7 Jenis Jamur Yang Aman Untuk DiKonsumsi - Cairo Food

7 Jenis Jamur Yang Aman Untuk DiKonsumsi

7 Jenis Jamur yang aman untuk dikonsumsi

Jamur merupakan tanaman yang tidak memiliki klorofil dan tumbuh di dekat pepohonan. Di Indonesia sendiri, kamu cukup mudah menemukan jamur dalam berbagai hidangan, olahan jamur yang paling populer di Indonesia ialah, jamur crispy. Namun sebagian besar jamur tidak bisa dikonsumsi karna mengandung racun, tetapi ada juga beberapa jamur yang aman dan bisa kita makan, yuk ketahui jenis-jenis jamur yang aman untuk dikonsumsi dan dapat kamu olah menjadi hidangan yang lezat!

Jenis Jamur Yang Aman Untuk Dikonsumsi:

1. Jamur Kuping

Ilustrasi Jamur Kuping

Jamur kuping yang biasa di kenal di Indonesia, memiliki nama lain di beberapa daereh seperti misalnya : Supa Lember dalam bahasa Sunda atau Kuping Lowo dalam bahasa Jawa. Sedangkan di Cina atau Hongkong jamur kuping biasa disebut Mouleh, Yung-Ngo di Taiwan, Jew’s Ear-Fungi di Amerika dan Muk-Ngo di Vietnam. Sedangkan di Jepang jamur kuping di kenal dengan sebutan Kikurage, Mokurage. Namun secara Internasional jamur kuping dapat disebut Wood Ear.

Jamur ini telah dibudidayakan di Cina sejak 600 M dan kini sudah populer di seluruh dunia, terutama di negara-negara Asia, seperti Cina, Jepang, Thailand, dan Indonesia. Jamur kuping bisa tumbuh liar di batang pohon atau dibudidayakan dengan media serbuk gergaji maupun jerami. Kamu bisa mendapatkan jamur ini dalam kondisi segar, ataupun dalam bentuk kering.

Jamur kuping ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai makanan, mulai dari sup, tumisan maupun kuliner lezat lainnya, jamur kuping dikenal rendah lemak dan rendah kalori namun tinggi protein dan vitamin B. Dalam 100 gram jamur kuping mentah, terkandung vitamin B1, B2, B5, B6, B9, zat besi, selenium, serat, dan asam linoleat. Sebab itu jamur kuping juga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.

2. Jamur Tiram

"<yoastmark

Jamur tiram cukup mudah untuk di temui. Jamur yang memiliki nama lain Shimeji (Jepang), Abalon Mushroom atau Ayster Mushroom (Eropa dan Amerika), Supa liat (Jawa Barat) ini hidup di alam bebas seperti di hutan atau di daerah yang sejuk. Jamur ini bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau batang pohon yang sudah ditebang karena jamur ini merupakan salah satu jenis jamur kayu.

Selain itu jamur ini juga bisa dibudidayakan menggunakan substrat seperti kompos serbuk gergaji kayu, ampas tebu atau sekam. Di Indonesia banyak sekali yang sudah membudidayakan jamur tiram selain karena mudah, jamur tiram juga banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena ketika diolah rasanya enak.

3. Jamur Enoki

"<yoastmark

Jamur Enoki atau yang biasa dikenal dengan nama Enokitake, Jamur Tauge, Jamur Musim Dingin, dan Jamur Jarum Emas, merupakan jenis jamur yang dapat dikonsumsi. Jamur ini berbentuk menyerupai tauge berwarna putih kekuningan. Teksturnya garing dan memiliki aroma yang segar. Jamur Enoki mengandung banyak serat, protein dan beberapa vitamin seperti vitamin B, serta mineral. Jamur ini juga tidak mengandung gula sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dan juga dapat dijadikan pilihan bahan makanan untuk diet. Jamur ini banyak digunakan dalam berbagai olahan sup, baik di Jepang, Korea, Cina, Vietnam, ataupun di Indonesia.

Namun beberapa bulan yang lalu, kabar tentang jamur enoki yang tercemar bakteri tersebar diberbagai penjuru. Banyak masyarakat yang resah atas beredarnya berita tersebut karna hal itu diperkuat dengan pemusnahan masal yang dilalukan atas rekomendasi Kementerian Pertanian (Kementan).

Pemusnahan dilakukan atas adanya temuan kontaminasi bakteri Listeria monocytogenes pada jamur enoki dari perusahaan Green Co Ltd, Korea selatan. Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan, jamur yang tercemar tersebut belum sempat diedarkan karena pencemaran bakteri ditemukan lebih awal. “Masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap tenang, yang telah terjadi kemarin adalah langkah antisipatif dan pengawasan pemerintah. Kami menjaga pangan masyarakat sehat dan aman,” Ucap Kuntoro Pada salah satu media massa.

Kuntoro juga menerangkan, jamur enoki yang saat ini ada di pasaran juga aman untuk dikonsumsi. “Yang di pasaran bukan yang dari perusahaan Korea yang bersangkutan. Aman. Kan yang bermasalah dari Green Co Ltd. Sudah ditarik semua oleh perusahaan importir yang bersangkutan,” jelas Kuntoro.

Meskipun begitu, kamu tetap dapat mengonsumsi jamur enoki dengan syarat selalu memperhatikan kebersihan dan cara pengolahannya. seperti misalnya, cuci jamur di air mengalir, lalu masak sampai jamur matang, jangan memasaknya lebih dari 5 menit, jika dengan air mendidih, kamu cukup merebusnya selama 1 menit saja. Setelah matang, sebaiknya jamur segera dikonsumsi.

4. Jamur Kancing

"<yoastmark

Jamur kancing atau yang biasa di sebut dengan Jamur Champignon ini merupakan jamur yang paling banyak dibudidayakan di seluruh dunia. Jamur ini seringkali kita temui dalam berbagai olahan seperti tumisan, sup, hingga pizza. Seperti sayur dan buah-buahan, jamur juga banyak mengandung nutrisi. Teksturnya mirip seperti daging dan juga rendah kalori.

Jamur ini cocok dijadikan sebagai makanan diet, karna 40gram jamur kancing dapat mencakupi 20% AKG (Angka Kebutuhan Gizi) atau asam pantotenat yang membantu liver menangkal racun dan sangat penting untuk menghasilkan energi serta menjaga sel-sel agar tetap sehat.

5. Jamur Shitake

"<yoastmark

Jamur Shitake adalah salah satu jamur yang populer di seluruh dunia, memiliki nama lain seperti Jamur Hitam China atau Jamur Hioko. Jamur Shitake umumnya bercita rasa gurih, dan dapat dikonsumsi sebagai makanan dan suplemen. Hal itu karna Jamur shitake terdiri dari banyak zat yang dapat menutrisi tubuh, seperti kandungan asam amino yang memiliki peranan penting bagi tubuh untuk mempengaruhi protein dan hormon. Dan asam amino yang ada pada jamur shitake memiliki jumlah yang sama dengan yang terkandung pada daging sapi.

Selain itu, jamur shitake juga dapat menjadi asupan yang kaya akan gizi, mulai dari karbohidrat, vitamin B, serat, zat besi, hingga selenium yang merupakan mineral penting bagi tubuh.

6. Jamur Maitake

"<yoastmark

Jamur Maitake dikenal di Tiongkok dengan sebutan Hui Shu Hua, di Italia dengan nama Signorina, sedangkan di Amerika Serikat dijuluki Hen of the Woods. Jamur ini dapat tumbuh baik di alam liar, ia sering tumbuh di bagian bawah pohon oak, elm, atau maple. Meskipun begitu, jamur ini juga bisa dibudidayakan di halaman rumah. Jamur maitake memiliki aroma tanah yang kuat, serta tekstur jamur yang mengikuti usia jamur, seperti misalnya semakin tua umur jamur maka semakin keras jamur ini untuk dicerna. Agar lebih mudah kamu bisa merebus jamur ini terlebih dahulu.

Jamur Maitake hanya tumbuh berkembang selama musim gugur berlangsung. Oleh sebab itu, jamur ini menjadi salah satu makanan favorit di Jepang selama musim tersebut. Selain itu, menurut penelitian, jamur maitake baik untuk dikonsumsi maupun dijadikan obat karena bebas lemak, rendah kolesterol, kalori, serta kaya akan nutrisi.

Jamur ini juga bisa ditemui dalam bentuk ekstrak, berupa kapsul, bubuk, atau cair sebagai suplemen.

7. Jamur Merang

Jamur Merang
Jamur Merang

Sesuai namanya Jamur Merang ini tumbuh baik pada media merang dan jerami yang telah terkomposkan. Namun Jamur Merang atau Volvariella volvacea secara alami dapat tumbuh pada tumpukan limbah TKKS di perkebunan kelapa sawit. Hal ini lah yang membuat jamur ini dikenal dengan nama “Jamur Sawit”. Selain itu Jamur Merang mampu hidup dan bertahan pada suhu yang relatif tinggi, antara 30-38 °C hingga sering disebut dengan Warm Mushroom,

Jamur ini mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi terutama pada kandungan proteinnya, juga nutrisi seperti asam amino. Jamur Merang juga merupakan sumber vitamin antara lain thiamin, niacin, biotin dan asam askorbat

Itu dia 7 macam jenis jamur yang dapat kamu konsumsi dan kamu olah menjadi hidangan yang enak. Selain rasanya yang enak ternyata Jamur-jamur ini juga tergolong rendah kalori, rendah sodium (garam), bebas lemak, dan bebas kolesterol. Sehingga cocok untuk kamu yang sedang diet dan ingin menurunkan berat badan. Jadi, jamur manakah yang jadi favorite mu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs web ini menggunakan cookie
Kami menggunakan cookie untuk mempersonalisasi konten dan iklan, untuk menyediakan fitur media sosial dan untuk menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs kami dengan mitra media sosial, periklanan, dan analitik kami yang mungkin menggabungkannya dengan informasi lain yang Anda berikan kepada mereka atau yang mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka.