghanistan, dan menyaksikan serta menghadapi masa lalunya kembali yang telah berubah menjadi neraka tanpa bara api.

Tapi diluar dugaan, kepergian Amir ke Afghanistan berhasil membuatnya menjadi sosok yang taat beragama dalam waktu singkat. Amir juga tidak lagi apatis dengan situasi sekitar, dan membuatnya memiliki banyak rekan dan teman sesama migran dari Afghanistan.

Malcolm X

Secara garis besar, film ini menceritakan tentang perjalanan hidup sosok Little Malcolm, yang kelak akan menjadi aktivis muslim Afrika-Amerika yang sangat vokal setelah berganti nama menjadi Malcolm X.

Little Malcolm sendiri berasal dari keluarga yang yang kurang berkecukupan. Ayahnya, seorang aktivis yang memperjuangkan hak-hak orang kulit hitam dibunuh. Namun kematiannya terdaftar sebagai bunuh diri. Rumah masa kecil Malcolm juga dibakar.

Segala musibah yang menimpa keluarga Malcolm membuat ibunya mengalami gangguan mental, yang mengharuskannya dirawat di rumah sakit jiwa. Malcolm melakukan yang terbaik di sekolah, dan bercita-cita menjadi seorang pengacara. Tapi mimpinya itu dipadamkan oleh gurunya, yang lagi-lagi mengungkit masalah kulit gelap Malcolm.

Usia remaja adalah masa paling gelap bagi Malcolm. Dia terlibat banyak kasus kriminal, dan dipenjara karenanya. Tapi di dalam penjara itulah dirinya menemukan cahaya Islam melalui organisasi Nation of Islam.

Malcolm keluar dari penjara pada tahun 1952. Pada awal 1964 Malcolm menunaikan ibadah haji, dan momen inilah yang menyadarkannya jika orang-orang muslim itu berasal dari berbagai ras yang berbeda, termasuk orang-orang kulit putih.

Malcolm mendirikan organisasinya sendiri, yang bertujuan untuk mengajarkan Islam yang toleran. Karena hal ini Malcolm diasingkan dari Nation of Islam, dan rumahnya dibom pada tahun 1965. Masih pada tahun yang sama, Malcolm tewas karena ditembak oleh orang-orang dari Nation of Islam.

99 Cahaya di Langit Eropa

Setelah membahas berbagai film asing, perlu rasanya untuk membahas film dari industri dalam negeri. Film yang diangkat dari novel berjudul sama ini berkisah tentang tokoh sepasang suami istri bernama Hanum dan Rangga.

Dikisahkan kedua suami istri ini adalah mantan jurnalis dari stasiun televisi swasta nasional. Setelah keluar dari pekerjaannya, Rangga memutuskan untuk melanjutkan studi doktoralnya ke Austria. Sebagai istri yang baik tentu Hanum akan ikut dengan suaminya ke Austria.

Namun karena terbiasa aktif sejak dulu, Hanum merasa jika kehidupannya di Austria tergolong membosankan. Tapi setelah pertemuannya dengan Fatma, seorang janda anak satu yang merantau ke Austria untuk mencari pekerjaan, hidup Hanum mulai diisi dengan berbagai pengetahuan baru tentang keadaan Islam di Benua Biru. Sama halnya dengan Rangga, yang harus banyak belajar dan beradaptasi dengan gaya hidup muslim Eropa.

Bulan Terbelah di Langit Amerika

Petualangan Hanum dan Rangga tidaklah sebatas di Eropa. Kini setelah berhasil menjadi seorang jurnalis di Wina, Hanum ditugaskan untuk menulis artikel dengan tema yang cukup menohok.

“Apakah Dunia Lebih Baik Tanpa Islam?” Sebagai seorang muslim, tema ini adalah tema yang berat untuk Hanum. Namun dengan penuh persiapan, Hanum akhirnya terbang bersama suaminya, Rangga, yang harus mewawancarai miliarder eksentrik dan misterius bernama Philipus Brown demi jenjang S3 yang sedang ditempuhnya.

Namun karena sebuah kerusuhan menjelang peringatan tragedi 9/11, mereka berdua harus terpisah dan memulai petualangannya masing-masing di Negeri Paman Sam itu. Film yang diangkat dari novel berjudul sama ini akan mengupas tentang kebenaran tragedi 9/11 dari berbagai sisi pandang.

Sama halnya dengan film 99 Cahaya di Langit Eropa, film ini juga syarat akan berbagai pelajaran hidup dan gemerlap cahaya Islam yang membuat masyarakat muslim di Amerika bertahan sampai sekarang.

Meski memiliki genre dan gaya yang berbeda, namun tentu kedelapan film ini memiliki banyak pelajaran yang bisa diambil dan diterapkan dalam kehidupan nyata. Film-film di atas juga diharapkan bisa membuka wawasan penonton. Tidak hanya mengenai Islam yang cinta damai, namun juga tentang budaya dan sejarah yang bersangkutan dengan negara lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *