10 Fakta dan Sejarah Serial Diriliş Ertuğrul

Dari sekian banyak serial di Turki, Diriliş Ertuğrul adalah salah satu serial yang memperoleh popularitas yang luar biasa, bahkan mungkin yang paling populer dari semuanya. Karena disaat banyak serial tidak bisa populer di 100 negara lebih, serial yang memiliki 150 episode ini bisa menaklukkan lebih dari 100 negara dengan jalan cerita dan adegan pertarungan yang luar biasa.

Namun di balik popularitasnya, serial yang dimulai pada tahun 2014 ini, beserta sekuelnya yaitu Kuruluş Osman, sebenarnya tidak sepenuhnya nyata. Tapi dengan segala keterbatasannya dalam sumber sejarah yang dapat digali, serial ini tetap berusaha untuk menyajikan tontonan yang berkualitas dan seru hingga akhir.

Bahkan hingga saat ini, dengan maraknya para penerjemah online yang menerjemahkan serial ini, beberapa orang masih terjangkit oleh “Ertuğrulitis”, yang menurut para penikmat serial ini adalah keadaan dimana Diriliş Ertuğrul mempengaruhi hidup seseorang secara masif.

Namun di balik segala popularitasnya, serial ini menyimpan banyak fakta penting yang menarik untuk digali, seperti 10 fakta berikut ini. Kesepuluh fakta ini mungkin saja masih tidak diketahui oleh penikmat serial Diriliş Ertuğrul sendiri, yaitu:

Berdampak Besar pada Banyak Orang

Dengan jalan cerita yang kompleks, indah, dan kaya akan pelajaran hidup, tidak jarang serial ini berhasil mengubah hidup seseorang hanya dengan menontonnya. Banyak orang yang merubah pandangannya pada Islam setelah menjadi penonton setia dari Diriliş Ertuğrul.

Bahkan tidak sedikit orang yang menerima cahaya Islam setelah menonton serial sepanjang 2 jam ini, serta melakukan berbagai penelitian setelahnya. Ada juga orang yang kembali menemukan tujuan hidupnya karena menonton serial ini.

Hingga secara keseluruhan, Diriliş Ertuğrul tidak hanya tentang serial kolosal dengan cerita yang rumit dan epik. Namun serial televisi ini telah memberikan dampak yang sangat besar kepada setiap penontonnya dan masyarakat umum.

Bahkan tidak jarang, para aktor dari Diriliş Ertuğrul harus memerankan karakter yang 180° berbeda setelah meninggalkan serial ini. Terutama para aktor dan aktris yang memerankan karakter-karakter penting.

Salah satunya adalah Kaan Taşaner, yang setelah memerankan karakter Gündoğdu, yang merupakan kakak tertua Ertuğrul, kini memilih untuk memerankan karakter antagonis di serial kolosal terbaru di Turki, yaitu Uyanış Büyük Selçuklu.

Pionir dari Serial yang Mengungkap Jati Diri Asli Orang Turki

Secara spesifik, serial ini menggambarkan banyak situasi dan sangat mendekati jati diri orang Turki yang apa adanya. Mereka memiliki watak yang keras, namun juga bisa menjadi sangat setia, baik itu pada kawan ataupun atasan. Lalu sebagai catatan, hingga saat ini, hierarki masih hidup dalam struktur sosial orang-orang Turki.

Para pria Turki juga tergolong sangat menghargai perempuan sejak dulu sekali, bahkan saat mereka masih menganut agama Tengri. Selama tidak menyimpang, mereka akan memberikan kesempatan pada perempuan untuk berkembang sesuai dengan yang diinginkannya.

Bahkan dalam Diriliş Ertuğrul, diperlihatkan keberadaan beberapa prajurit wanita yang juga dilatih dengan cara yang sama dengan prajurit laki-laki lainnya. Para calon prajurit wanita sama-sama pergi ke hutan belantara untuk membuktikan kapasitas mereka.

Lalu dalam sejarah bangsa Turki yang sangat panjang, pernah muncul satu kepala suku perempuan yang sangat tangguh. Hingga saat ini, sosok bernama Tomris Hatun dikenal sebagai panglima dan kepala suku wanita pertama di bangsa Turki.

Sementara di dalam serial ini, diperlihatkan sosok Hayme Ana, yaitu ibu dari Ertuğrul, sempat mengambil alih kepemimpinan Suku Kayı sepeninggal suaminya Süleyman Shah. Bahkan setelah Ertuğrul menjadi kepala suku, Hayme Ana tetap memiliki tempat spesial di dalam Suku Kayı.

Di dalam serial ini, diceritakan jika Süleyman Shah mempercayakan Suku Kayı pada putera pertama dan ketiganya, yaitu Gündoğdu dan Ertuğrul sebelum kematiannya dalam perjalanan pulang setelah menghadiri pertemuan antar suku yang berasal dari Oghuz Han.

Selain itu, secara keseluruhan, orang Turki selalu fokus pada tujuan akhir. Mereka akan bekerja keras tapi cerdas dalam meraih tujuannya. Bahkan beberapa orang akan menjadi seseorang yang gila kerja hanya untuk tujuannya itu.

Selama penayangan serial ini, mulai bermunculan serial-serial Turki lainnya yang menunjukkan Turki dengan apa adanya, atau setidaknya minim dengan bumbu-bumbu tambahan yang terkesan terlalu fiktif.

Sebut saja Sevda Kuşun Kanadında, Payitaht Abdül Hamid Han, Mehmetçik Kütlü Zafer, serta Yunus Emre:Aşkı Yolculuğuna. Keempat serial ini menunjukkan berbagai sisi dari Turki dengan sejarahnya yang beragam dan penuh warna.

Lokasi Syuting yang Tidak Bisa Ditebak

Mengunjungi lokasi syuting dari sebuah serial adalah impian kecil bagi kebanyakan fans internasional. Hal ini juga berlaku pada fans internasional Diriliş Ertuğrul. Dalam urusan tempat yang berhubungan dengan serial ini, fans tidak hanya antusias dalam mengunjungi makam Ertuğrul di distrik Söğüt, yang terletak di Kocaeli

Namun siapa sangka, lokasi syuting serial ini masih berada di kawasan Istanbul. Lebih tepatnya di sebuah pedesaan bernama Riva yang terletak di distrik Beykoz, yang terdapat di wilayah utara Istanbul bagian Anatolia.

Penataan kota di Turki, serta kepadatan penduduk yang berpusat di Istanbul bagian Eropa, membuat negara ini memiliki banyak wilayah kosong dan indah yang masih belum terlalu terjamah oleh orang-orang. Sehingga pemandangan alam di daerah pedesaan dan wilayah antar kota masih sangat asri dan lapang.

Penuh dengan Nilai Positif

Sesungguhnya, hal paling menyebalkan dari serial ini selain tokoh antagonis tentunya, masih bisa dihitung dengan jari. Seperti halnya lingkaran balas dendam yang tidak berujung. Lalu Gündoğdu yang sulit meninggalkan zona nyamannya, ataupun Dündar yang terlalu polos hingga mudah untuk dimanfaatkan oleh musuh untuk menjegal rencana Ertuğrul. Di sekuelnya, kepolosan Dündar berkembang menjadi sebuah kelicikan hingga akhir hayatnya.

Di balik perilaku ajaib kakak tertua dan adik dari Ertuğrul, banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari serial ini. Diriliş Ertuğrul mengajarkan penontonnya untuk menilai seseorang dari kualitas dirinya, serta memberikan kesempatan kedua bagi musuh yang benar-benar ingin merasakan cahaya Islam dalam hidup mereka.

Selama penayangan 150 episode, setidaknya Ertuğrul telah memberikan kesempatan kedua pada seorang prajurit templar bernama Claudius, dan juga seorang tekfur, yang notabenenya adalah seorang pemimpin kastil dari konstantinopel bernama Ares. Kedua orang ini juga mengganti nama mereka menjadi Ömer dan Ahmet. Kedua orang ini juga gugur sebagai syuhada setelah merasakan cahaya Islam yang sebenarnya.

Selain merubah seorang prajurit ahli menjadi seorang mualaf yang siap untuk berperang di jalan Allah, serial ini juga menghadirkan banyak sosok agamis di dalamnya. Seperti halnya Ibnu Arabi, Geyikli Baba, dan juga sosok Imam Dursun yang tidak takut akan kematian. Pada musim pertama serial ini juga diperlihatkan sosok Syekh Edebali saat masih kecil, dan pada saat itu Ertuğrul telah mengagumi kecerdasan dari Edebali muda.

Popularitas yang Tidak Sembarangan

Dengan alur cerita yang kompleks dan sensasional, tidak aneh jika serial ini mendapatkan popularitas yang luar biasa di seluruh dunia. Diketahui jika Diriliş Ertuğrul mendapatkan kepopulerannya di 100 negara lebih. Bahkan salah satu stasiun televisi Pakistan telah membeli hak cipta seluruh episode dari serial ini untuk melakukan proses dubbing.

Diriliş Ertuğrul juga memiliki seorang penggemar yang tidak terduga, yaitu Nicholas Maduro. Popularitas serial ini juga tidak lepas dari dukungan Erdogan. Presiden Turki itu menginginkan agar Diriliş Ertuğrul dan Payitaht Abdül Hamid Han disebarkan ke seluruh dunia. Terutama setelah tersebarnya serial Abad Kejayaan, yang dinilai menodai nama baik Sultan Suleyman Al-Qanuni dan istrinya, Hurrem Sultan, ke seluruh dunia.

Di balik popularitasnya yang luar biasa, serial ini juga memiliki halangannya sendiri di luar negeri. Seperti halnya di Mesir, di mana Diriliş Ertuğrul dan Kurtlar Vadisi Pusu dinyatakan haram oleh pihak yang berwenang.

Namun pencekalan serial ini di Mesir hanya mempengaruhi sebagian kecil dari popularitasnya di seluruh dunia. Karena Diriliş Ertuğrul masih mendapatkan popularitas yang besar di negara Timur Tengah lainnya, Eropa, serta benua Amerika. Popularitas mereka bukanlah lelucon di wilayah Barat dunia ini.

Mempopulerkan Istilah Mankurt pada Dunia

Apa yang ditunjukkan oleh serial ini adalah versi yang sangat halus dari mankurtisasi yang ada di dalam kumpulan puisi klasik orang-orang Kyrgistan, yang dikenal dengan nama The Epic of Manas. Puisi-puisi ini kebanyakan menceritakan tentang kejadian di abad kesembilan, seperti halnya interaksi antara orang Kyrgistan dengan orang Turki dan Cina.

Sebagai catatan, orang-orang Turki modern saat ini masih satu rumpun dengan orang Kyrgistan. Ras mayoritas dari dua negara ini bisa diibaratkan sebagai sepupu yang sangat jauh, di mana kakek buyut mereka adalah kakak beradik, namun keturunannya sudah sangat jauh dan berkembang seiring dengan waktu di dua tempat yang berbeda.

Ada sumber yang mengatakan jika mankurt sebenarnya berasal dari bahasa Mongol, yaitu ‘manguurakh’ yang berarti bodoh. Namun kini, kata mankurt lebih sering dipakai untuk menggambarkan seseorang yang telah kehilangan kontak dengan jati diri ras dan memori masa lalunya.

Hal ini sendiri didasarkan pada sebuah cerita rakyat Kyrgistan, yang menyebutkan jika mankurt awalnya merupakan seorang tahanan perang yang diperbudak. Untuk membuat tahanan ini kehilangan jati dirinya sehingga bisa diperbudak selamanya, pihak yang menahan orang ini akan membiarkan tahanan terpapar oleh sinar matahari yang sangat panas.

Sementara di atas kepalanya, terdapat sebuah kulit unta, yang jika terkena suhu panas yang ekstrim bisa mengkerut seiring dengan waktu. Kulit unta ini akan menyebabkan cedera otak, dan siapapun yang selamat dari proses ini, akan mengalami amnesia permanen. Efek dari hal ini sendiri ditunjukkan dalam sequel dari serial ini, yaitu Kuruluş Osman.

Lalu dengan apa yang terjadi di dalam serial Diriliş Ertuğrul dan Kuruluş Osman, sebenarnya itu tidaklah sebanding dengan apa yang dideskripsikan di dalam Manas. Karena jika didasari dengan apa yang Osman alami saat masih kecil, yaitu diikat dalam keadaan setengah sadar di antara kepulan asap dari berbagai ramuan, hal itu masih tidak sebanding dengan apa yang dideskripsikan dalam The Epic of Manas. Hal yang sama juga terjadi pada Göktuğ Alp di Kuruluş Osman.

Misteri Ayah dan Istri Ertuğrul

Dikarenakan minimnya catatan sejarah yang berhasil ditemukan mengenai ayah dari pendiri Dinasti Ottoman ini, ada cukup banyak hal yang diselimuti oleh misteri. Antara lain tentang ayah dan istri dari Ertuğrul Gazi. Tidak seperti Hayme Ana atau ibu dari Ertuğrul, banyak sejarawan yang masih memperdebatkan tentang keaslian identitas dua orang ini.

Di dalam serial, ayah dari Ertuğrul adalah Suleyman Shah, sang kepala suku Kayı pada musim pertama. Namun dalam catatan lainnya, diketahui jika ayah dari Ertuğrul bernama Gündüz Alp, yang di dalam serialnya diceritakan sebagai kakek dari sang tokoh utama. Namun siapapun ayah dari pemimpin hebat seperti Ertuğrul, sosok itu sangatlah beruntung karena telah mendidik seorang pria hebat seperti beliau.

Lalu persoalan tentang Ertuğrul yang menikahi seorang putri dari Dinasti Selçuk, atau yang di dalam serial dikenal dengan nama Halime Sultan, juga masih menjadi perdebatan oleh beberapa sejarawan. Beberapa menyatakan jika itu merupakan sebuah fakta, dan mereka yang mengatakan ini juga menjelaskan jika Halime Hatun meninggal di usia tua, dan bukan saat sedang melahirkan Osman, seperti yang diceritakan di dalam serial.

Namun beberapa orang lagi mengatakan, jika Halime Sultan bahkan sama sekali tidak pernah bertemu dengan Ertuğrul. Sejarawan yang menyatakan hal ini juga, mengatakan jika makam simbolis Halime Hatun yang ada di dekat makam Ertuğrul, dibangun untuk tujuan politik oleh Sultan Abdül Hamid II.

Eksistensi Bamsı Beyrek yang Misterius

Bersama dengan Selcan Hatun, tokoh yang polos, baik hati, humoris dan sangat kuat ini sebenarnya berasal dari Dede Korkut Kitabı, yaitu sebuah buku klasik di kalangan bangsa Turki. Namun dengan keberadaan makam yang mengatasnamakan dirinya di wilayah Bayburt, membuat sosok Bamsı Beyrek diyakini pernah hidup sebelumnya. Meskipun kemungkinan besar, sosok ini telah hidup jauh sebelum Ertuğrul lahir.

Di dalam serial Diriliş Ertuğrul, Bamsı Beyrek sangat sering dikaitkan dengan pribadi yang liar di pertarungan, namun sangat setia kawan dan juga polos di saat yang bersamaan. Kepolosannya yang seperti anak kecil membuat Bamsı Beyrek menjadi sumber komedi di serial ini.

Bahkan sumpah yang diutarakan oleh Bamsı Beyrek di musim pertama, pada akhirnya terpatahkan saat tokoh yang identik dengan beruang gunung ini merasakan sensasi dimabuk cinta oleh seorang wanita. Hal yang unik dari kedua tokoh ini juga adalah, mereka berdua sama-sama polos.

Meskipun keberadaannya tidak jelas, namun Bamsı Beyrek menjadi salah satu tokoh dari Diriliş Ertuğrul yang berhasil kembali tampil di sekuelnya, yaitu Kuruluş Osman. Bahkan jika dibandingkan dengan karakter lainnya yang berasal dari prekuelnya, karakter ini memiliki jam terbang yang paling tinggi.

Bamsı yang sebelumnya polos dan menyenangkan, berubah menjadi sosok Bey yang bijak dan sangat setia. Kesetiaannya masihlah sama, bahkan lebih besar dari yang ditunjukkannya di Diriliş Ertuğrul.

Karakter ini juga menjadi salah satu karakter yang sangat protektif pada Osman, dan dirinya juga mau menerima siapapun yang kesepian namun memiliki kesetiaan yang tinggi terhadap Osman. Di sekuelnya, Bamsı kini telah dianggap sebagai ayah dari dua orang mualaf.

Abdurrahman Gazi dan Turgut Gazi, Dua Prajurit yang Panjang Umur

Kedua tokoh sentral ini banyak diyakini masuk ke dalam jajaran mentor terbaik bagi Osman. Selain karena pengalaman mereka yang banyak, kedua sosok ini juga telah banyak melihat kebijaksanaan yang dilakukan oleh ayah dan kakeknya Osman.

Meski tidak ada catatan tentang kelahiran mereka, namun setidaknya, kisah-kisah di masa tua mereka tercatat dengan cukup jelas. Lalu pastinya, kedua orang ini juga dianugerahi dengan umur yang sangatlah panjang. Karena mereka diketahui telah hidup melalui empat generasi kepemimpinan Suku Kayı, yang kelak berganti menjadi Dinasti Osmani.

Di dalam serial Diriliş Ertuğrul, tokoh Abdurrahman Gazi diperankan oleh Celal Nebioğlu, atau lebih dikenal dengan nama Celal Al. Aktor dengan tinggi badan di atas rata-rata ini memerankan perannya dengan baik, dan peran ini dipercayakan padanya hingga ke serial Kuruluş Osman yang merupakan sekuelnya.

Baik dalam Diriliş Ertuğrul ataupun Kuruluş Osman, Abdurrahman Gazi benar-benar memiliki citra yang bersih sebagai prajurit yang setia dan kuat. Para penggemar Diriliş Ertuğrul selalu mengatakan, jika tokoh ini memiliki tamparan yang sangat keras dan bisa membunuh siapapun dengan mudahnya.

Dalam sejarah, Abdurrahman Gazi diperkirakan meninggal pada tahun 1329 di kawasan Samandıra, İstanbul. Di saat para veteran lain disibukkan dengan wilayah Sakarya, Iznik yang hingga kini berdampingan dengan reruntuhan kastil, dan Bursa, beliau bersama dengan Akça Koça Alp dan Konur Alp sibuk di wilayah timur Istanbul.

Setelah menaklukkan Kastil Samandıra, mereka bertiga memimpin penaklukan Kastil Aydos, yang kini berada tidak jauh dari kawasan perkotaan di distrik Sultanbeyli. Sebenarnya ada kisah cinta di balik penaklukan Kastil Aydos ini. Kisah ini juga diketahui menjadi kisah cinta pertama dan terakhir dari Abdurrahman Gazi yang tercatat oleh arsip sejarah.

Menurut sejarawan yang berfokus dalam sejarah Ottoman, Aşık Paşazade, putri dari Tekfur Aydos sebelumnya bermimpi melihat seorang pria muda berwajah tampan yang menyelamatkannya dari dalam lubang.

Ketika putri itu melihat sosok Abdurrahman Gazi, yang sebenarnya sudah sangat tua tempo hari, putri tersebut sadar jika pria di dalam mimpinya adalah Abdurrahman Gazi. Sang putri lalu melemparkan sebuah batu yang terikat dengan sebuah catatan ke arah pasukan Ottoman yang mengepung kastil.

Diketahui jika catatan itu meminta pasukan Ottoman untuk datang lagi saat malam telah tiba, karena sang putri yang sedang kasmaran itu akan membantu mereka dalam tugasnya untuk merebut Kastil Aydos. Pasukan Ottoman akhirnya menipu prajurit yang ada di kastil dengan mundur untuk sementara waktu.

Saat malam tiba, Abdurrahman Gazi dan pasukannya kembali ke kastil untuk menaklukkannya dari dalam. Dengan bantuan sang putri, mereka berhasil merebut Kastil Aydos.

Atas permintaan Orhan Gazi, putri dari Tekfur Aydos itu akhirnya dinikahkan dengan Abdurrahman Gazi. Sebelum sang prajurit meninggal, ada beberapa sumber yang mengatakan jika mereka masih sempat untuk memiliki anak. Namun sayangnya, setelah masa pemerintahan Orhan Gazi, Kastil Aydos tidak pernah dipakai lagi, hingga akhirnya kastil ini mendapatkan jatah restorasi sekitar tahun 2017.

Baik dalam sejarah atau dalam serial, Turgut Gazi diketahui memakai kapak sebagai senjata utamanya. Meskipun begitu, bukan berarti Turgut Gazi hanya mengandalkan kapaknya yang sangat ikonik itu. Dalam serial, Turgut Gazi diketahui memiliki kening yang cukup keras untuk menyundul lawan hingga pingsan.

Sedikit berbeda dengan Abdurrahman Gazi, Turgut Gazi dikirim oleh Osman ke wilayah İnegöl di tahun 1299. Setelah berhasil menaklukkan İnegöl, Osman menyerahkan wilayah tersebut dan beberapa desa di sekitarnya pada Turgut Gazi.

Turgut Gazi juga diketahui turut ambil bagian dalam penaklukan wilayah Orhaneli bersama Osman. Bahkan sepeninggal putra bungsu Ertuğrul tersebut, Turgut Gazi diketahui masih hidup hingga penaklukan Bursa dilakukan oleh Orhan Gazi.

Ada sebuah catatan yang mengatakan jika Turgut Gazi gugur dalam sebuah perang dengan kapak yang masih digenggam dengan erat. Sosok heroik Turgut Gazi akhirnya dimakamkan di sebuah desa yang bisa dibilang cukup jauh dari İnegöl, namun lebih mendekati wilayah kaki Gunung Uludağ di Bursa. Desa ini dinamai dengan nama prajurit hebat tersebut, yaitu Turgutalp. Makam yang mengatasnamakan dirinya di wilayah pemakaman Ertuğrul di Söğüt hanyalah sebuah makam simbolis.

Tidak Pernah Melupakan Sentuhan Komedi

Meskipun Diriliş Ertuğrul adalah serial dengan komposisi yang sangat kompleks, namun serial ini tidak melupakan elemen komedi yang segar, polos, dan cukup membuat para penonton tersenyum lebar atau bahkan tertawa terbahak-bahak.

Komedi yang paling membekas di hati para fans kebanyakan terletak di musim pertama dan kedua. Namun hal itu tidak berarti jika musim ketiga, keempat dan kelimanya memiliki alur cerita yang minim dengan hal-hal segar yang berguna untuk mengurangi ketegangan.

Pada musim pertama dan kedua, kepolosan dari Bamsı Beyrek sangatlah mendominasi. Terutama dalam masalah percintaan Ertuğrul dan Halime, Bamsı sangat sering memberikan solusi instan dengan nada dan ekspresi polos andalannya.

Seperti meminta Ertuğrul untuk menyatakan perasaannya pada Halime, atau bahkan meminta agar Ertuğrul menculik Halime dan membawanya kembali ke perkemahan. Bamsı juga sangat sering menggoda Turgut dan Doğan yang tengah kasmaran.

Namun yang mungkin menjadi komedi paling segar adalah, saat Turgut dan Doğan memandikan Bamsı di kamar mandi istana secara paksa. Cukup banyak penggemar yang bergurau jika beruang gunung sangat benci saat dipaksa untuk mandi. Kemudian momen saat Bamsı belajar membaca bersama anak-anak di perkemahan.

Lalu momen di saat Doğan melamar seorang prajurit wanita dari Suku Dodurga dengan segala keterbatasannya dalam mengolah kalimat romantis, sehingga menghasilkan lamaran yang canggung namun sangat lucu untuk disaksikan.

Meskipun kikuk dalam hal-hal romantis, Doğan juga cukup protektif pada Ertuğrul. Hal ini terbukti saat Doğan memarahi Abdurrahman yang memeluk Ertuğrul dengan cara yang di matanya sedikit kasar.

Tidak lupa dengan cara seorang Abdurrahman Gazi, yang saat itu masih menjadi prajurit di bawah naungan Ertuğrul, untuk kabur dari markas Baycu Noyan. Bagi para penonton baru, hal itu sungguh diluar perkiraan siapapun.

Dari sekian banyak pelajaran dan hiburan yang kita dapatkan dari serial ini, setidaknya Diriliş Ertuğrul telah menunjukkan pada dunia jika kehidupan sebagai suku yang selalu berpindah-pindah dan tidak memiliki negara bukanlah hal yang mudah.

Dengan popularitas dari serial ini, setidaknya kita akan selalu diingatkan jika setiap masa memiliki ujiannya masing-masing. Alhasil secara tidak langsung, serial ini juga mengingatkan banyak orang untuk terus bersyukur dan menghadapi segala ujian dengan kepala yang tegak, percaya diri, serta terus berusaha untuk tetap berada di dalam kebaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *