15 Aktor Turki Paling Terkenal Versi Cairo Food

Meskipun dari luar terlihat menyenangkan dan berkilauan, namun seni adalah pekerjaan yang kompetitif dan sulit. Karena butuh kreativitas serta kemampuan yang tinggi agar sebuah hasil karya tidak dianggap sebagai hasil plagiat dan bisa bersaing untuk meraih hati masyarakat.

Selain dalam seni musik, seni rupa ataupun seni sastra, masalah plagiasi ini turut berlaku pada dunia seni peran, atau lebih spesifiknya adalah industri perfilman yang lebih kompleks dari panggung teater. Karena cakupan yang dimiliki oleh industri perfilman jauh lebih luas dari panggung teater yang spesifik.

Sehingga ketika para aktor dan aktris menjalin persahabatan yang erat di lokasi syuting, persaingan di antara tim kreatif dalam industri perfilman justru sangatlah ketat. Tetapi di balik persaingan dalam produksi sebuah film, dan turut sertanya beberapa aktor dan aktris dalam proses produksi sebuah film atau serial, berikut ini adalah 15 aktor Turki paling top versi Cairo Food!

Kemal Sunal

Pemilik nama panjang Ali Kenal Sunal ini adalah definisi dari seseorang yang mengejar mimpinya sedini mungkin. Karena pria yang lahir pada tanggal 11 November 1944 ini diketahui mulai meniti karir aktingnya di berbagai teater sejak usia muda. Lulusan SMA Vefa di distri Fatih ini memulai karirnya dari Teater Kenter, hingga akhirnya bisa debut di pentas teater berjudul Zoraki Tabip.

Selepas dari Teater Kenter, Kemal Sunal sempat berpindah-pindah ke banyak pentas. Panggung teater terakhirnya diketahui adalah Devekuşu Kabare Teater. Dari pentas ini, aktor yang paling terkenal dan paling dihormati dalam sejarah industri perfilman Turki memulai debutnya di layar kaca pada tahun 1972, tepat di bawah arahan dari Ertem Eğilmez, salah satu orang yang merupakan legenda dalam industri perfilman Turki.

Kemal Sunal diketahui membintangi berbagai film yang disutradarai oleh Ertem Eğilmez di era 70-an. Seperti halnya Salak Milyoner, Tatlı Dilim, dan Mavi Boncuk. Seiring berjalannya waktu, berbagai tawaran sebagai pemeran utama terus berdatangan pada beliau, dan popularitasnya semakin naik.

Hingga pada puncaknya, ketika ikon serial atau film genre komedi di Turki membintangi film serial Hababam Sınıfı, yang merupakan serial klasik populer di Turki sebagai murid yang malas dan tidak cepat tanggap yang dipanggil İnek Şaban, beliau secara otomatis mengukuhkan posisinya sebagai aktor legendaris di Turki. Kemal Sunal juga dikenal dengan julukan “Pria yang Tertawa”.

Meskipun terkenal sebagai sosok humoris hingga menjadi ikon dari genre komedi, Kemal Sunal adalah pribadi yang serius, sangat bertolak belakang dengan citranya di dunia hiburan. Bahkan sekalipun terkesan sedikit terlambat, Kemal Sunal diketahui berhasil meraih gelar sarjana dari jurusan Studi Radio, Televisi dan Film, atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan jurusan Televisi dan Perfilman, dari Universitas Marmara pada tahun 1995. Beliau juga berhasil meraih gelar master dari jurusan dan universitas yang sama pada tahun 1998. Hal ini sontak menjadi headline di berbagai surat kabar di Turki dengan inti judul “İnek Şaban Master Yaptı”, atau Inek Şaban Menjadi Master.

Nama Şaban telah menjadi ciri khas dan nama panggilannya sejak saat itu. Bahkan kini setelah kepergiannya yang mendadak pada tahun 2000 di tengah perjalanannya dari Istanbul ke Trabzon, nama panggilan Şaban telah mengacu secara permanen pada diri Kemal Sunal.

Şener Şen

Pria kelahiran Adana ini adalah salah satu rekan dari Kemal Sunal di serial Hababam Sınıfı. Şener Şen juga diketahui sebagai senior dari Kemal Sunal sekaligus sebagai legenda yang masih hidup. Pria kelahiran 1941 ini diketahui mulai meniti karir aktingnya dari Teater Yeşil Sahne di Cağaloğlu, İstanbul.

Meskipun sempat hiatus pada tahun 1964 sampai 1966 untuk melanjutkan pendidikan dasar di pedesaan, namun Şener berhasil kembali ke pentas teater setelah menyelesaikan pendidikannya. Pada tahun 1967, beliau melangsungkan debut filmnya sebagai karakter pendukung di film Sözde Kızlar. Sejak saat itu beliau turut membintangi berbagai film layaknya Katerina, Bir Demet Menekşe, dan Ayrı Dünyalar.

Sama halnya dengan Kemal Sunal, karir Şener Şen turut mencapai puncaknya saat membintangi film serial Hababam Sınıfı. Sejak saat itu beliau terus membintangi berbagai film terkenal di era 1970 hingga 1980-an.

Hingga saat Şener Şen kembali membintangi film yang disutradarai oleh Ertem Eğilmez, yang berjudul Namuslu pada tahun 1984, arah karirnya langsung berubah. Beliau mulai memilih peran yang serius serta film yang akan memberikan dampak sosial yang lebih besar. Keputusannya ini berdampak besar pada karirnya di tahun 1990-2000-an, di mana beliau tumbuh menjadi aktor yang lebih populer dan dihormati.

Karena dirinya yang membintangi berbagai film seperti Av Mevsimi, Kabadayı, Eşkiya, Gönül Yarası, dan Muhsin Bey berhasil mengantarkannya menyabet berbagai penghargaan seperti di Antalya Golden Orange Festival, Sadri Alışık Acting Award, Adana Golden Boll Film Festival, SIYAD Award, hingga penghargaan langsung dari presiden Recep Tayyip Erdogan di tanggal 28 Desember 2016.

Tamer Yiğit

Jika menyangkut masalah produktivitas, maka pria kelahiran Balıkesir ini adalah salah satu aktor yang sangat produktif di masa mudanya. Selain sebagai aktor, diketahui jika beliau juga turut menjadi produser dan penulis skrip dari beberapa film di tahun 70-an. Bahkan di usia senjanya beliau masih muncul di beberapa serial televisi populer seperti Çukur dan Kurtlar Vadisi Pusu. Namanya sendiri dikenal oleh dunia karena keikutsertaannya di serial Kurulus Osman.

Di serial Kurulus Osman, aktor dengan nama lahir Tamer Özyiğitoğlu ini memerankan karakter Ertuğrul yang sudah sepuh namun tetap berwibawa. Sekalipun sempat menuai sedikit kontroversi di antara fans internasional sebelum bergabung dengan serial ini, tetapi akhirnya beliau berhasil memukai seluruh penonton dengan penjiwaan yang luar biasa.

Keberadaannya di lokasi syuting juga turut meningkatkan kemampuan akting dari pemain Kurulus Osman lainnya. Lalu setelah menyelesaikan pekerjaannya sebagai Ertuğrul, Tamer Yiğit turut memerankan versi sepuh dari tokoh utama di serial Çukur, Yamaç Koçovalı.

Cüneyt Arkın

Jika Kemal Sunal adalah ikon dari genre komedi, maka Cüneyt Arkın bisa dikatakan sebagai ikon dari genre action. Tidak hanya aktor, pria dengan nama asli Fahrettin Cüreklibatır ini juga adalah seorang produser film, sutradara, dan ahli bela diri. Aktor kelahiran 7 September 1937 ini adalah salah satu tokoh terpenting dalam sejarah industri perfilman Turki.

Sepanjang karirnya, lulusan Universitas Istanbul ini diketahui telah membintangi lebih dari 300 judul film serta serial, menjadi sutradara untuk 45 judul film, menulis skenario untuk 40 film, serta memproduksi 11 film dengan berbagai genre, meskipun film dan serial ini juga didominasi oleh unsur aksi di dalamnya.

Sebagai aktor, produser dan sutradara yang sangat aktif di era 70 hingga 80-an, Cüneyt Arkın kini perlahan kembali ke dunia perfilman pada abad 21, turut bekerja bersama para aktor yang jauh lebih muda darinya.

Namanya mulai dikenal oleh seluruh dunia sejak beliau turut ambil bagian dalam serial Kuruluş Osman sebagai pemimpin organisasi Janggut Putih. Meskipun sebenarnya, mengingat sepak terjangnya di genre aksi, sempat ada kabar burung jika beliaulah yang akan memerankan karakter Ertuğrul Gazi.

Sepanjang perjalanan karirnya, Cüneyt Arkın telah menyabet 6 penghargaan nasional, seperti di Antalya Golden Orange Festival sebagai aktor terbaik sebanyak 2 kali, 1 kali di Festival Film Adana dengan nominasi yang sama, serta 4 kali penghargaan spesial dari 3 ajang penghargaan bergengsi di Turki.

Haluk Bilginer

Setelah membahas legenda nasional dalam dunia perfilman Turki, sekarang kita akan beralih pada salah satu aktor Turki yang terkenal di seluruh Amerika Serikat dan Eropa. Karena tercatat jika Haluk Bilginer turut menerima tawaran dari industri perfilman Inggris dan Hollywood meski kadang hanya sebagai tokoh pendukung. Tapi tentu, karirnya sebagai aktor yang lebih terkenal di Amerika Serikat dan Eropa tidak datang begitu saja.

Setelah lulus dari Konservatorium Negeri Ankara yang berafiliasi dengan Universitas Hacettepe, yang kini merupakan universitas terbaik di Turki, pria kelahiran Izmir ini langsung pergi ke Inggris untuk belajar di London Academy of Music and Dramatic Art, dan secara resmi memulai karir aktingnya melalui serial televisi Inggris, EastEnders. Sebelumnya di tahun 1984, Balik Bilginer turut menjadi cameo sebagai pengemudi taxi di sebuah mini series Inggris berjudul The Glory Boys.

Di tengah jadwalnya di London, Haluk Bilginer bolak-balik Istanbul-London hingga akhirnya memutuskan untuk menetap di Istanbul pada tahun 1992 serta menikahi istri pertamanya yang juga merupakan seorang penyanyi dan aktris, Zuhal Olcay. Bisa dikatakan jika pasangan ini terlibat cinta lokasi karena sama-sama membintangi serial Gecenin Öteki Yüzü di tahun 1987.

Setelah menikah, pasangan aktor dan aktris ini mendirikan panggung teaternya sendiri bersama dengan Ahmet Levendoğlu, yaitu Tiyatro Stüdyosu pada tahun 1990. Setidaknya Haluk Bilginer menekuni dunia teater selama 6 tahun lamanya hingga dirinya terpaksa kembali ke layar kaca karena sebuah kebakaran yang melanda teater yang didirikannya.

Di balik segala kerja kerasnya, Haluk Bilginer baru mendapatkan penghargaan karena membintangi Masumiyet di tahun 2006. Di tahun 2009, beliau turut membintangi The International sebagai Ahmet Sunay. Popularitasnya sendiri mulai mekar di tahun 2014 ketika beliau membintangi Kış Uykusu, salah satu maha karya dari sutradara Nuri Bilge Ceylan yang turut meraih penghargaan Palme d’Or di Festival Film Cannes.

Hakan Boyav

Meskipun namanya lebih dikenal dunia sebagai pemeran Damat Mahmud Paşa yang cerdik dan mengundang gelak tawa, namun Hakan Boyav telah lama populer berkat perannya sebagai Kara C di serial Kurtlar Vadisi Pusu. Tidak hanya sebagai aktor, Hakan Boyav sendiri telah lama berkecimpung di pentas teater, entah itu sebagai pemain teater ataupun sebagai sutradara teater.

Sebelum populer berkat Kurtlar Vadisi Pusu, pria lulusan Universitas Dokuz Eylül ini juga telah membintangi berbagai film dan serial seperti Hayattan Korkma, The International, Hırsız Polis, dan lain sebagainya.

Perannya sebagai Damat Mahmud Paşa, yang merupakan saudara ipar Sultan Abdülhamit II, yang di dalam serial eksistensinya turut diperpanjang untuk kepentingan cerita ini juga turut mendongkrak popularitasnya secara internasional. Kini setelah serial yang memiliki 5 musim itu selesai, Hakan Boyav turut bergabung dalam serial Teşkilat, sebuah serial yang bercerita tentang bagaimana para agen rahasia bekerja demi negara.

Gürkan Uygun

Sama seperti kebanyakan aktor dan aktris Turki lainnya, pria yang populer setelah memerankan tokoh Memati Baş ini memulai karirnya sebagai aktor di panggung teater. Diketahui jika pria kelahiran Izmit ini telah menjejaki panggung teater sejak masih SMA, sebelum akhirnya debut sebagai aktor di tahun 1996 melalui berbagai serial seperti Tatlı Kaçıklar, Yedi Numara, dan Deli Yürek.

Selain film dan teater, Gürkan Uygun diketahui turut membintangi banyak film seperti Hoşçakal Yarın dan Günce. Popularitasnya sendiri melejit di tahun 2003, saat beliau mulai memerankan tokoh Memati Baş di serial Kurtlar Vadisi selama hampir 10 tahun lamanya, sehingga namanya lebih populer karena tokoh yang blak-blakan tersebut.

Setelah serial Kurtlar Vadisi berakhir, pria kelahiran tahun 1974 ini terus melanjutkan karirnya dengan muncul di banyak serial dan film. Tetapi perannya yang paling terkenal adalah ketika beliau berperan sebagai Halil Halit Bey di Payitaht Abdul Hamid II, serta perannya sebagai Hasan Sabbah, tokoh antagonis yang sangat ikonik di hati fansnya. Selain itu, kini Gürkan Uygun kembali dipertemukan dengan Hakan Boyav di serial Teşkilat.

Kıvanç Tatlıtuğ

Pria kelahiran 1983 ini sebenarnya adalah mantan atlet bola basket profesional sejak masih SMA. Tetapi karena cedera kaki yang dideritanya, salah satu aktor dengan bayaran termahal di Turki ini terpaksa untuk banting setir ke dunia model, lalu memenangkan kompetisi Best Model of Turkey di tahun 2002.

Sebagai aktor, pria yang lahir dan besar di Adana ini memulai debutnya di serial Gümüş pada tahun 2005. Dari sana pria keturunan Albania ini melanjutkan karir aktingnya di layar kaca, seperti pada film Americans in the Black Sea, lalu serial Aşk-ı Memnu di mana Kıvanç Tatlıtuğ menjadi lawan main dari Beren Saat.

Setelah membintangi Ezel, dirinya lalu membintangi serial Kuzey Güney sebagai Kuzey Tekinoğlu. Tercatat jika Kıvanç Tatlıtuğ tidak hanya meraih penghargaan untuk karirnya sebagai model saja. Karena penghargaan untuk karir aktornya jauh lebih banyak dari penghargaan untuk karirnya sebagai model.

Selain penghargaan dari berbagai universitas dan majalah di Turki, Kıvanç Tatlıtuğ turut menyabet penghargaan dari Golden Butterfly Award dan Dubai International Arab Festival untuk nominasi aktor terbaik. Kıvanç Tatlıtuğ juga turut masuk nominasi aktor terbaik di Seoul International Drama Award di tahun 2017.

Çağatay Ulusoy

Pria kelahiran tahun 1990 ini tidak hanya dikenal sebagai aktor, tetapi juga sebagai model sejak berumur 19 tahun. Tercatat jika Çağatay Ulusoy juga turut menjadi pemenang dari Best Model of Turkey di tahun 2010. Di hari yang sama ketika dirinya memenangkan kompetisi Best Model of Turkey, Çağatay Ulusoy juga mendapatkan tawaran untuk bermain di serial Adını Feriha Koydum.

Sejak saat itu, pria keturunan Hungaria ini terus membintangi berbagai film dan serial, seperti menjadi tokoh utama di film Anadolu Kartalları, Paranoya, Delibal, dan yang paling terbaru adalah film Netflix berjudul Kağıttan Hayatlar.

Sementara untuk serial, diketahui Çağatay Ulusoy telah membintangi Medcezir, İçerde, dan serial Netflix Turki pertamanya The Protector. Projek serial terbarunya sendiri berjudul Yeşilçam, yaitu sebuah serial yang berlatarkan Turki di tahun 1960-an.

Burak Özçivit

Jika Anda adalah penggemar Bali Bey dari serial Abad Kejayaan, maka Anda sangat mungkin akan terkejut dengan perkembangan yang telah diraih oleh pria yang mengawali karirnya di industri hiburan sebagai model ini. Pada tahun 2005, Burak juga berhasil memenangkan kompetisi Best Model of Turkey.

Karena dalam serial terbarunya, yaitu Kuruluş Osman, dirinya berhasil membuat seluruh audiens terkesan dengan penghayatan karakternya sebagai Osman Gazi, Sultan pertama dan pendiri Dinasti Ottoman sekaligus putra bungsu dari Ertuğrul Gazi yang melegenda.

Meskipun saat daftar pemain baru diumumkan oleh tim kreatif Kuruluş Osman tempo hari, cukup banyak fans internasional yang meragukan kualitas aktingnya mengingat Burak Özçivit sudah cukup lama tidak membintangi serial kolosal dengan unsur sejarah, juga filmografinya yang penuh dengan opera sabun.

Tetapi berkat kesungguhannya, pria berusia 36 tahun itu berhasil membuat namanya dikagumi oleh seluruh dunia melalui projek serial sepanjang 6 musim yang tengah dibintanginya saat ini.

Sepanjang karirnya sebagai aktor, pria yang telah melejitkan namanya dalam skala nasional melalui Kara Sevda dan Çalıkuşu ini telah memperoleh dan masuk nominasi dari berbagai penghargaan seperti Pantene Golden Butterfly Award, Golden Palm Awards, European Awards, dan penghargaan dari berbagai majalah serta universitas.

Bülent İnal

Sebelum menjadi sangat populer berkat memerankan tokoh utama dari serial Payitaht Abdul Hamid, pria kelahiran Şanlıurfa ini diketahui telah memulai karir aktingnya sejak tahun 1998 melalui film berjudul Kayıkçı. Sejak saat itu, lulusan Universitas Dokuz Eylül ini terus meniti karirnya melalui berbagai film seperti trilogi film berjudul Akşamdan Kalma, Taş Mektep, dan juga Balık.

Selain film, Bülent İnal diketahui telah membintangi banyak serial, seperti halnya Karanlıkta Koşanlar, Bir Aşk Hikayesi, Kara Yılan, Urfalıyam Ezelden, serta sebuah mini series berjudul Son Destan. Karena serial Payitaht Abdul Hamid juga, Bülent İnal berhasil masuk nominasi Best TV Actor pada Turkey Youth Award sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 2018 dan tahun 2020.

Setelah serial Payitaht Abdul Hamid, Bülent İnal diketahui tengah sibuk melakukan syuting untuk proyek serial historis selanjutnya, yaitu Mevlana. Menurut kabar burung, pria yang sempat menjadi mahasiswa jurusan literatur ini kembali berperan sebagai tokoh utama, yaitu sebagai Maulana Jalaluddin Rumi.

Bahadır Yenişehirioğlu

Jika dibandingkan dengan semua aktor di dalam artikel ini, pria yang lahir di Akhisar pada tahun 1962 ini tergolong sebagai pendatang baru dalam industri perfilman. Meski sebenarnya masih ada Cem Uçan yang mulai meniti karir di dunia akting pada tahun 2012. Di samping pekerjaannya sebagai aktor, beliau adalah lulusan Fakultas Hukum Universitas Dokuz Eylül di Izmir, dan pekerjaan pertamanya sendiri adalah pengacara.

Selain itu, beliau mulai dikenal publik karena mulai menulis novel pada tahun 2014 yang berjudul Aşk Çölü. Popularitas pria berusia 59 tahun ini mulai berkembang ketika membintangi serial Sevda Kuşun Kanadında sebagai Hüsnü, pemilik toko jam yang religius dan supel. Jika kita membandingkan aktingnya dalam serial ini dengan di Payitaht, sebenarnya ada perubahan yang sangat besar di dalamnya.

Dengan kemampuannya yang terus meningkat serta ketulusannya dalam akting, popularitasnya sendiri benar-benar meroket ketika beliau membintangi serial Payitaht Abdul Hamid II sebagai Tahsin Paşa, salah satu pejabat istana yang paling setia kepada Sultan Abdul Hamid II hingga akhir hayatnya, yang sebenarnya tergolong tragis. Karakter ini juga sejalan dengan tokoh aslinya yang merupakan sahabat Sultan Abdul Hamid II yang sangat dipercaya oleh Sultan hingga titik darah penghabisan.

Kini setelah serial Payitaht Abdul Hamid II selesai, Bahadır Yenişehirioğlu tengah membintangi serial Barbaroslar: Akdeniz’in Kılıçı sebagai Dervish bersama dengan Engin Altan Duzyatan. Serial yang pengambilan gambarnya sempat tertunda karena pandemi Covid-19 ini akhirnya tayang sejak tanggal 16 September 2021.

Cem Uçan

Sama halnya dengan rekannya di Payitaht, yaitu Bahadır Yenişehirioğlu, Cem Uçan juga memiliki latar belakang yang tidak biasa untuk golongan aktor. Sebelum berakting di cukup banyak serial, diketahui jika pria kelahiran 1976 ini adalah seorang petinju. Sehingga dengan latar belakang ini, tidak aneh jika peran yang datang padanya adalah karakter yang ahli dalam bela diri.

Diketahui jika Cem memulai karirnya sebagai aktor di tahun 2012 melalui serial Kurt Kanunu. Dari sana sebenarnya pria yang tingginya nyaris 2 meter ini tidak bisa terlalu jauh dari serial atau film dengan genre aksi ataupun historis.

Bahkan popularitasnya juga mulai naik di kancah internasional berkat aksinya di musim ketiga dari Diriliş Ertuğrul sebagai Aliyar Bey. Seiring waktu, popularitas internasional serta kemampuan akting yang dimilikinya semakin terang dengan perannya di Payitaht Abdul Hamid II sebagai Ahmet Celalettin Paşa, komandan dari pasukan mata-mata di zaman Sultan Abdul Hamid II yang digambarkan berwatak sangat keras.

Engin Altan Duzyatan

Memiliki raut wajah alamiah yang lembut tidaklah menghalanginya untuk memerankan karakter yang tegas dan berwibawa. Lompatan ini jugalah, yaitu menerima tawaran untuk membintangi Serial Diriliş Ertuğrul, yang membuat popularitasnya meroket, entah itu secara nasional atau internasional.

Bahkan saat pria kelahiran tahun 1979 ini hendak menghilangkan image sebagai karakter Ertuğrul, yang sudah sangat melekat pada dirinya dengan membintangi serial Kurşun, fans internasional langsung merasa kecewa karena merasa jika Engin lebih cocok dengan serial genre kolosal. Namun akhirnya Engin kembali menghibur dunia dengan menjadi pemeran utama dalam serial yang memakai genre kolosal, yaitu Barbaroslar: Akdeniz’in Kılıçı.

Jauh sebelum popularitasnya melejit, Engin memulai karirnya di layar kaca sejak tahun 2001 melalui serial Ruhsar. Engin diketahui telah banyak membintangi berbagai film dan serial, entah itu sebagai pemeran pendukung atau pemeran utama. Engin juga turut menjadi MC dari game show 1 Milyon Canlı Para dan 3’Te 3’Tarih. Selain itu Engin turut berperan dalam 3 judul teater dari 3 pentas teater yang berbeda.

Halit Ergenç

Aktor yang terkenal karena memerankan Sultan Suleiman Al-Qanuni di serial Abad Kejayaan ini, diketahui telah memulai karir akting di pentas teater pada tahun 1996 di Teater Dormen. Namanya juga mulai dikenal sejak kemunculannya di serial Kara Melek. Sejak saat itu Halit secara rutin membintangi berbagai judul serial, film, dan juga teater.

Di Indonesia, selain dikenal melalui serial Abad Kejayaan, Halit Ergenç juga dikenal membintangi serial Binbir Geçe atau 1001 Malam. Di serial ini juga lulusan Universitas Seni Rupa Mimar Sinan itu terlibat cinta lokasi dengan Bergüzar Korel hingga menikahinya di tahun 2009.

Setelah Abad Kejayaan selesai, pada tahun 2016 Halit membintangi serial Vatanım Sensin, dan berbagi peran utama bersama istrinya. Halit juga turut membintangi film Ali ve Nino, Istanbul Kırmızısı, dan yang terbaru adalah film original Netflix dengan judul Turki Azizler bersama dengan Haluk Bilginer.

Terlepas dari artikel ini, aktor-aktor Turki lainnya juga sebenarnya tidak kalah bertalenta dan populer. Setiap aktor dan aktris juga memiliki spesialisasi dan keunggulannya masing-masing, seperti ketampanan atau kecantikan yang menawan, sehingga aksi dan karya mereka di layar kaca atau layar lebar patutlah untuk dinantikan, khususnya bagi pecinta film dan serial dari Negeri Dua Benua ini.

Promo Diskon Cairo Food

Selain itu, banyak aktor dan aktris baru yang bersiap untuk mengepakkan sayapnya di industri perfilman yang kompetitif. Karena kini di Turki, popularitas seorang aktor dan aktris bisa saja meledak karena partisipasinya dalam sebuah serial atau film layar lebar yang diproduksi untuk pasar internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *