7 Point Dalam Kisah Nabi Yusuf

7 point dalam kisah nabi yusuf

Kisah Nabi Yusuf adalah salah satu kisah yang dapat kita teladani. Perangainya yang baik dapat kita jadikan contoh dan kita terapkan dalam kehidupan kita di Dunia, yakni selalu bersabar atas segala ujian yang di berikan Allah, Mampu memaafkan segala kejahatan yang dilakukan oleh seseorang terhadap kita, serta selalu bertakwa dan berserah diri kepada Allah dalam keadaan apapun.

Di dalam kitab suci Al-qur’an, Allah telah menyebut Nabi Yusuf sebanyak 27 kali. Bahkan kisah-kisahnya tertulis di dalam surah khusus yakni, surah ke 12 yang berisi 111 ayat. Nabi Yusuf merupakan putra Nabi Ya’qub yang nasabnya tersambung ke Nabi Ibrahim hingga Adam AS. Bahkan Allah menyebut bahwa kisah Nabi Yusuf merupakan kisah yang paling baik seperti yang Allah sebut dalam salah satu Firman nya :

نَحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ اَحۡسَنَ الۡقَصَصِ بِمَاۤ اَوۡحَيۡنَاۤ اِلَيۡكَ هٰذَا الۡقُرۡاٰنَ ‌ۖ وَاِنۡ كُنۡتَ مِنۡ قَبۡلِهٖ لَمِنَ الۡغٰفِلِيۡنَ

“Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui.” (Q.S Yusuf : 3)

Dalam kisah Nabi Yusuf juga terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah, sebagai mana yang terkandung dalam ayat berikut :

لَقَدۡ كَانَ فِىۡ يُوۡسُفَ وَاِخۡوَتِهٖۤ اٰيٰتٌ لِّـلسَّآٮِٕلِيۡنَ

“Sungguh, dalam (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang bertanya.” (Q.S Yusuf : 7)

Berikut beberapa kisah Nabi Yusuf yang diceritakan di dalam Al-qur’an :

Mimpi Nabi Yusuf

Di dalam Al-qur’an di ceritakan bahwa Nabi Yusuf bermimpi melihat 11 Bintang serta Bulan dan Matahari bersujud kepadanya. Ia menceritakan mimpinya tersebut kepada ayahnya Ya’qub. Setelah mendengar itu, Ya’qub berkata kepada Yusuf untuk tidak menceritakan mimpinya kepada saudara-saudara lainnya. Karena ayahnya mengkhawatirkan bahwa saudaranya yang lain akan iri kepadanya.

Hal ini pun di jelaskan dalam surah Yusuf ayat ke 4 dan 5 :

اِذۡ قَالَ يُوۡسُفُ لِاَبِيۡهِ يٰۤاَبَتِ اِنِّىۡ رَاَيۡتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوۡكَبًا وَّالشَّمۡسَ وَالۡقَمَرَ رَاَيۡتُهُمۡ لِىۡ سٰجِدِيۡنَ‏

“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” (Q.S Yusuf : 4)

قَالَ يٰبُنَىَّ لَا تَقۡصُصۡ رُءۡيَاكَ عَلٰٓى اِخۡوَتِكَ فَيَكِيۡدُوۡا لَـكَ كَيۡدًا ؕ اِنَّ الشَّيۡطٰنَ لِلۡاِنۡسَانِ عَدُوٌّ مُّبِيۡنٌ

“Dia (ayahnya) berkata, “Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan) mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia.” (Q.S Yusuf : 5)

Nabi Yusuf memiliki 11 saudara yang mana salah satunya adalah saudara sekandung yakni, Bunyamin. Sedangkan yang lain, merupakan saudara yang berasal dari ibu yang berbeda.

Kisah Nabi Yusuf Di Buang Ke Sumur

Diceritakan, bahwa kakak-kakak Nabi Yusuf selalu merasa bahwa ayahnya lebih mencintai Yusuf dan Bunyamin. Hingga diceritakan pula, pada suatu masa mereka berniat membunuh Yusuf karena rasa iri dengki nya. Namun salah satu diantara mereka tidak setuju, dan mengusulkan untuk membuang Yusuf ke semur saja, agar nantinya bisa ditemukan oleh Musafir. Akhirnya mereka semua menyetujui usul tersebut, dan merencanakan tujuan tersebut.

Sebelum mengajak Yusuf pergi, mereka sempat meminta izin kepada sang Ayah untuk mengajak Yusuf bermain bersama. Namun Ya’qub tidak menyetujui hal itu. Ia takut jika nantinya Yusuf akan dimakan Serigala jika bermain di hutan. Mereka pun terus membujuk ayah mereka, hingga pada akhirnya Ya’qub menyetujui meskipun dengan berat hati.

7 point dalam kisah nabi yusuf dibuang ke dalam sumur

Setelah sampai di tujuan, mereka pun langsung menjalankan rencana mereka. Namun sebelum membuang Yusuf ke sumur, mereka menanggalkan pakaian Yusuf untuk di jadikan barang bukti palsu nantinya.

Ketika petang, mereka kembali ke rumah sambil menangis dan membawa baju Yusuf yang sebelumnya sudah diberi darah palsu. Mereka menceritakan kebohongan kepada ayah mereka, bahwa Yusuf telah dimakan serigala ketika mereka sedang melakukan lomba lari. Berita ini membuat sang ayah sangat bersedih, bahkan disebutkan pula bahwa Ya’qub terus menangis, sampai bola matanya memutih dan kehilangan kemampuannya untuk melihat.

Kisah Nabi Yusuf Di Mesir

Para musafir yang melewati sumur dimana Yusuf dibuang, hendak mengambil air didalam sumur tersebut, dan terkejut saat menemukan bocah laki-laki di dalamnya. Akhirnya Yusuf dibawa oleh para musafir tersebut, dan dijual sebagai budak pada seorang lelaki Mesir dan dia diperlakukan dengan baik di rumah tangga lelaki tersebut. Seperti yang dijelaskan dalam Al-qur’an :

وَقَالَ الَّذِى اشۡتَرٰٮهُ مِنۡ مِّصۡرَ لِامۡرَاَتِهٖۤ اَكۡرِمِىۡ مَثۡوٰٮهُ عَسٰٓى اَنۡ يَّـنۡفَعَنَاۤ اَوۡ نَـتَّخِذَهٗ وَلَدًا‌ ؕ وَكَذٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوۡسُفَ فِى الۡاَرۡضِ وَلِنُعَلِّمَهٗ مِنۡ تَاۡوِيۡلِ الۡاَحَادِيۡثِ‌ؕ وَاللّٰهُ غَالِبٌ عَلٰٓى اَمۡرِهٖ وَلٰـكِنَّ اَكۡثَرَ النَّاسِ لَا يَعۡلَمُوۡنَ‏
“Dan orang dari Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya,” Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut dia sebagai anak.” Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya takwil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.” (Q.S Yusuf : 21)

7 point dalam kisah nabi yusuf di mesir

Fitnah Terhadap Nabi Yusuf

Hingga Yusuf tumbuh dewasa menjadi laki-laki yang tampan, Allah berikan Yusuf ilmu serta kekuasaan. Membuat istri dari lelaki mesir yang membeli Yusuf terpesona dengannya. Sumber mengatakan bahwa perempuan tersebut bernama Zulaikha. kemudian Zulaikha menutup semua pintu-pintu rumahnya, dan menggoda Yusuf untuk melakukan sesuatu yang tercela kepadanya.

Yusuf dengan tegas menolak, dan berlari menghindari godaan Zulaikha, namun perempuan itu justru mengejarnya dan menarik baju Yusuf hingga bagian belakangnya ter koyak. Saat sampai di depan pintu ternyata suami Zulaikha ada disana dan terkejut melihat yang terjadi.

Dengan cepat, Zulaikha melayangkan tuduhan bahwa Yusuf yang berusaha melakukan hal buruk kepadanya. Yusuf membela diri dan menyatakan bahwa Zulaikha lah yang merayu dirinya. Di tengah perdebatan, seorang dari keluarga Zulaikha memberi kesaksian, “Jika baju Yusuf koyak di bagian depan, maka perempuan itu benar dan Yusuf termasuk orang yang dusta. Dan jika baju gamis-nya koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang yang benar.”

Makna dari kesaksian itu adalah bahwa jika memang Yusuf yang berniat memerkosa, Zulaikha akan melawan dan menyebabkan baju Yusuf di sisi depan. Namun jika baju Yusuf koyak di belakang, berarti Yusuf berlari menghindari Zulaikha.

Suami tersebut pun kemudian memeriksa dan mendapati bahwa pakaian Yusuf koyak di bagian belakang. Dia kemudian mengatakan pada Zulaikha, “Sesungguhnya ini adalah tipu daya mu. Tipu daya mu benar-benar hebat.” Dan akhirnya laki-laki itu meminta Yusuf untuk melupakan kejadian ini, dan menyuruh Zulaikha untuk meminta maaf kepada Yusuf.

Namun skandal tersebut kemudian menyebar, membuat para perempuan kota menggunjing dan merendahkan Zulaikha lantaran bisa ter gila-gila dengan seorang pelayan. Menyadari cercaan mereka, Zulaikha kemudian mengundang mereka ke rumahnya untuk menghadiri suatu jamuan. Di sana disediakan pula pisau untuk memotong hidangan. Zulaikha kemudian memerintahkan Yusuf menemui para perempuan tersebut.

Tamu undangan pun sangat terpesona pada saat melihat Yusuf, hingga tak sadar melukai jemari mereka sendiri saat memotong hidangan dan berujar, “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia.

Dengan menunjukkan Yusuf pada mereka, Zulaikha berusaha mencari pembenaran atas tindakannya. Dia juga mengancam Yusuf untuk memenjarakan atau menghinakannya jika tidak menuruti keinginannya. Para wanita yang semula menggunjing tentang perilaku Zulaikha pun kini berbalik mendukungnya.

Sampai akhirnya Yusuf akhirnya berdoa :

قَالَ رَبِّ السِّجۡنُ اَحَبُّ اِلَىَّ مِمَّا يَدۡعُوۡنَنِىۡۤ اِلَيۡهِ‌ۚ وَاِلَّا تَصۡرِفۡ عَنِّىۡ كَيۡدَهُنَّ اَصۡبُ اِلَيۡهِنَّ وَاَكُنۡ مِّنَ الۡجٰهِلِيۡنَ‏
“Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.” (Q.S Yusuf : 33)

 

Doa Yusuf pun di kabulkan oleh Allah, sehingga membuat suami Zulaikha akhirnya memenjarakan Yusuf selama beberapa waktu tertentu. Meski sebenarnya ia tahu bahwa Yusuf tidak bersalah. Hal ini untuk minimalisir omongan-omongan orang yang membicarakan masalah ini berlarut-larut dan menyembunyikan kesalahan istrinya.

Kisah Nabi Yusuf Dalam Penjara

7 point dalam kisah nabi yusuf dalam penjara

Bersamaan dengan masuknya Yusuf ke penjara, 2 pelayan istana pun juga masuk dengan Yusuf. Suatu hari mereka berdua bermimpi. Salah seorang dari mereka bermimpi sedang memeras anggur, sedangkan yang satunya lagi bermimpi bahwa dia membawa roti di atas kepalanya dan burung memakan sebagian roti tersebut. Mereka menceritakan mimpi tersebut kepada Yusuf lantaran mereka memandang Yusuf sebagai orang yang baik.

Yusuf kemudian menyatakan bahwa dia mengetahui makna mimpi tersebut, kemudian menegaskan bahwa ilmu takwil mimpi yang dimilikinya adalah sebagian ilmu yang diajarkan Allah padanya. Yusuf memberitahu mereka bahwa dia telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman pada Allah, dan menegaskan bahwa dia mengikuti agama leluhurnya yakni Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub. Setelah menjelaskan dan mengajak mereka ke jalan Allah, Yusuf kemudian menjelaskan tafsir mimpi mereka yang artinya, pemuda yang satu akan kembali bertugas memberikan khamr bagi tuannya, sedangkan pemuda yang lain akan dihukum salib dan burung memakan sebagian kepalanya.

Yusuf kemudian meminta pemuda yang kembali bertugas untuk memberi tahu pada tuannya mengenai keberadaan Yusuf di penjara, tapi sayangnya pemuda tadi lupa sehingga Yusuf harus tetap di penjara selama beberapa tahun kedepan.

Nabi Yusuf Diangkat Menjadi Bendahara Kerajaan

Al-Qur’an menjelaskan bahwa suatu hari Raja Mesir bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan tujuh ekor sapi betina yang kurus, juga ada tujuh tangkai gandum yang hijau dan tujuh tangkai gandum yang kering. Raja berusaha mencari makna mimpi tersebut, tapi para ahli hanya menyebut mimpi Raja sebagai mimpi kosong dan tidak dapat mengartikan mimpi itu.

Juru minuman istana yang sebelumnya berada di penjara kemudian teringat dengan Yusuf dan ia kembali ke penjara untuk menanyakan makna mimpi tersebut. Yusuf pun menjawab dan memberitahu mereka untuk ber-cocok tanam seperti biasa selama tujuh tahun, sedangkan hasil panen yang telah matang agar dibiarkan di tangkainya, kecuali sebagian kecil yang akan digunakan untuk makan. Karena setelahnya akan datang masa sulit selama tujuh tahun yang akan menghabiskan persediaan makanan. Setelah masa sulit itu berlalu, akan datang hujan dan manusia akan memeras anggur.

Mendengar jawaban tersebut, Raja mengutus orang agar Yusuf dihadirkan di hadapannya. Namun sebelum keluar dari penjara Yusuf terlebih dahulu meminta namanya di bersihkan, karena ia ingin keluar dari penjara dengan terhormat. Lantas ia meminta agar Raja menanyakan para perempuan-perempuan yang telah memotong jari tangannya mengenai masalah Yusuf. Saat Raja menanyai mereka, para perempuan itu menjawab, “Maha sempurna Allah, kami tidak mengetahui sesuatu keburukan darinya.” Zulaikha pun juga membenarkan pernyataan mereka, dan mengatakan “Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggoda dan merayu-nya dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar.”

7 point dalam kisah nabi yusuf diangkat menjadi bendahara kerajaan

Dan setelah Yusuf dibebaskan dari penjara, Raja menyatakan bahwa Yusuf akan diberi kedudukan yang tinggi dan kepercayaan. Yusuf pun menyatakan, “Jadikanlah aku bendaharawan negeri, karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga dan berpengetahuan.” dan diangkat lah Yusuf menjadi bendahara kerajaan.

Mimpi Nabi Yusuf Yang Menjadi Nyata

Saat tujuh tahun masa subur berakhir, datanglah masa paceklik sebagaimana yang dikatakan Yusuf. Paceklik ini tidak hanya melanda Mesir, tetapi juga kawasan Palestina, tempat tinggal Ya’qub dan keluarganya. Putra-putra Ya’qub selain Bunyamin pergi ke Mesir untuk membeli gandum.

Di sana mereka bertemu dengan Yusuf. Yusuf mengenali kakak-kakaknya tersebut, tetapi mereka tidak mengenal Yusuf. Saat gandum mereka sedang dipersiapkan, Yusuf berkata kepada mereka, untuk membawa Bunyamin ikut saat mereka hendak membeli gandum berikutnya, jika tidak Yusuf tidak akan memberi mereka gandum lagi. Saat mendengar itu, maka putra-putra Ya’qub tersebut membalas bahwa mereka akan membujuk ayah mereka.

Selanjutnya Al-Qur’an menjelaskan bahwa setelah kembali, kakak-kakak Yusuf mengatakan kepada ayah mereka bahwa mereka tidak akan mendapat jatah lagi jika tidak membawa Benyamin pada kedatangan mereka berikutnya. Namun Ya’qub enggan mengabulkannya mengungkit kembali masalah hilangnya Yusuf sebagai alasan untuk tidak melepaskan Benyamin. Namun setelah anak-anaknya bersumpah dan berjanji akan membawa Benyamin kembali, Ya’qub akhirnya luluh.

Kemudian pada kedatangan selanjutnya mereka membawa Bunyamin sesuai apa yang di perintahkan Yusuf. Namun sebelum mereka pulang Yusuf memasukkan sebuah cawan minuman yang terbuat dari emas pada kantung gandum milik Bunyamin, agar ia bisa menahan Bunyamin bersamanya. Akhirnya kakak-kakak Yusuf pulang kerumah dan memberi tahu Ya’qub tentang kejadian itu.Sehingga Ya’qub hanya bisa berserah diri kepada Allah.

Hingga suatu hari Ya’qub bermimpi bahwa Yusuf masih hidup, dan ia menyuruh anak-anaknya untuk mencari Yusuf. Setelah pencarian yang panjang, Yusuf akhirnya mengaku kepada mereka, bahwa ia adalah Yusuf yang saat itu mereka buang ke sumur. Namun Yusuf sudah memaafkan mereka semua, hingga tidak ada dendam yang tersisa. Dan Yusuf pun menyuruh mereka untuk membawa ayahnya kemari, dan memberikan baju putih miliknya untuk diusap-kan kepada mata ayahnya agar bisa melihat lagi.

Mendengar hal itu Ya’qub pun sangat senang, dan penglihatannya pun kembali atas izin Allah. Setelah sampai di Mesir dan bertemu dengan Yusuf, mereka pun akhirnya bersujud sebagai tanda penghormatan untuk Yusuf. Inilah makna mimpi Yusuf saat itu, yakni Bulan, Matahari, Serta 11 Bintang yang bersujud padanya ialah ayah, ibu serta ke 11 saudaranya.

7 point dalam kisah nabi yusuf

Jadi, itulah kisah-kisah Nabi Yusuf yang tertulis di Al-qur’an. Semoga cerita tersebut dapat memberi hikmah kepada siapa saja yang membacanya dan semoga artikel kali ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *