8 Fakta Sungai Nil Yang Harus Kamu Ketahui

Sungai Nil merupakan sungai yang terpanjang di dunia dan dikenal juga sebagai Father of African Rivers. Sungai ini berada di selatan khatulistiwa dan mengalir ke arah utara untuk menuju Laut Mediterania. Panjangnya mencapai 6.650 km dan aliran areanya mencapai 3.349.000 km persegi. Cekungannya meliputi bagian Tanzania, Rwanda, Burundi, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Uganda, Sudan Selatan, Sudan, Ethiopia, dan sebagian Mesir.

Sungai ini juga memiliki sumber mata air yang paling jauh yang berada di sungai Kagera di Burundi. Sungai Nil memang dikenal hampir masyarakat seluruh dunia karena ukurannya yang sangat besar dan kaitannya dengan sejarah di masa lampau. Berikut ini beberapa fakta menarik dari sungai Nil dan mungkin menjadi alasan mengapa sungai ini sangat menarik untuk dibahas.

Sungai Terpanjang Di Dunia

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Guinness Book of World Records menyebutkan bahwa sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yang mengairi hampir 11 negara di dunia dengan panjang sungai 6.650 km, sungai ini sebenarnya sering dianggap tumpang tindih dengan sungai Amazon yang memiliki panjang 6.800 km.

Namun banyak yang lebih setuju untuk sungai Nil sebagai sungai terpanjang, sementara Amazon termasuk sungai terbesar berdasarkan volumenya. Sungai Nil yang panjang ini ternyata telah mengaliri 10 persen air dari benua Afrika yang juga mengaliri Danau Besar Afrika, Gurun Sahara, hingga bermuara ke Laut Mediterania. Keberadaan sungai Nil ini sangat besar perannya dalam kemajuan peradaban dan perekonomian Mesir sejak ribuan tahun lalu, dan kini berkembang menjadi sungai sumber kehidupan pada negara-negara yang dialirinya.

Terdapat Lebih Dari Satu Sungai Nil

Sungai Nil memiliki tiga anak sungai utama yaitu sungai Nil Putih, Nil Biru, dan Atbara. Nil Putih adalah anak sungai terpanjang yang alirannya mencapai Danau Victoria yakni danau tropis terbesar di dunia. Anak sungai ini kemudian disebut sebagai Sungai Nil Victoria yang melintasi Danau Kyoga, air terjun Murchison dan bermuara di Danau Albert. Ini berlanjut ke utara sebagai Albert Nil kemudian menjadi Gunung Nil di Sudan Selatan, yang akhirnya menyatu dengan Sungai Gazelle hingga disebut Nil Putih.

Sungai Nil Putih ini berada di dekat Khartoum, Sudan yang memiliki titik temu dengan Nil Biru. Sungai Nil Putih selalu mengalir dan tidak pernah surut sepanjang tahun, sementara Nil Biru menyesuaikan dengan musim yang ada. Sementara itu Atbara berada di dekat Sungai Nil Putih yang sebenarnya air tersebut berasal dari dataran tinggi Ethiopia. Aliran anak sungai Atbara ketika musim hujan menyebabkan kedua anak sungai lainnya bergeser dan menunjukkan perbedaan aliran ketika musim panas maupun musim dingin.

Meskipun Nil Putih lebih panjang dan lebih stabil dibandingkan Nil Biru, namun Nil Biru justru menjadi anak sungai yang selalu mengaliri Mesir setiap tahun. Sungai Nil Biru memasok hampir 60 persen air di negara tersebut ketika musim panas. Sedangkan Atbara menyatu dengan kedua sungai antara bulan Juli dan Oktober dengan kontribusi sebanyak 10 persen.

Butuh Bertahun-tahun Menemukan Sumber Airnya

Meskipun Sungai Nil sudah menjadi sumber kehidupan sejak era Mesir Kuno, namun sungai ini sebenarnya sempat menyimpan misteri. Butuh bertahun-tahun hingga berabad-abad untuk menemukan sumber air dari Sungai Nil. Ekspedisi berulang kali gagal menemukan sumbernya baik penelitian yang dilakukan oleh orang Mesir, Yunani, dan Romawi. Kegagalan ekspedisi yang sangat lama terjadi ketika telah mencapai wilayah Sudd (yang sekarang dikenal dengan Sudan Selatan). Di wilayah ini Sungai Nil membentuk rawa yang luas.

Anak Sungai Nil Biru mungkin menjadi bagian sungai yang pertama kali misterinya dapat terpecahkan. Ketika ekspedisi Mesir Kuno berhasil melacak sumber air ke Ethiopia. Sementara sumber air dari Nil Putih lebih sulit dipahami dan dipecahkan bahkan upaya penjelajah Skotlandia bernama David Livingstone juga belum dapat menemukan sumber air Nil Putih hingga kematiannya.

Selanjutnya di tahun 1873, seorang penjelajah Eropa bernama Stanley berhasil menemukan keterkaitan antara Danau Victoria dan Sungai Nil. Meski penemuan tersebut sudah tersebar luas namun pencarian sumber air Sungai Nil masih belum berakhir. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang juga mengaitkan Sungai Nil dengan beberapa sungai lain misalnya Sungai Kagera, anak sungai dari Ruvubu dan Nyabarongo yang mengalir ke Danau Rweru. Dengan demikian banyak yang meyakini bahwa belum ada sumber yang pasti tentang asal muasal aliran Sungai Nil.

Sang Pemberi Kehidupan

Hingga abad ke-19 Sungai Nil sebenarnya menjadi jalur transportasi utama untuk perdagangan lintas negara yang dilaluinya. Hal ini dikarenakan hingga abad tersebut perjalanan darat belum dikenal. Oleh sebabnya Sungai Nil menjadi sarana utama untuk mengangkut orang dan barang komoditas, baik dari dalam maupun luar negeri.

Sementara itu sumber daya air dari Sungai Nil menawarkan tanah yang subur disekitarnya untuk menanam tanaman. Ini menjadi alasan banyak orang yang tinggal di pinggiran Sungai Nil khususnya di Mesir. Selain untuk menanam, penduduk setempat juga biasa menangkap ikan dan burung yang terbang di permukaan air sungai.

Berkontribusi Terhadap Produksi Papirus

Papirus yaitu sejenis tanaman cairan yang dikenal sebagai bahan untuk membuat kertas di era Mesir Kuno. Tanaman ini biasa dijumpai di tepi Sungai Nil. Seperti yang diketahui, sejarah Mesir Kuno banyak dikaji setelah menemukan catatan sejarah yang ditulis di kertas papirus. Tepatnya 3.500 SM, bangsa Mesir sudah memanfaatkan papirus dengan bentuk kulit-kulit halus dan tipis yang kemudian diisi dengan sejarah, kisah kerajaan, maupun hal-hal yang terkait dengan peradaban kuno. Oleh sebab itu, secara tidak langsung Sungai Nil telah menjadi saksi dari tulisan bersejarah di masa lampau.

Meluap Setiap Tahun

Berkat masuknya air musiman dari Ethiopia, Sungai Nil yang lebih rendah secara historis mengalami luapan atau banjir di musim panas. Banjir ini merendam tanah gurun di dataran sekitar sungai. Tetapi banjir tidak hanya membawa air melainkan membawa semua sedimen yang dikumpulkan di sepenjang jalan, terutama lumpur hitam yang terkikis oleh aliran Sungai Nil Biru dan Atbara.

Air lumpur ini akan mengalir ke Mesir setiap musim panas, lalu mengering dan meninggalkan lumpur hitam yang baik untuk pertanian. Genangan tahunan yang terjadi di Sungai Nil menjadi salah satu alasan Bendungan Tinggi Aswan dibangun. Genangan (akhet) yang terjadi setiap bulan Juni dan September ini dianggap sebagai “anugerah”. Masyarakat Mesir Kuno meyakini luapan tahunan adalah pertanda dewa Hapi datang yang membawa kesuburan di tanah mereka.

Memiliki Flora dan Fauna Khas

Banyak spesies yang bergantung pada Sungai Nil yang mengalir dari berbagai ekosistem sepanjang alirannya. Di bagian hulu Sungai Nil Putih, terdapat hutan hujan tropis yang dipenuhi oleh tanaman hayati seperti pohon pisang, bambu, semak kopi, dan kayu hitam. Sementara di arah utara Sungai Nil terdapat hutan campuran dan sabana dengan pohon-pohon yang lebih jarang namun rumput dan semak belukar yang lebih banyak. Namun vegetasi atau keanekaragaman tumbuhan ini perlahan berpindah tempat ke utara yang kemudian mengalami mobilitas hingga menghilang ketika sungai mendekati padang pasir.

Sama seperti jenis tumbuhan yang hidup di sekitar Sungai Nil, hewan juga banyak yang menjadikan Sungai Nil sebagai habitat aslinya. Ada banyak ikan misalnya ikan nila, sungut, lele, belut, ikan moncong gajah, lungfish, dan tiger fish. Tak hanya itu, burung yang berterbangan di atas permukaan Sungai Nil sangat berlimpah dan bahkan Delta Nil dinilai sebagai bagian dari rute utama migrasi burung yang paling penting di dunia menurut pandangan World Wide Fund for Nature (WWF).

Terdapat juga beberapa fauna besar yang mendiami Sungai Nil antara lain babon, kuda nil, dan buaya. Babon adalah hewan yang dihormati oleh masyarakat Mesir, karena termasuk hewan yang sangat cerdas. Bahkan kepala babon menjadi simbol dari thoth yaitu dewa kebijaksanaan, dewa tulisan, dan pemersatu para dewa. Thoth adalah salah satu dewa yang paling penting pada peradaban Mesir Kuno. Pemujaan babon juga dapat dilihat pada lukisan gua di gurun Sahara dan di Botswana yang menggambarkan babon tanpa kepala.

Selanjutnya kuda nil dahulu tersebar di sepanjang aliran Sungai Nil. Namun saat ini kuda nil hanya tersebar dibeberapa daerah saja karena mengalami seleksi alam dan akhirnya punah. Selain itu kuda nil juga dianggap sebagai hewan ganas meskipun termasuk herbivora. Bahkan keganasan mereka pada manusia pernah menjadi penyebab kematian Fir’aun pertama bernama Menes.

Sementara itu buaya di Sungai Nil telah menjadi hewan yang hidup ribuan tahun di Sungai Nil hingga sekarang. Buaya tersebut diperkirakan melakukan serangan sebanyak 200 kali setiap tahun di kawasan Afrika. Meskipun buaya telah hidup cukup lama di sungai ini, namun hewan ini masih terganggu dengan kehadiran manusia. Buaya di Sungai Nil sering menyerang manusia saat orang-orang di sana mencuci pakaian atau memancing di pinggir sungai.

Mengalami Perubahan

Salah satu perubahan besar terjadi pada tahun 1970 yang ditandai dengan penyelesaian Bendungan Tinggi Aswan. Bendungan ini menghalau Sungai Nil di Mesir Selatan untuk menjaga waduk dari Danau Nasser. Pembangunan ini menjadi titik pertama dalam sejarah manusia bahwa masyarakat memegang kendali atas banjir di Sungai Nil.

Perubahan ini memberikan manfaat besar bagi perekonomian Mesir, karena air sekarang dapat dialirkan ke mana saja dan kapan saja melalui turbin bendungan yang dapat menghasilkan 2,1 giga watt listrik. Akan tetapi bendungan ini juga membawa dampak negatif karena lumpur hitam yang dianggap sebagai sumber kesuburan tanah, kini sebagian besar tertahan di belakang bendungan. Selain itu, lumpur yang dulu memperkaya dan memperluas lembah Nil, kini telah menyusut akibat erosi di sepanjang pantai Mediterania.

Bendungan Aswan ini juga telah membuat perubahan besar pada kesuburan dan produktivitas lahan pertanian yang semakin menurun termasuk penurunan populasi ikan, karena hilangnya nutrisi akibat pembangunan bendungan tersebut. Perubahan lain yang terjadi di Sungai Nil berkaitan dengan pertumbuhan penduduk, polusi air, penurunan tanah, perubahan iklim, dan penurunan pasokan air.

Demikian 8 fakta menarik dari Sungai Nil yang perlu diketahui. Dari penjelasan diatas mungkin sudah menggambarkan mengapa Sungai Nil sangat penting bagi sebagain besar masyarakat Afrika dan bernilai sejarah bagi masyarakat dunia secara umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *