13 Perbedaan Makanan Indonesia dengan Arab

13 perbedaan makanan indonesia dengan arab

Perbedaan makanan Indonesia dengan Arab sepertinya menjadi topik yang cukup penting. Dari segi budaya, Indonesia memiliki banyak pengaruh dari Arab atau Timur Tengah, juga dari negara transit perdagangan. Zaman dahulu memang Indonesia menjadi tempat transit perdagangan antar negara. Sebagai tempat transit ini, Indonesia cenderung memiliki keberagaman dari beberapa wilayah, misalnya Tiongkok, Melayu dan Timur Tengah. Alhasil ketiga wilayah itu mempengaruhi segala tradisi dan adat istiadat yang ada di Indonesia. Justru inilah yang menjadi ciri khas Indonesia. Perbedaan kultur dilebur menjadi satu. Betul bukan?

Menjadi tempat transit peradangan, membuat Indonesia banyak mengalami perubahan. Misalnya adat minum teh di pagi hari dari Tiongkok. Siapa sangka, kegiatan ini ternyata dipengaruhi oleh etnis imigran Tiongkok yang menetap di Indonesia. Belum lagi dari segi bahasa yang diturunkan dari melayu, menjadi bahasa Indonesia. Lalu bagaimana dengan makanan, ya?

Sama seperti halnya adat dan tradisi, makanan di Indonesia juga dipengaruhi oleh para pedagang yang membawa kebiasaan mereka ke Indonesia. Makanan Indonesia memiliki beragam rasa dan rempah yang unik. Inilah yang menjadikan Indonesia kaya akan karakteristik kuliner. Namun, kali ini penulis akan membagikan perbedaan makanan Indonesia dengan makanan Arab. Budaya Arab juga sudah masuk melalui adat istiadat dan pengolahan makanan. Lantas, apa saja perbedaan makanan Indonesia dengan makanan Arab? berikut penjelasannya.

Porsi

13 perbedaan makanan indonesia dengan arab porsi

Wah ini sih sangat terlihat jelas, ya? Perbedaan makanan Indonesia dengan Arab dapat dilihat dari porsinya. Di Indonesia porsi makanan yang sering dijumpai ialah ukuran sedang. Jikalau pun ada yang menyajikan dalam jumlah yang banyak, biasanya hanya ukuran nasi Padang saja atau by request atau juga bisa karena branding kedainya yang memiliki porsi banyak, tetapi ini sangat jarang ditemui. Umumnya memang porsi sedang saja yang disajikan.

Berbeda lagi dengan makanan di Arab, porsi makanan satu piring disana bisa untuk dikonsumsi dua orang di Indonesia. Perbedaan makanan ini dapat terlihat jelas. Porsi besar ini tentunya karena dipengaruhi kebiasaan dan segi biologis. Bila dipertimbangkan dengan Indonesia, orang Arab lebih memiliki badan yang tinggi, sedangkan orang Indonesia cenderung sedang. Hal inilah yang mempengaruhi porsi makanan dua negara ini berbeda. Apabila kamu sedang berkunjung ke Arab, rasanya tidak perlu heran bila porsi yang disajikan sangat banyak dan besar.

Beras

Beras merupakan bahan makanan yang diolah akan menjadi nasi. Beras, di kedua negara ini sama-sama dijadikan bahan makanan pokok. Tetapi ada yang berbeda dari penggunaan jenis beras di Arab dan di Indonesia. Di Arab, beras yang digunakan adalah beras basmati (long grain), dengan bentuk beras yang lonjong memanjang. Beras basmati disebut premium karena kandungan serat, vitamin, dan protein yang cukup tinggi didalamnya.

13 perbedaan makanan indonesia dengan arab beras

Sedangkan di Indonesia lebih sering dan sebagian besar masyarakatnya menggunakan beras putih padi yang berukuran pendek dan gemuk. Beras ini memiliki kecendrungan bisa menempel antara satu dengan yang lainnya. Berbeda dengan beras basmati yang tidak saling menempel satu sama lain. Satu cangkir beras basmati mengandung 210 kalori dan satu gram serat, sementara itu untuk nasi putih yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia dalam satu cangkirnya hanya memiliki 205 kalori dan 0,6 gram serat.

Perbedaan makanan ini dapat terlihat apabila kamu berkunjung ke Arab atau telah mencicipi makanan Arab di Indonesia. Pastinya kamu akan menemukan hidangan dengan nasi yang panjang, dan lonjong tersebut. Itulah olahan beras basmati yang biasanya berupa nasi kabli, nasi briyani, dan lainnya. Tentunya beras ini sangat berbeda dengan beras di Indonesia bukan?

13 perbedaan makanan indonesia dengan arab beras

Teknik Masak

Perbedaan makanan Indonesia dengan Arab selanjutnya adalah pada teknik masak. Teknik masak merupakan suatu cara pengolahan bahan makanan untuk menjadi satu hidangan yang enak untuk disantap. Di Arab, berbagai teknik masak pada suatu makanan dapat kamu temukan. Misalnya pada hidangan nasi mandhi. Nasi mandhi ini menggunakan teknik tanur, yaitu penggunaan oven berlubang dengan bara dari tanah liat untuk melakukan peleburan daging kambing. Jadi saat memasak nasi melalui tanur (sejenis oven bara berlubang) digantungkanlah daging kambing yang sudah direbus di atas tanur agar daging mengeluarkan tetesan air maupun lemak yang nantinya jatuh ke nasi. Tentunya, teknik ini tidak ditemui di Indonesia. Selain teknik tanur, ada juga teknik endapan dan memanggang.

13 perbedaan makanan indonesia dengan arab teknik masak arab

Belum lagi teknik memasak daging domba. Teknik ini termasuk memanggang, namun caranya tergolong susah-susah gampang. Caranya daging yang telah dimarinasi bumbu-bumbu kemudian dibungkus dengan kertas alumunium. Setelah dibungkus, lapisi garam kasar yang juga dicampur lempung atau tanah liat sampai ke seluruh permukaan. Lalu, barulah dipanggang dalam oven dengan terus membolak-baliknya hingga 24 jam.

Di Indonesia cenderung memiliki teknik masak yang sederhana, yaitu dengan merebus, menumis, menggoreng dengan teknik simple. Walaupun sebenarnya ada teknik memanggang, tetap sangat jarang. Misalnya saja ketika membuat rendang. Teknik masak rendang dengan hanya merebus daging dengan campuran santan dan bumbu. Namun, prosesnya saja yang lama. Kemudian ada juga sayur sop. Teknik masak sayur sop hanya mencampurkan beberapa sayuran dan tumisan bumbu ke dalam panci, lalu ditunggu sampai matang. Pada teknik masak sayur sop ini diyakini memiliki pengaruh dari China. Perbedaan teknik masak ini tentunya karena Indonesia memiliki beragam pengaruh budaya beberapa negara. Perbedaan makanan dari teknik masak juga mempengaruhi rasa, bukan?

Rempah

13 perbedaan makanan indonesia dengan arab rempah

Perbedaan makanan antar kedua negara ini bisa kamu kenali dari rasanya. Pastinya makanan Arab memiliki cita rasa yang berbeda dari Indonesia. Bila dilihat dari sajian menu nasi mereka, penggunaan rempah berlimpah lah yang membuatnya menjadi identik. Rempah yang digunakan tentunya adalah rempah kering seperti cengkeh, kapulaga, jinten dan biji pala. Tentunya ini menjelaskan bahwa makanan Arab lebih menyukai rasa kuat akan rempah kering.

Berbeda dengan Indonesia, justru di Indonesia lebih memiliki kecenderungan rempah basah pada hidangannya. Rempah basah yang ditampilkan mulai dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, sereh, kemiri atau bahkan cabai segar. Semua jenis itu termasuk rempah basah yang paling sering dijumpai dalam piring santapan. Misalnya saja pada kwetiau goreng atau mie goreng. Tumisan bumbu diawalnya tentu menggunakan campuran rempah basah yang diblender menjadi satu. Hal ini dikarenakan rempah basah mudah ditemukan di Indonesia. Sebenarnya penggunaan bawang putih pada masakan Arab mungkin dapat ditemukan, tetapi mereka akan lebih cenderung menggunakan bawang putih bubuk dibanding bawang putih basah. Ini kembali lagi pada alasan bahwa bumbu khusus mereka memang menggunakan rempah kering atau bubuk.

13 perbedaan makanan indonesia dengan arab rempah

Tampilan Warna

Sepertinya untuk perbedaan makanan kedua negara ini, kamu perlu memperhatikan presentasi makanan keduanya. Presentasi pada makanan juga dipengaruhi oleh bumbu yang dimasukkan ke dalamnya. Rempah-rempah Arab yang lebih dominan dibanding Indonesia inilah yang menjadi pembeda. Kamu bisa melihatnya pada nasi kebuli. Warna nasi kebuli yang berwarna, seperti kekuningan, oranye, coklat  menunjukkan cita rasa rempah yang dominan dan menggugah. Sedangkan di Indonesia rempah yang digunakan cukup sederhana, sehingga tampilan warna juga sederhana cenderung pucat. Lebih bermain dengan dekorasi plating atau pewarna dari kecap dan saus. Tentunya ini menjadi perbedaan makanan Arab dan Indonesia bukan?

Menu Highlight

Maksud menu highlight disini adalah jenis hidangan utama yang disajikan. Bila kamu mengunjungi negara Arab, pastinya akan selalu berhubungan dengan daging kambing. Olahan daging kambing akan sangat mudah untuk ditemui. Untuk olahan daging ayam, dengan beberapa teori daging ayam disajikan karena untuk menyesuaikan para turis atau wisatawan yang hendak datang ke sana. Namun pada dasarnya, hidangan utama Arab akan melekat pada daging kambingnya. Misalnya saja nasi briyani dan kebuli, hidangan nasi ini akan selalu didampingi dengan daging kambing yang dipotong atau tidak. Dilansir melalui bp-guide.id ternyata orang Arab menyukai masakan berupa daging karena ikan sulit didapat di Jazirah Arab.

13 perbedaan makanan indonesia dengan arab menu highlight

Perbedaan makanan dengan Indonesia, highlight menu Indonesia bisa menyajikan hidangan utama apa saja. Bisa menu ikan dengan berbagai jenis ikan tawar yang ada di Indonesia, kemudian juga daging kambing, ayam, atau domba dan daging sapi. Highlight menu di Indonesia cenderung beragam, dengan menyajikan berbagai hidangan inti.

Penggunaan Topping Kacang

Maksud dari topping adalah bahan makanan yang dijadikan tambahan untuk menambah kelezatan dari hidangan tersebut. Di Arab, banyak sekali makanan yang menggunakan topping kacang. Misalnya saja pada segala jenis nasi kebuli, briyani, dan kabsah, akan ada topping kacang di atas sajian hidangannya, bisa berupa kacang pistachio atau mete. Kacang-kacangan yang mendominasi pada hidangan Arab diantaranya kacang pistachio, kacang mete, kacang kuda, bahkan lentil.

Di Indonesia penggunaan topping kacang sangat jarang ditemui. Biasanya lentil ditemui dalam makanan khas Sunda yaitu tumis oncom, selain hidangan itu rasanya kacang lentil masih sangat awam digunakan pada makanan. Begitupun dengan hidangan nasi, topping kacang tidak mendominasi hidangan utama di Indonesia. Penggunaan topping di Indonesia lebih cenderung ke bawang goreng atau kerupuk. Untuk perbedaan makanan satu ini sepertinya mudah sekali untuk dilihat.

Sensasi Pedas

Wah rasa pedas di Indonesia memang sedang digandrungi di Indonesia. Perbedaan makanan Arab dan Indonesia juga bisa dilihat dari sensasi pedas. Rasa pedas ini menghadirkan sensasi berkeringat dan panas pada tubuh. Di Indonesia rasa pedas biasanya ditimbulkan dari penggunaan cabai rawit pada suatu hidangan. Rasa pedas cabai rawit lebih tinggi dibanding cabai merah. Inilah yang menjadi tantangan saat mengonsumsi hidangan yang pedas. Banyak kedai dan warung makan di Indonesia yang menyajikan menu dengan level pedas tertentu, semakin tinggi level, maka semakin pedas pula hidangannya. Belum lagi kedai khusus seperti Ayam Pedas Jeletot, atau Ayam Mercon yang sama-sama memiliki arti sangat pedas.

Berbeda dengan makanan di Arab, ternyata pedas yang dihasilkan ialah karena menghadirkan rempah di dalamnya, bukan pedas dari cabai rawit. Seperti contoh rasa pedas dari nasi briyani. Sensasi pedas pada nasi briyani dihasilkan dari bumbu rempah jahe dan garam masala yang dapat memberikan sensasi hangat dalam rongga mulut. Sensai pedas pada masakan Arab biasanya didapat dari penggunaan lada hitam dan cabe bubuk. Garam masaladan jahe terkenal untuk memberikan sensasi pedas hangat dalam rongga mulut, bukan pedas segar. Bumbu ini juga membantu melegakan tenggorokan. Perbedaan makanan dengan rasa pedas ini tentunya bisa kamu rasakan saat mengonsumsi masakan di Arab.

Kuah

13 perbedaan makanan indonesia dengan arab kuah

Perbedaan makanan Indonesia dengan Arab selanjutnya terletak pada kuah. Tentu sebagai orang Indonesia, banyak sekali hidangan berkuah yang bisa ditemui, diantaranya bakso, soto betawi, sayur asem, sop buntut dan lainnya. Hidangan berkuah di Indonesia terkenal dengan penuh satu mangkuk atau istilahnya ‘banjir’. Dari sinilah kita bisa merasakan nikmatnya kuah yang cocok disajikan dengan nasi. Di Indonesia juga menyajikan kuah bening untuk beberapa hidangan.

Berbeda dengan Indonesia, hidangan berkuah di Arab yang berkuah, tidak sampai memenuhi satu mangkuk. Hidangan berkuah mereka cenderung bertekstur kental karena rempah di dalamnya. Belum lagi kuah yang disajikan tidak banyak. Jadi kamu tidak perlu bingung bila hidangan berkuah di Arab tidak sampai memenuhi satu mangkuk. Lalu di Arab tidak menyajikan kuah yang bening, kuah disana memiliki kecendrungan dicampur dengan rempah. Untuk persoalan kuah, rasanya perbedaan makanan keduanya dapat mudah terlihat.

Penggunaan Mie

13 perbedaan makanan indonesia dengan arab penggunaan mie

Perbedaan makanan selanjutnya, penggunaan mie. Di Indonesia, mie menjadi bahan makanan yang sering dikonsumsi. Brand Indomie instan dari Indonesia tentunya menjadi pilihan saat lapar. Tetapi selain produk mie instan, mie telur juga menjadi bahan makanan yang disukai masyarakat Indonesia. Olahannya berupa mie telur goreng, mie nyemek, mie tektek, atau kwetiau mie. Hidangan ini tentunya menghadirkan bahan utama mie, bukan hanya sebagai hidangan tambahan.

Namun, ini tentunya bertolak belakang dengan makanan Arab. Di Arab tidak banyak menggunakan mie. Walau ada bentuk mie seperti lidi kecil, tetapi olahannya sangat jarang ditemui. Makanan Arab tidak banyak menyajikan berbagai hidangan dengan bahan mie. Kamu pun akan sulit mencarinya melalui media sosial. Jadi, kalau kamu sedang berada di Arab dan sulit untuk mencari mie, pilihan terbaik mungkin adalah produk mie instan.

Penggunaan Minyak Zaitun

13 perbedaan makanan indonesia dengan arab penggunaan minyak zaitun

Minyak zaitun adalah salah satu minyak yang baik untuk dijadikan olahan makanan. Minyak zaitun memiliki cita rasa berbeda dengan minyak pada umumnya. Inilah yang menjadikan makanan Arab memiliki rasa zaitun yang kuat. Penggunaan minyak zaitun untuk menjadi tumisan sangat banyak. Lalu, selain pada tumisan, minyak zaitun juga sering dijadikan topping pada roti pide (roti khas Timur Tengah). Layaknya mayonese minyak zaitun dapat dilumuri di atas hidangan makanan Arab.

Berbeda lagi di Indonesia, minyak zaitun masih cukup tabu, hanya beberapa atau masyarakat tertentu saja yang mengetahuinya. Rasa zaitun ternyata masih belum begitu akrab di lidah Indonesia, apalagi dijadikan topping suatu makanan. Sepertinya di Indonesia tidak ada makanan yang diberi topping minyak zaitun. Di Indonesia, lebih cenderung menggunakan minyak sayur pada olahan makanan. Perbedaan makanan ini bisa terasa saat mencoba hidangan kedua negara.

Olahan Susu

13 perbedaan makanan indonesia dengan arab olahan susu

Perbedaan makanan kedua negara ini terdapat dalam penggunaan olahan susu. Olahan susu seperti keju ataupun yogurt masih sangat awam di Indonesia. Olahan keju sepertinya masih banyak digunakan oleh makanan dessert yang berasal dari Amerika. Penggunaan keju dan yogurt tidak ditemukan pada hidangan di Indonesia, karena memang di Indonesia masih sangat sanksi untuk mencampurkan yoghurt dan keju suatu masakan. Sedangkan pada makanan Arab, tanpa campuran yoghurt rasanya tidak lengkap.

Banyak jenis olahan susu yang digunakan sebagai campuran dalam makanan Arab, yogurt dan keju misalnya. Susu diolah menjadi yogurt, yang kemudian biasanya masyarakat Arab mencampurkan yogurt dalam masakan sebagai bumbu tambahan. Produk susu yang digunakan bisa berasal dari susu sapi maupun susu kambing. Juga penggunaan yogurt dalam masakan membantu mendinginkan badan yang panas karena cuaca daerah Arab yang panas.

Penggunaan Roti

13 perbedaan makanan indonesia dengan arab penggunaan roti

Di Indonesia masih sangat awam dengan roti sebagai bahan makanan. Sebagian besar masyarakat Indonesia mengonsumsi roti sebagai makanan penunda lapar. Jarang sekali masyarakat Indonesia yang akan mengonsumsi roti untuk hidangan utama. Sedangkan di Arab, hidangan roti bisa mengganti asupan makanan mu saat lapar. Disana sudah banyak menyediakan berbagai macam roti yang bisa kamu pilih. Mulai dari roti panggang, roti kukus dan roti bakar dengan berbagai rasa seperti coklat, stroberi, kiwi dan berbagai rasa lainnya.

Roti di Arab juga dapat dijadikan cemilan atau menu utama santapan mu. Hidangan sahur di Arab terkadang menyajikan roti pita dengan cocolan yogurt saja. Jadi, bisa dipastikan bahwa roti ini ialah makanan pokok pengganti nasi di Jazirah Arab. Jadi kamu tidak perlu bingung bila banyak orang yang mengonsumsi roti saat makan siang.

13 perbedaan makanan indonesia dengan arab

Perbedaan makanan Indonesia dengan Arab ternyata cukup banyak. Tentunya ini tercipta karena latar belakang masing-masing negara. Perbedaan makanan ini diperoleh dari segala aspek. Demikian informasi mengenai 13 perbedaan makanan Indonesia dengan Arab. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *